Penderita Kusta Meningkat di Timika

poster kusta di puskesmas
Poster kusta di puskesmas di Timika (Foto:Steven)

Timika,23/04/2016,PAPUALIVES.COM – Penderita Kusta semakin meningkat saat ini di Timika, hal ini disampaikan oleh salah seorang staf kesehatan puskesmas Timika yang bertugas pada poli kusta disela-sela wawancara pada kunjungan mentoring jurnalis warga selasa, 18 April 2016.

Gejala awal bagi penderita adalah adanya bercak putih pada tubuh penderita seperti panu, namun yang membedakan antara panu dan kusta ialah tidak ada gatal pada bagian tersebut dan tidak tumbuh rambut, sedangkan kalau panu akan terjadi gatal dan tumbuh rambu, terjadinya kusta karena adanya micro bakterium leprae atau kuman dalam tubuh manusia.


Jika terdapat satu sampai lima bercak maka waktu pengobatan akan dilakukan selama enam bulan dan kalau lebih dari lima bercak maka menbutuhkan waktu pengobatan selama setahun.


Petugas kesehatan sering melakukan kunjungan rumah kepasien penderita dan pernah ditemukan satu kontak kasus yakni ada lima orang penderita dalam satu keluarga.
Yang selalu menjadi kendala bagi pasien adalah biaya transpotasi kelayanan kesehatan setempat walaupun pengobatannya gratis.


Pendampingan juga dilakukan oleh petugas kesehatan kepada pasien dan juga keluarga pasien untuk mengontrol konsumsi obat, keluhan-keluhan pasien dan memberi penyuluhan kepada pasien dan keluarganya.
Cara penularan penyakit kusta adalah melalui pernapasan, kontak langsung atau bergesekan kulit tubuh dan daya tahan tubuh menurun karena kurang nafsu makan, masa renggang tertular kekeluarga yang lain adalah dua sampai lima tahun.


Cara agar tidak tertular kusta ialah biasakan hidup sehat dan bersih, stamina tubuh dijaga, pakaian basa jangan dipakai bersama, dan meminum obat MDT combi secara teratur jika indikasi menderita kusta.


Harapan para staf yang menangani pasien kusta, agar berobat teratur sampai sembuh total dan mengkonsumsi obat dengan baik agar tidak sampai cacat.

Semua ini karena pelayanan penyakit kusta dan pengobatannya gratis serta obat untuk penyakit kusta hanya ada dipuskesmas saja, walaupun sering dilakukan penyuluhan diposyandu-posyandu, pasien dan lingkungan disekitar penderita namun mereka membutuhkan peran serta masyarakat dan keluarga dalam menangani hal ini, hal ini diungkapkan oleh Avelina Siburian yang enggan menberitahu jumlah penderita saat ini.


Steven Betaubun

Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.