BALIK ATAS
Pihak Korban Minta, Polisi Ungkap Pelaku Penabrak Motor Di Kali Bumi Nabar
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaktur PAPUALIVES.COM 21st Januari 2019
| 169 DIBACA
Suasana Perjanjian Waktu Pihak Korban Bersama Kepolisian Terkait Pencarian Pelaku Penabrak Motor Yang Menewaskan 2 Orang Korban (Foto : Christian Degei/PapuaLives)

Nabire,Peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang telah terjadi pada Minggu (20/1/2019) kemarin di Kali Bumi, Nabire Barat (Nabar) menewaskan dua orang korban. Telah diketahui bahwa kedua korban tersebut atas nama Yanuarius Tebai dikatakan meninggal dunia dan Anton Boma telah mengalami luka parah yang sedang menjalani perawatan medis di rumahnya.

Laka lantas itu juga terjadi pada pukul 07:15 malam hari. Terkait peristiwa penabrakan tersebut, korban atas nama Anton Boma menjelaskan bahwa, pertama dirinya bersama temannya yang diboncengi dengan motor Megapro DS 4372 KI atas nama Yan Tebai dari arah kota menuju kerumah dan ada mobil Pick Up dari arah Wanggar ke kota namun mobil pick up tersebut curi jalur sehingga langsung menabrak kedua orang tersebut.

Mobil pick up berwarnah hitam dapat dikendarai oleh seorang sopir laki-laki dan dirinya mengakuh, dia adalah seorang anggota polisi.

Setelah kejadian mobil pick up serta sopirnya dapat dijemput oleh Mobil Sabara namun  sayangnya mobil sabara tersebut dirusak kecanya oleh pihak korban.

Anton Tebai selaku pihak korban meminta polisi harus ungkap pelaku penabrak motor karena setelah kejadian tersebut pelaku diselamatkan oleh pihak kepolisian yang hadir pada malam hari di TKP.

“Setelah menabrak, dirinya mengakuh anggota polisi dan yang bersangkutan pula dapat diselamtkan oleh polisi yang hadir di TKP,”kata Tebai.

Polisi yang hadir di TKP berjumlah 2 orang anggota bersenjata lengkap namun sayangnya SABARA tersebut dirusak oleh pihak korban karena pelaku mengakuh anggota polisi sehingga pihak korban melampiaskan emosinya.

“Kami minta kepada pihak kepolisian harus mencari tahu keberadaan pelaku penabrak. Karena, kedua korban atas nama Yan Tebai meninggal dunia dan Anton Boma mengalami luka parah,”mintanya.

Dalam kesempatan itu pula pihak korban bersama kepolisian melakukan perjanjian terkait pengumpulan data dan mencari tahu keberadaan pelaku.

Perjanjian itu dapat diputuskan satu minggu dan pihak korban bakal ditunggu sampai satu minggu, namun menurut pihak korban setelah melewati batas perjanjian itu tidak ada respon dari kepolisian terkait pelaku maka pihaknya akan memalang jalan sampai masalah tuntas.

Kami sudah melakukan perjanjian sampai satu minggu jadi setelah melewati batas waktu sampai tidak ada respon dari pihak kepolisian maka kami akan memalang jalan sampai masalah ini tuntas. Harus melakukan proses hukum secara adil sampai masalah tuntas,”tegasnya.

Degei Thian

Berikan Komentar Anda