BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Persipura harus cari pelatih yang paham Yosim Samba
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 28th Juni 2018
| 192 DIBACA

butler persipura

Jayapura,Gonta-ganti pelatih bagi klub bukan sesuatu yang baru dan itu merupakan hak manajemen. Klub  Persipura akhirnya melepas pelatih kepala Persipura Jayapura asal Inggris, Peter Butler.

Sebagai pelatih asal Inggris jelas gaya bermain kick and rush pasti sangat kental dalam gaya bermain tim Mutiara Hitam musim 2017-2018 di bawah asuhan Peter Butler. Memang hasilnya terkadang bagus, bahkan saat tandang mengalami kekalahan maupun bermain imbang.

Ini bukan kesalahan pelatih Butler karena faktanya materi pemain Persipura tak selengkap dulu. Hampir sebagian besar hengkang dan hanya tinggal Boaz, Ian Kabes, Ricardo Salampessy dan beberapa pemain muda lainnya. Apalagi Persipura kehilangan gelandang jangkar Nelson Alom plus seorang playmaker. Beruntung masih ada stok pemain muda Rivaldo Todd Fere tetapi pemain ini bersama Gunansar Mandower dan David Rumakewi harus membela timnas U19 dibawah asuhan Indra Sjafri.

Persipura sudah tepat melakukan evaluasi pelatih dan tentunya beberapa pemain yang pantas bermain nanti dibawah pelatih baru Persipura.

“Kami melakukan rapat untuk evaluasi terhadap tim baik itu pemain dan pelatih terkait dengan hasil pertandingan kandang maupun tandang di putaran pertama, dan dengan berat hati kami harus melepas sang pelatih atau kontraknya tidak kami perpanjang lagi,” kata BTM sapaan akrabnya sebagaimana dilansir tabloidjubi.com

BTM juga mengatakan bahwa pengambilan keputusan tersebut melalui proses yang panjang, karena pihaknya juga mendengar berbagai masukan dari berbagai kalangan yang peduli terhadap tim kebangaan masyarakat Kota Jayapura tersebut.

“Manajemen juga mengucapkan terimakasih kepada sang pelatih atas prestasi yang telah diberikan kepada tim ini dengan mengorbitkan pemain-pemain muda serta membawa tim di putaran pertama ini berada diposisi lima klasemen sementara,” ujarnya.

Pelatih baru mana yang pantas menukangi Boaz dan kawan-kawan setelah Peter Butler putus kontrak dengan klub berjuluk Mutiara Hitam. Pasalnya minimal pelatih yang pahan karakter dan visi bermain Persipura gaya Yosim-Samba. Umpan-umpan pendek dan bermain cepat.

Kick and Rush

IMG_2170

Meskipun Peter Butler berani menurunkan pemain-pemain muda Persipura, namun tak sesuai dengan harapan gaya bermain kick and rush. Pasalnya Persipura sudah terlalu biasa bermain bola-bola pendek dan cepat sejak dilatih pelatih-pelatih dari Amerika Latin baik Jacksen maupun Alfredo Vera.

Awal laga Persipura tak masalah, karena mampu menjaga kestabilan tim tetapi memasuki pertengahan pertandingan justru semakin kendor, bahkan pertandingan terkahir di Mandala, Persipura hanya mampu menahan imbang PSM Makassar. Ini pertanda Persipura harus mulai berbenah jika tidak terlempar dari persaingan klub papan atas.

Kick and Rush dalam sepakbola memang sudah sangat tidak asing lagi. Jika dilihat dari arti kata per kata dalam Bahasa Inggris, Kick berarti menendang dan Rush adalah terburu-buru. Maka dari itu, metode ini bisa diartikan sebagai sebuah sistem yang berusaha mengalirkan bola secepatnya ke jantung pertahanan lawan, sehingga terjadi kemelut dan berujung gol. Biasanya Kick and Rush dimotori permainan para pemain sayap. Persipura memakai Gunansar Mandowen, Friska Womsiwor untuk mengumpan dari sayap dan striker Hilton Morera serta Marcel Sacramento siap sambut dengan heading.

Namun skema ini ternyata tak maksimal, bahkan saat bermain tandang Persipura tak pernah menang hanya imbang dan kalah. Pertandingan terakhir kalah 2-0 saat meladeni Bali United yang musim lalu dikalahkan Persipura.

Di tahun 90-an pola permainan langsung alias kick and rush ini pudar seiring dengan berkembangnya gaya sepak bola modern. Pelatih-pelatih mulai serius merubah taktik bermain, posisi pemain, pun dengan jebakan offside. Pola Kick and Rush menjadi kian mudah diantisipasi.

Meski pola bermain Kick and Rush murni sudah dianggap ketinggalan zaman, filosofi mereka tetap memberi warna bagi sepak bola dunia dan kehadirannya patut diapresiasi, seperti jogo bonito dari Brasil, total football dari Belanda, catenaccio dari Italia dan tiki taka dari Spanyol. Persoalannya pelatih mana yang cocok menggantikan posisi Persipura yang telah ditinggal Peter Butler? So pasti pelatih asal Brasil atau pelatih yang punya naluri bermain serang dan mengenal betul karakter pemain Persipura.(*)

Dommingus Mampioper/GoalPapua

 

Berikan Komentar Anda