BALIK ATAS
Peredaran Minuman Beralkohol,Antara Selamatkan Manusia dan Cari Uang
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 13th April 2016
| 975 DIBACA
Pemberantsan Minuman Keras DI Tanah Papua
Pemberantasan Miras di Kabupaten Paniai (Foto:Jhon/PapuaLives)

Oleh : John NR Gobai

Pengantar

Di Papua telah ditetapkan sebuah Zona Damai, dan pada tanggal 7 sampai 9 Juli 2011 telah dilaksanakan Konferensi Perdamaian di Papua, semua visinya adalah Tanah Papua yang Damai, kini kita harus jujur bahwa Minuman Beralkohol adalah salah satu pemicu Papua tidak Damai, agar bisa damai, maka kini, kami semua di tuntut untuk bisa memberikan keputusan untuk Peredaran Minuman Beralkohol di Papua, dengan merenung dan menghayati kata-kata bijak Mahatma Gandhi “Apakah arti hidup anda jika tidak banyak memberi manfaat kepada orang lain dan jadilah kamu manusia yang ketika lahir semua orang tertawa karena bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum” Mari kita semua menyatakan rasa solidaritas kita dengan bergabung dan mendukung, baik secara moril dan materil dalam SOLIDARITAS ANTI MINUMAN BERALKOHOL, untuk melakukan Advokasi dan mengajak semua pihak untuk memberikan pilihan terkait dengan pilihanUANG ATAU MANUSIA Mengapa ada Minuman beralkohol di Papua Minuman beralkohol yang ada di Toko di Papua, awalnya dikenalkan oleh misonaris belanda, namun kemudian pemerintah indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengawasan dan pengendalian Minuman Beralkohol, Peraturan Mentri Perdagangan No.15/M-DAG/Per/3/2006 tentang pengawasan dan pengendalian Impor, pengedaran dan penjualan dan perijinan minuman beralkohol.

Dua keputusan ini kemudian dijadikan dasar untuk dibuat peraturan daerah di Kabupaten Kota dan Propinsi di Papua. Contohnya. Peraturan Daerah Kabupaten Nabire No 6 Tahun 2006 dan diganti dengan PERDA yang namanya Pelarangan Pemasokan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Kabupaten Nabire. Setiap program atau kegiatan tentunya mempunyai dampak baik positif dan juga negatif begitu juga peredaran minuman beralkohol, oleh karena itu, kami uraikan dampak peredaran minuman beralkohol, baik dipandang dari segi positif maupun negatif. Dampak Positif dari Peredaran Minuman Beralkohol Minuman beralkohol dapat memberikan manfaat positif kepada masyarakat antara lain: Menurut Masyarakat yang melihat dampak positif; Minuman Beralkohol beranggapan, minuman beralkohol adalah pengobat untuk memberikan rasa tenang kalau lagi stress; Minuman untuk membuat orang menjadi berani berbicara dan bertindak; Minuman Beralkohol adalah minuman untuk penghangat badan di tempat yang dingin, Kehadiran minuman beralkohol/miras juga merupakan sebuah rejeki bagi oknum aparat kepolisian, baik di KP3 Udara dan laut, Minuman Beralkohol juga merupakan Rejeki karena harganya mahal, sehingga masyarakat senang menjual barang ini, karena harganya mahal dapat memberikan untung yang besar; Minuman Beralkohol juga dapat memberikan keuntungan kepada Pemerintah melalui Penerimaan Daerah dengan nama Pendapatan Asli Daerah; Pemasok minuman juga dapat menunjang berbagai kegiatan di Papua Dampak Negatif Peredaran Minuman Beralkohol Disamping itu Minuman Beralkohol juga memberikan dampak negatif kepada Masyarakat dan Pemerintah Daerah, antara lain: Di daerah Enarotali, berdasarkan pengamatan para pejabat, pemuda/i selalu mengkonsumsi Minuman Beralkohol, hal ini merupakan ancaman bagi generasi papua yang ada sekarang dan juga generasi papua yang akan datang akan menjadi Pecandu Alkohol; Dengan minum, Minuman Beralkohol sering kali menjadi pemicu pertengkaran dan juga terjadi media yang sangat manjur untuk melakukan pembalasan dendam antar masyarakat ; Dengan Minuman Beralkohol dalam keluarga seringkali suatu persoalan sepele bisa berakhir dengan penyelesaian yang rumit dan berbuntut panjang, sehingga terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); Dengan meminum minuman alkohol, dalam masyarakat sering terjadi penganiayaan dalam masyarakat yang mengakibatkan luka ringan, luka berat bahkan kehilangan nyawa; Dengan meminum minuman beralkohol sering kali juga berakibat kepada terjadinya perang antar marga serta perang suku di daerah-daerah; Penutup Kini kami semua pihak baik Pemerintah, DPRP, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda haruslah memilih, MANA YANG LEBIH PENTING APAKAH UANG untuk PAD dan itu artinya Penjualan Minuman beralkohol tetap berjalan ATAUKAH MANUSIA untuk MASA DEPAN dan itu artinya Perdasi tentang namanya Pelarangan Pemasokan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Papua harus berjalan.

Selanjutnya Gubernur Papua segera menyurat Mentri Perindag agar peraturan mentri yang menjadi dasar hukum pemasokan dinyatakan tidak berlaku di Papua, kemudian Gubernur membentuk Tim pengawasan indepnden pengawasan minuman beralkohol di Papua.Pemasok minuman diarahkan untuk mengerjakan proyek yang lain

Penulis adalah Anggota DPR Papua Jalur Adat

Berikan Komentar Anda