Pemuda Tambrauw Sebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Tambrauw Gagal Paham
Pewarta: Redaksi
| 584 Dibaca
EDISI TERBIT: 12 Juli 2020
Anggota DPRD Kabupaten Tambrauw saat melakukan jumpa pers. (Foto :Mega/TN)

SORONG – Pemuda Kabupaten Tambrauw menganggap Wakil Ketua Komisi III DPRD Tambrauw Norbertus Hae bersama beberapa anggota DPRD lainnya gagal paham, sebab pemahamannya terbalik, bukan menerima aspirasi masyarakat tapi malah membuat masalah dengan masyarakat.

Mahasiswa Tambrauw menilai adanya  Aspirasi Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat terkait pembangunan Kodim -1810/Tambrauw dihiraukan pihak DPRD. Malah mereka menilai DPRD membuat masalah dengan masyarakat mempidanakan Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Tambrauw, sdr. Oskar Bame.

” Terkait tudingan pembagian paket proyek seperti dirilis.teropongnews.com. Robet Yekwam Pemuda Abun, Selain itu Pemuda Tambrauw menyampaikan bahwa dia N.H dan beberapa anggota DPRD Tambrauw lain gagal paham, hanya mengejar proyek dan gara-gara proyek mereka mempidanakan masyarakat yang mempunyai hak juga untuk mendapatkan paket proyek di Tambrauw, DPRD sudah gagal paham, bagaimana aspirasi masyarakat nantinya.”Seperti dikutip dalam rilispers (12/07/2020) diterima media ini.

Dalam rilisnya, IC Yesnath Mewakili Pemuda Kabupaten Tambrauw mengharapkan sdr, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tambrauw bertindak itu sesuai tugas dan fungsi DPR, bukan bertindak seperti orang yang tidak bermoral atau tidak beretika, herannya masyarakat mau sampaikan aspirasi atau mengkritik DPRD Tambrauw, N.H selalu membuat bantahan kepada masyarakat, memang N.H orangnya tidak mau dikritik dan tidak mau menerima aspirasi masyarakat, ini terkesan saat mempidanakan sdr. Oskar Bame ketua KAPP Kabupaten Tambrauw.

Lanjutnya, Tidak usah jadi DPRD model begitu. DPR itu wadah penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah, bukan kejar proyek dengan menuding hingga mempidanakan masyarakat. Banyak masalah di Tambrauw, tetapi tidak ada satupun masalah itu disikapi oleh DPRD .

” sdr. N.H jangan banyak bicara pembagian paket proyek dolo, coba sebagai pimpinan bagi rakyat, coba menyikapi masalah KODIM Tambrauw, itu baru namanya DPRD penerima aspirasi masyarakat, jangan tujuan jadi DPR agar punya kewenangan mengatur banyak proyek, itukan motifasi DPR yang gagal Paham.”tambahnya*

Berikan Komentar Anda
Share Button