PMKRI Dorong Masalah Papua ke Jaringan Internasional

Sekretaris-Daerah-Prov.Papua-Heri-Dosinaen-mewakili-Gubernur-Papua-Lukas-Enembe-saat-memberikan-sambutan-dalam-acara-Rakernas-PMKRI.-Foto-Icahd.
Suasana Rakernas VIII PMKRI Yang Digelar di Jayapura (Foto:Ist)

Jayapura,Ketua Umum PMKRI Pusat Angelo Wakakeko mengungkapkan, pesan utama yang mau disampaikan PMKRI dalam Rakernas VIII adalah mendorong masalah Ekologi berdasarkan ensiklik Paus atas terjadinya kerusakan ekologi yang luar biasa. Hal kedua menyangkut makin meningkatnya radikalisme di Indonesia.Meningkatnya radikalisme di Indonesia jadi perhatian PMKRI untuk kembali mengingatkan bahwa, masalah radikalisme terjadi karena tak dimaknainya Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Tak dipahaminya Pancasila dalam kehidupan berbangsa mengakibatkan munculnya paham paham yang mengarah pada radikalisme yang selama ini mencederai toleransi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Angel Wakakeko di sela Rakernas PMKRI VIII di Grand Abe Hotel Kota Jayapura, Senin( 25/6/2016). Rakernas PMKRI secara spesifik akan membahas permasalahan Papua, terutama Pelanggaran HAM. PMKRI mendorong terwujudnya keadilan sosial dan kemanusiaan.

Dia menyatakan, PMKRI saat ini justru kuatir ketika persoalan persoalan pelanggaran HAM dan Kemanusian di Papua diabaikan dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan orang Papua di Tanah Papua dan diluar Papua. PMKRI akan terus menyuarkan hal itu.

Ia menjelaskan, PMKRI sudah ada sejak 1963, dalam rakernas ini berusaha merumuskan persoalan persoalan untuk di bawah ke tingkat nasional. PMKRI lebih merasa sakit ketika persoalan kemanusiaan terabaikan. PMKRI dengan jaringan internasionalnya akan terus menyuarakan masalah Keadilan Sosial dan Kemanusiaan, termasuk masalah yang dihadapi orang Papua akan disuarakan melalui momentum Rakernas VIII

Menurut Ketua Umum PMKRI Pusat ini, Negara salah melakukan pendekatan terhadap semua gejolak yang terjadi di Papua maupun luar Papua, padahal pila pendekatan represif itu sudah selesai atau bisa dikatakan tak modern lagi. Kalau sampai masih melakukan pendekatan represif, selama itu masalah tak akan terselesaikan. PMKRI dengan tegas minta kepada Pemerintah dalam hal ini Presiden JOKOWI untuk melihat masalah ini, sebab dalam Negara ini, tidak ada yang namanya masyarakat kelas dua, sebab tidak dibenarkan menempatkan masyarakat dalam suatu suku atau budaya tertentu, semua secara wajar ditempatkan sama.

Menurut dia, kita jangan omong saja masalah Jogya, sebab masalah Papua ini banyak dan menumpuk, bukan hanya jogya saja. Kita berharap action, kerja dari Pemerintah, dimana Presiden JOKOWI lagi membangun Papua, satu sisi masalah masalah pelanggaran HAM terjadi di Papua, ini yang mungkin lebih diperhatikan.

PMKRI  mengecam keras soal soal kemanusian di Papua dan masalah ini perlu terus menerus didorong. Jangan sampai masalah Jogya menambah kegagalan Negara dalam menyelesaikan masalah.

BintangPapua.cOm

Berikan Komentar Anda

Recommended For You