Balik Atas
Pengaruh Sampah Dalam Kehidupan Manusia dan Lingkungan
 
Pewarta: Redaksi Edisi 15/07/2019
| 316 Views
Adolus Asemki (Foto:Dok Pribadi)

Oleh: Adolus Asemki

Pengertian sampah menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Artinya bahwa dari segi nilai dari barang atau benda itu sudah tidak layak untuk dipergunakan kembali. Dipergunakan apabila manajemen persampahan melakukan daur ulang. Produk sampah adalah manusia dengan caranya mengadakan beragam sampah yang akhirnya mengancam kehidupannya sendiri. Pengertian sampah bersadarkan pemahaman penulis adalah barang atau benda bekas yang telah digunakan oleh manusia. Tidak layak untuk digunakan kembali, keculai dari instansi yang menangani dalam bidang ini melakukan daur ulang.

Undang-undang RI No. 18 tahun 2008 tentang pengelolahan sampah. berdasarkan undang-undang tersebutdapat diuraikan sebagai berikut: (a) pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah semakin beragam; (b) bahwa pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan; (c) sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomis, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat;

(d) dalam pengolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggungjawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien; (e) berdasarkan pertimbangan obsen a-d maka perlu membentuk UU tentang pengelolaan sampah

Dari sumber hukum diatas sangat jelas bahwa sampah bukan persoalan biasa melainkan persoalan nasional. Untuk itu, menangani dampak sampah bagi manusia dan lingkungan secara serius dan bersifat kontinyu. Agar tidak terjadi penumpukan sampah yang berlebihan ditengah masyarakat. Dilain hal semua orang harus sadar akan dampak sampah yang akan terjadi terhadap dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan. Dampak buruk yang terjadi akibat buang sampah terhadap manusia dan lingkungan. Misalnya seperti; terjadi banjir dan terjadi longsor terhadap lingkungan sedangkan terhadap manusia sepertimalaria, diare, demam tinggi dan lain sebagainya.

Pengaruh sampah atau limbah terhadap kehidupan manusia setiap saat meningkat di ikuti dengan penambahan jumlah penduduk. Peningkatan sampah tergantung dari jumlah penduduk setempat atau dari luar yang kian bertambah dari sisi kuantitasnya. Pengaruh sampah sangat amat berbahaya bagi keberlangsungan hidup dan kehidupan manusia. Untuk mengatasi pengaruh buruk dari sampah tergantung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan. Kesadaran itu sangat penting untuk menghindari semua hal buruk yang akan terjadi akibat sampah.

Jenis sampah sendiri terdapat dua jenis, yaitu; sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat diuraikan kembali dalam jangka waktu yang singkat atau tak lama. Dengan keteruraiannya jenis sampah organik bisa dapat digunakan oleh manusia. Contohnya adalah; dedaunan, ranting pohon, kotoran ternak, kertas, kotoran pengolahan makanan dan lainnya. Sedangkan, sampah anorganik adalah jenis sampah tidak dapat teruraikan secara cepat untuk menjadi humus dalam tanah atau diatas permukaan tanah. Sehingga jenis sampah ini banyak menimbulkan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Contoh jenis sampah ini adalah botol minuman, plasti, kaca, dan Zn (seng).

Untuk hidup sehat setiap kita harus dan wajib menangani persoalan sampah dalam rumah tangga, tempat kerja, dan tempat-tempat publik lainnya atau dimana saja kita berada. Hidup sehat wajib disosialisasikan dengan berbagai metode yang kita miliki. Dalam hal ini adalah menghindari dampak buruk dari sampah itu sendiri. Metode untuk menghindari dampak buruk dari sampah salah satunya adalah membuang sampah pada tempatnya. Selain itu,  mengoleksi sampah sesuai jenisnya dan menjaga lingkungan dengan cara kerja bakti.

Dampak buruk secara umum yang terjadi akibat membuang sampah tidak pada lokasinya adalah akan terjadi banjir, polusi lingkungan, pencemaran lingkungan, penyakit dan sebagainya. Persoalan ini bukan urusan pemerintah daerah dalam hal ini dinas tata kota tetapi menjadi tugas kita bersama demi melestarikan hidup sehat bagi manusia dan lingkungan. Saya sangat tertarik dengan satu kata bijak yang disampaikan oleh seorang arsitektur sekaligus Walikota Bandung (Ridwan Kamil) tahun 2013-2018 pernah mengatakan bahwa “hormati kerja mereka dengan tidak membuang sampah ke saluran. Jangan giliran banjir selalu menyalakan pemerintah”. Artinya bahwa untuk menangani pengaruh sampah dalam kehidupan manusia adalah tugsa kita bersama terlepas tugas pribadi. Oleh karena itu kesadaran pribadi itu sangat penting saudara-saudari sekalian.

Misi Pemerintah Kota Jayapura pada No. 3 tertera demikian “membangun kota yang bersih, indah, aman, dan nyaman”. Dari misi ini mengajak setiap kita untuk menjaga lingkungan dari membuang sampah sembarangan seperti menjaga tubuh kita sendiri.Isi  darimisi tersebut  membantu Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Kota setiap tiga minggu dalam sebulan wajib melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat supaya menjaga lingkuangan dari bahaya sampah anorganik maupun organik. Dengan begitu misi yang dikonsepkan oleh Pemdah Kota Jayapura akan diwujudnyatakan ditengah-tengah masyarakay secara individu maupun kelompok. Implementasi misi No. 3 Pemerintah Kota Jayapura ini bisa dipertanyakan karena selama ini Cleaning Service membersihkan sampah disekitar jalan utama saja. Sedangkan lokasi-lokasi lainnya seperti di pasar Youtefa, pinggiran danau Sentani disekitar Expo, terminal Entrop, terminal Expo belum ada penanganan yang serius dari Cleaning Service Kota Jayapura.

Salah satu kebijakan konstruktif yang diambil oleh Walikota Jayapura pada tanggal 1 Februari 2019 berkaitan dengan larangan penggunaan kantung plastik di Mall-Mall maupun pusat-pusat perbelanjaan lainnya yang ada di seluruh kota Jayapura. Dari kebijakan tersebut melahirkan PERDA No. 1 tahum 2019. PERDA tersebut sangat membantu mengurangi sebagian dari sampah anorganik sangat yang sulit terurai. PERDA ini relevansinya dengan misi yang dikonsepkan olehnya.

Membicarakan soal kenyamanan harus bersih dari sampah dihadapkan kita. Sampah masih menumpuk dihadapan kita.  Saya yakin dan percaya bahwa hal itu tak akan pernah terjadi. Esensi dari hidup nyaman itu harus menjaga kebersihan lingkungan secara totalitas. Untuk hidup sehat sangat dibutuhkan kepekaan. Peka terhadap sampah sekecil apapun dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. Jangan bersifat apatis terhadap apa pun yang ada di hadapan kita yang tidak layak untuk digunakan segera diberantas atau dimusnahkan dengan cara yang halal. Seorang penulis dan politikus berkebangsaan Jerman tahun 1867-1922(Walther Rathenau) mengatakan “keanggunan adalah sampah yang dikuasai”. Artinya kalau kita tidak peduli dengan keadaan yang ada maka kehidupan kita menjadi tidak betah atau tenang, aman, nyaman, dan damai. Semua keindahan yang di inginkan hanya sebatas ilusi belaka.

Pada prinsipnya membahas tentang sampah tak habisnya, untuk itu setiap kita memberikan devenisi tentang sampah kemudian menjawabnya sesuai versinya kita masing-masing. Kemudian memberikan solusi dalam penanganan sampah pun kita sendiri agar dapat menemukannya. Mengapa saya sampaikan hal tersebut.Karena pada prinsipnya setiap manusia adalah aktor utamadalam pengadaan sampah sesuai jenisnya. Saya mengingat kembali satu kata yang dikonsepkan oleh seorang filsuf bernama Plautus tahun (945);sepenggal kalimatnya berbunyi “manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus dei)”. Sama seperti kita membuang sampah sembarang lalu dampaknyabukan diterima oleh kita sendiri melainkan bersama orang lain.

Saya dan saudara-saudari adalah pencipta sampah.Mengapa karena penghasil sampah terbesar di dunia adalah manusia. Presentase penghasil sampah alam dan manusia adalah 10%: 90% terlebih khusus di daerah pemukiman kota. Hasil presentase ini menurut prediksi saya tetapi, dilihat dari realitas saat ini memang benar adanya. Dalam tulisan ini saya tidak memberikan konklusi maupun memberikan solusi terkait pengelolaan sampah atau limbah bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Terpenting disini adalah kesadaran dari setiap kita terhadap metode penanganan sampahnya itu yang menurut saya penting.

Klasifikasi sampah menurut jenisnya adalah terdapat beberapa macam, yaitu; pertama dan kedua adalah sampah organik dan anorganik yang sudah saya uraikan dalam pragraf sebelumnya. Sedangkan ketiga adalah kumpulan sampah yang didalamnya terdapat racun dan berupa obat-obatan terlarang yang tidak layak untuk terpakai lagi.Kemudian sampah racun itu buang tidak sesuai dengan jeninya itu sangat berbahaya bagi manusia, hewan, dan tumbuhan bahkan lingkungan.

Secara umum penanganan dan pengolaan sampah di Papua tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Karena hampir sebagian besar masyarakat tidak sadar akan dampak yang akan terjadi secara jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Untuk musiba akibat pengelolaan sampah yang tidak sehat terjadi tanpa kita duga atau terjadi tiba-tiba. Contohnya adalah banjir, dan longsor.Untuk itu, mari kita jaga dapur kita supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan oleh kita semua. Jika saudara/i mau hidup sehat maka jagalah kebersihan lingkungan seperti dirimu sendiri! Akhir kata “tak ada gading yang tak retak”.

Penulis adalah mantan ketua Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria tahun 2014-2015

Berikan Komentar Anda