Balik Atas
Politik: Amanah atau Pencitraan
 
Pewarta: Redaksi Edisi 20/01/2019
| 285 Views
Roberth Yewen (Foto: Dok.Pribadi)

(Refleksi Menjelang Pemilu)

Oleh: Roberth Yewen

Presiden Amerika Serikat (AS) ke 16, Abraham Lincoln pernah mengatakan bahwa “demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Oleh karena itu, semua hal yang dilakukan atas nama demokrasi dan politik harus benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat.

Jika seseorang diberikan kepercayaan dalam jabatan politik, seperti Presiden, Gubernur, Bupati, dan anggota DPR, baik di pusat sampai ke daerah, maka jabatan tersebut adalah amanah yang diberikan rakyat sebagai bentuk dari kepercayaan masyarakat terhadap orang tersebut.

Dengan demikian, jabatan politik yang dimaksud ini bukan digunakan hanya untuk mencari pencitraan di tengah-tengah masyarakat, tetapi jabatan tersebut dijadikan sebagai amanah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat umum, dibandingkan dengan kepentingan politik sektoral semata.

Politik harus dipandang sebagai amanah atau tanggung jawab yang diberikan rakyat kepada para pengaku kepentingan dalam dunia politik. Dan politik bukanlah sebuah pencitraan yang hanya dijadikan sebagai alat untuk kekuasaan semata, tanpa memperjuangkan kepentingan masyarakat secara umumnya.

Ada pepatah mengatakan bahwa “jika anda menjadikan amanah atau tanggung jawab diatas segala tindakan anda, maka dengan demikian anda akan menuai hal yang positif”. Hal ini yang harus diperhatikan oleh seorang politisi yang diberikan tanggung jawab atau amanah, agar dapat menjalankannya dengan sungguh-sungguh, karena hasil yang dituai nanti akan berdampak terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

Amanah atau tanggung jawab yang diberikan oleh rakyat untuk menduduki kekuasaan tidak boleh dijadikan sebagai ajang mencari popularitas dan pencitraan semata, tetapi harus dijadikan sebagai tanggung jawab mulia, untuk dipertanggung jawabkan dengan tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

Jika seorang politisi diberikan jabatan politik, tetapi digunakan hanya untuk mencari popularitas dan pencitraan, maka kemungkinan besar kedepan tidak akan mendapatkan kepercayaan atau tanggung jawab lagi dari masyarakat.

Harus Tepati Janji dan Tidak Boleh Ingkar Janji

Jika kita simak dengan seksama pemilu tahun 2019 ini dan pemilu-pemilu sebelumnya, teryata banyak visi dan misi dari masing-masing pasangan calon (paslon) yang muncul di berbagai spanduk dan pamflet yang bertebaran di pinggir jalan, di rumah-rumah, bahkan ada yang terpampang di setiap kendaraan roda empat.

Dari visi dan misinya ini tentu bervariasi kata-kata yang dipaparkan, sebagai wujud dari menarik simpati konstituen atau masyarakat, sehingga dapat menentukan pilihannya. Bahkan dengan ada paslon yang membuat visi misi seperti misalnya, siap jungkir balik demi rakyat, pilih yang terbukti dan bukan yang janji, dan berbagai visi misi lainnya.

Visi dan misi yang dibuat tentu bukan sekedar hanya sebuah tulisan dan kalimat yang terpampang di dalam spanduk yang bertebaran di berbagai sudut kota hingga ke pelosok kampung-kampung, tetapi ini merupakan janji iman yang harus di tepati ketika kelak dipercayakan oleh rakyat sebagai pemimpin di dalam dunia politik.

Jika kita simak dari setiap pemilu yang terjadi, banyak para pemimpin yang terpilih dan diberikan amanah oleh rakyat tidak dapat menjalankan janji-janji politiknya secara baik. Bahkan ada yang menjalankan janji politiknya, tetapi masih setengah hati dan belum sungguh-sungguh. Namun demikian, ada juga para pemimpin politik yang terpilih dan mampu mengimplementasikan janji-janji politiknya secara baik.

Kita sadari bahwa jabatan politik hanya bisa bertahan 5 tahun sekali dan bahkan bisa 10 tahun, tetapi jika waktu ini tidak dimanfaatkan secara baik oleh para politisi, untuk mewujudkan janji politik yang terpampang dalam visi dan misinya, maka kepercayaan publik akan semakin menurun terhadap pemimpin tersebut.

Politik adalah amanah dan tidak boleh politik dijadikan sebagai alat untuk pencitraan. Karena, amanah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya itu, tetapi mampu mewujudkan janji-janji politik melalui visi dan misi yang disampaikan selama kampanye berlangsung . (***).

Penulis adalah Wartawan Harian Cenderawasih Pos di Jayapura

 

Berikan Komentar Anda
Link Banner