BALIK ATAS
Pilihan Itulah Hukum Kehidupan
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 10th Oktober 2014
| 1016 DIBACA
Foto : simbol hidup=pilihan / ist

Tuhan Allah menciptakan alam
semesta serta segala isinya dan kita manusia berdasarkan hukum hukumNya.
Banyak orang menyebut hukum alam adalah sebab akibat, dan lain lain.
Tapi, pada dasarnya itulah yang disebut Hukum Tabur Tuai. Apa yang kita
tanam pasti kita tuai. Itulah hukum yang telah ditetapkan Allah.

Puji
Tuhan Yesus, saya baru mengerti dengan benar satu bagian ini bahwa,
hidup adalah pilihan itulah hukum kehidupan yang telah ditetapkan oleh
Sang Pencipta Agung kita dalam kehidupan manusia di bumi ini.
Saya
memahaminya begini, dalam hidup ini kita diberi kehendak bebas untuk
memilih dua sisi kehidupan yakni Baik dan buruk atau yang disebut Jahat.
Untuk membenarkan argumen ini, kita kembali ke awal penciptaan manusia
saat Tuhan menempatkan Adam taman Eden. Dan mengatakan kepadanya,
“Semua
pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya. Tetapi, pohon
pengetahuan tentang yang baik dan jahat itu, jangan kau makan buahnya,
sebab pada hari engkau memakannya, pasti engkau mati”.
Kejadian, 2:16-17
Firman ini membenarkan pandangan saya yang mengatakan Hidup Adalah Pilihan Itulah Hukum Kehidupan
seperti judul dari tulisan ini. Jadi, manusia yakni Hawa dan adam
memakan dari buah tersebut adalah kehendak mereka sendiri untuk
memakannya dari keinginan hati mereka atas godaan Iblis.
Berarti
saya bisa membenarkan tulisan saya ini dengan judul tersebut. Agar
lebih memperkuat argumen dari tulisan saya ini, Tuhan Yesus pernah
katakan begini,
“Lebih mudah langit dan bumi ini lenyap dari pada satu dari titik hukum Allah dibatalkan atau ditiadakan”.
Ketika
Adam dan Hawa memakan dari buah yang dilarang Tuhan Allah, mereka
menjadi telanjang karena telah mengetahui akan kehidupan yang baik dan
jahat. Itulah gambaran dari hidup adalah pilihan itulah hukum kehidupan
yang saya pahami.
Hidup Manusia di Bumi  
Taman
eden sesungguhnya merupakan gambaran hidup kita saat ini, sehingga kita
tidak bisa mempersalahkan kedua nenek moyang kita. Hidup manusia telah
terjadi demikian. Itu semua dikarenakan kehendak kita manusia.
Menurut
saya, buah yang dimakan kedua nenek moyang kita telah menempati hati
mereka sehingga kitapun mengalaminya. Saya berpendapat begini, buah
pengetahuan tentang yang baik dan jahat itu merupakan pengalaman hidup
nyata kita di bumi ini yang bersumber dari hati kita.
Jadi,
sesungguhnya sumber hidup kita manusia di bumi ini ada dalam hati kita.
Hati kita adalah sumber dari kehidupan itu sendiri dan akan menjadi
pengalaman nyata dalam kehidupan kita masing masing, tergantung kehendak
hati kita untuk memilihnya.
“Bukankah
kehidupan manusia di dunia ini berawal dari Keinginan manusia itu
sendiri, sehingga keinginan itu menjadi nyata setelah manusia mengetahui
akan baik dan jahat”.
Sebenarnya kita masing masing
berbicara dalam hati dan pikiran kita tiap saat untuk memilih pengalaman
hidup yang kita inginkan dari dua sisi kehidupan tersebut. Ketika kita
memilih yang baik pasti kita akan menjadi baik, dan ketika kit pilih
yang jahat pasti kita akan jahat. Itu semua menjadi nyata dari kehendak
keinginan kita sendiri. Sehingga memang benar bahwa Tuhan Yesus telah
mengatakan,
“Tidak seorangpun  yang dapat
katakan Kerajaan Allah itu ada disana dan disini, kata Yesus,
sesungguhnya kerajaaan Allah itu ada dalam diri kita manusia”.
Jadi,
sumber kehidupan kita manusia ada dalam diri kita sendiri. sehingga,
jangan cari dimana mana karena ada dalam diri tiap kita yakni Hati kita,
entah itu baik dan jahat. Surga (Tuhan) itu adalah segala hal yang
bersumber dari keinginan baik, dan Neraka (Iblis) juga ada dalam hati
kita yakni segala hati dan pikiran kita yang jahat.
Ada
catatan yang pernah saya tulis beberapa bulan lalu, Kita adalah Tuhan
dan Iblis yang selalu kita sebut Iblis dan Tuhan itu. catatan tersebut
saya tulis dengan dasar berpikir seperti ini. sehingga,
“Tuhan Yesus itu luar biasa, kita yang percaya kepadaNya disebut anak anak Allah”.     
Jadi
sebelum kita percaya kepada Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kita
adalah bagian dari Iblis yang mengikuti segala kehendaknya akibat
keinginan kita sendiri. Tapi, Allah itu Maha Kasih, sehingga memberikan
AnakNya yang Tunggal Tuhan Kita Yesus Kristus untuk tebus kesalahan kita
dari tangan Iblis.
“Jadi, Darah Tuhan Yesus
adalah UangNya Allah untuk membayar segala pelanggaran dosa kita agar
kita terluput dari kematian kekal bersama Iblis”.
Perasaan
adalah anugerah yang luar biasa dalam hidup, inilah yang akan
memberitahukan apa yang akan kita dapat. Satu perasaan baik dan satu
perasaan buruk atau jahat dan akan membuatnya menjadi nyata dalam
kehidupan kita masing masing.
“Perasaan jelek
atau perasaan negatif dan buruk, baik yang kita anggap ‘rasa bersalah’
atau kemarahan, atau frustasi, semua terasa hampir sama — perasaan
tidak enak atau Jahat.  Sementara perasaan baik, perasaan adanya
harapan, kebahagian atau cinta kasih, semuanya itu adalah perasaan
baik”.
Jadi, sebenarnya sangat sederhana. Sudah ada
disini. Jawabannya, Apa yang sedang kita pikirkan sekarang? Bagaimana
rasanya? Terasa baik? Bila terasa baik sekali. Saya kita wajib lakukan
itu.
Perasaan kita adalah mekanisme umpan balik kita
memberitahu jalan ini tepat atau tidak, apakah tepat sasaran atau tidak.
Semakin baik terasa, semakin sejalan dengan tujuan kita. Semakin jelek
perasaan kita, semakin jauh dari tujuan kita. Sehingga kedua hal
tersebut akan menjadi nyata dalam kehidupan nyata kita.
Sebenarnya
kita manusia adalah pemilih pemilih hebat untuk menentukan dunia
kehidupan kita sendiri dari apa saja yang kita inginkan oleh perasaan
hati kita, entah itu yang baik dan buruk dalam kehidupan tiap diri kita.
“Bukankah
Sang Pencipta Agung telah menetapkan hidup manusia di bumi ini adalah
untuk memili kedua hal tersebut ?  Itulah Hukum Kehidupan  untuk memilih
Baik dan Jahat dalam artian  akan menjadi pengalaman yang baik dan
buruk dikehidupan kita masing masing”
Pikir dan renungkanlah itu…
Tidak
ada orang yang dapat memaksa kita untuk berubah, hanyalah kita sendiri
yang dapat melakukannya dari kesadaran kita sendiri. Kesadaran itu akan
muncul ketika kita memahami tulisan dari catatan kecilku ini yang
menjelaskan dengan ringkas, apa arti hidup ini.
Allah Bapa Anak dan Roh Kudus pasti memberkati dan menyertai kita semuanya…!!!
Mulyono’Mnukwari, 141007

Natan Pigai

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM