Balik Atas
Perayaan Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MASYARAKAT) Sekota Nabire dan SekitarNya Tahun 2015
 
Pewarta: Redaksi Edisi 31/12/2015
| 1465 Views
natal
Perayaan Natal di Gereja KR Nabire (Foto:Andreas)

Nabire,31/12/2015,PAPUALIVES.COM – Perayaan Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MASYARAKAT) Sekota Nabire dan SekitarNya merupakan kegiatan rutin yang di adakan setiap tahunNya dalam meNyambut Kelahiran Yesus Kristus ke dunia yang di laksanakan oleh PNS, TNI, POLRI dan Mayarakat Kabupaten Nabire tahun 2015.
Perayaan Natal Oikumene tahun 2015 ini mengambil tema : Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah ( Kejadian 9:16) dengan Sub Tema : Melalui Natal Oikumene (PNS, TNI, POLRI dan MAYARAKAT) kita wujudkan hidup sebagai keluarga Allah untuk membangun Nabire yang Aman, Damai, Makmur dan Sejahtera, yang dilaksanakan pada 29 Desember 2015, di Gereja Kristus Raja Nabire.
Natal Oikumeni ini dihadiri oleh Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Ma, Penjabat Bupati Nabire yang diwakili SEKDA Nabire Drs. Jhony Pasande, Pimpinan Forkopimda Nabire, Tokoh Agama, serta seluruh Umat Kristinani sekota Nabire dan sekitarNya.
Perayaan Natal Gabungan di awali dengan laporan ketua panitia natal tahun 2015 oleh Drs. Blasius Nuhuyanan, yang menyampaikan Perayaan Natal ini merupakan kegiatan rutin yang dialksankan oleh PNS, TNI, POLRI dan Mayarakat Nabire.
Dilanjutkan dengan Puji Pujian Dari Anak Anak Maranata Malompo Nabire, Pujian oleh Mario Siahaya dan juga Paduan Suara Kristus Raja Siriwini serta Paduan Suara Gabungan Dari Berbagai Doniminasi Gereja di Nabire.
Ibadah perayaan Natal Oikumene ini, dilanjutkan dengan Prosesi PeNyalaan lilin, Oleh Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Sekda Kab. Nabire, Kapolres Nabire, Ketua BKSAGP, Tokoh Mayarakat, serta perwakilan tokoh Pemuda.
Natal Oikumene dilanjutkan dengan Pemberitaan Firman Allah Oleh Pendeta Daniel Situru, sesuai tema Kejadian Pasal 9 Ayat 16 , Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah dimana tema ini mengajak seluruh umat kristiani agar bersatu dan bersekutu dengan Allah sehingga umat kristiani dapat di satukan.
Ibadah Perayaan Natal Oikumene tahun 2015 di meriakan pula dengan berbagai vocal grup dan paduan suara dari berbagai doniminasi gereja sekota Nabire yaitu : VG KRISOPRAS MARANATA MALOMPO, PS GK KRISTUS RAJA SIRIWINI, PS GKI MARANATA MALOMPO, Ps Karitas, PS. St. Caisilia KSK, Ps. Kingmi Maranata dan juga dimerikan drama oleh sanggar mama douw.
Setelah perayaan ibadah Natal Oikumene berakhir dilanjutkan dengan sambutan terulis Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda, SH, M.Si, di bacakan Sekda Kabupaten Nabire Drs. Jhony Pasande, di dalam sambutanNya meNyampaikan natal ini mengandung makna bahwa keluarga merupakan karya Nyata Allah bagi manusia, hidup bersama dalam keluarga Allah meliputi 3 (tiga) dimensi , Allah merupakan segala-galaNya bagi keluarga ( dimensi vertikal ), kebersamaan dengan suami , istri , anak-anak ( dimensi internal) dan kebersamaan dengan alam dan lingkungan sekitar merupakan ( dimensi eksternal).
Sebagai keluarga Allah , sikap yang perlu terus dikembangkan dalam hidup adalah kasih, Allah telah mengasihi kita sebelum kita meNyatakan kasih kepada-Nya. Sifat kasih inilah yang perlu dikembangkan sebagai keluarga Allah. KeNyataan saat ini menunjukkan bahwa kasih kepada Allah tidak lagi menjadi prioritas dalam keluarga, relasi orang tua anak tidak lagi dibangun atas dasar kasih , selain itu baNyak yang tidak mengasihi tetanggaNya, tidak memelihara lingkungan dan alam sekitar dengan membuang sampah sembarangan, melakukan pembakaran hutan dsb , yang semuaNya telah menodai kasih kita kepada-Nya sebagai keluarga Allah.
Perayaan natal kali ini , menunjukkan kasih sayang Tuhan kepada umat manusia dan seluruh alam , agar kita dapat menciptakan kehidupan yang aman , damai , makmur dan sejahtera. Juga memberikan inspirasi kepada kita , untuk selalu memperkuat semangat persaudaraan dan kekeluargaan sebagai bagian dari keluarga Allah.
Momentum natal juga menyadarkan kita untuk menghargai perbedaan sebagai sebuah karunia Tuhan , sekaligus menghargai anugerah Tuhan dalam setiap perbedaan , agar kita saling mengasihi dan saling berbagi , untuk meNyalurkan berkat Tuhan kepada orang lain. Biarlah setiap orang meNyadari , serta tahu mensyukuri kebaikan Tuhan dalam kehidupanNya. Perbedaan karakter anggota keluarga maupun dengan umat yang lain merupakan keunikan yang telah diciptakan oleh Allah. Keunikan itulah yang memungkinkan setiap pribadi dan keluarga dapat saling melengkapi. Oleh karena itu hidup sebagai keluarga Allah harus dibangun dalam sikap menerima setiap perbedaan yang ada.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada kita semua , untuk memaknai kelahiran yesus kristus sebagai pembaharu dunia , sekaligus menerapkan nilai-nilai kristiani, menjadi garam dan terang dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada.
Adapun sambutan Menteri Pemberdayaa Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Ma, dimana dalam arahannya mengajak seluruh kaum perempuan dan anak agar tetap bersatu sebagi keluarga Allah sehingga kaum perempuan dapat diselamatkan.
Mari kita jadikan perayaan natal , sebagai momentum untuk menguatkan kebersamaan , persaudaraan dan persatuan , dalam membangun kabupaten nabire yang kita cintai ini.
Adapun pembagian hadiah lomba lampu hias, serta pembagian dorprize sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Natal Oikumene Tahun 2015.

Admin

Berikan Komentar Anda
Link Banner