Pria Bejat di Duga Perkosa Adik Iparnya Yang Masih Duduk di Bangku SD

Kapolsek Nabire Kota, Kompol. Amon Ruwayari (Foto: Dree/PapuaLives)

Nabire, Kembali Terungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan yang menimpa korban Bintang nama samaran (10 thun), anak masih di bawah umur, dan korban kali ini diketahui masih duduk di bangku salah satu Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kota Nabire, Papua.

Kakak kandung Korban berinisial RB (22 thn) yang di ketahui adalah istri dari di duga Pelaku AA (24 tahun). kepada Wartawan, RB menuturkan Kronologi kejadian berawal pada hari jumat malam 22 maret 2019, RB bersama suaminya AA (pelaku) bertandang di salah satu rumah temannya RB pada sekitar pukul 22.00 wit. malam, namun pada saat itu pelaku pamit kepada istrinya RB (kakak korban) untuk pulang terlebih dahulu kerumahnya.

Lanjut RB kaka korban, selang beberapa waktu, RB merasakan firasat yang aneh dan saat itu pula RB mutuskan untuk kembali kerumahnya,”tutur RB.

“Setibah di rumahnya, RB (kakak korban) mendapati pelaku (suami RB) sedang berbaring dikamar keluarganya, lalu RB (kaka korban) menengok adiknya yang sedang tidur di kamar sebelah. namun RB (kaka korban) mendapati adiknya bukan sedang tidur, namun adiknya sedang menangis sedih di kamarnya,” jelas RB.

“Setelah melihat korban menangis, RB (Kaka korban) langsung bertanya kepada korban, “kenapa kamu menangis, dengan polos korban menjawab bahwa tadinya AA di duga (pelaku) masuk ke-kamar tepat dimana korban tidur dan pelaku merabah-rabah kemaluan korban menggunakan tangannya. mendengar hal tersebut, RB (kakak korban) kembali bertanya kepada suaminya AA diduga pelaku, “apa benar kamu merabah kemaluan adik saya, namun pelaku mengelak, lalu AA (pelaku) berkata, “saya hanya membelai rambutnya. Lalu RB (kakak korban) kembali bertanya terkait hal tersebut kepada korban, “apa sebelumnya pernah pelaku melakukan hal serupa, dan korban dengan polos menjawab kepada RB (kakak korban) bahwa, Pada bulan Desember Pelaku pernah melakukan hal yang bejat, dimana pelaku pernah memasukan alat kelaminnya di kemaluan korban,” tutur RB.

RB tidak terimah setelah mendengar pengakuan korban, RB (kakak korban) pada ke esokan harinya sabtu 23 maret 2019 langsung bertindak dan melaporkan tindakan bejat suami AA yang di duga Pelaku kepada kepada pihak yang berwajib,” terang RB (Kaka Korban)

Setelah dikonfirmasi, Kapolsek Nabire Kota Kompol. Amon Ruwayari di ruang kerjanya senin, 25 maret 2019, Kapolsek nabire kota Membenarkan hal tersebut. “Kami telah menerimah laporan dari Istri AA (Pelaku) pada hari sabtu 23 maret 2019, setelah menerima laporan kami menanggapi dan menindak lanjuti serta langsung menangkap pelaku, dan pelaku saat ini kami tahan dan amankan guna untuk di ambil keterangan, serta kasus ini kami sedang dalami,” ungkap kapolsek.

“Dalam hal ini kami sudah berkordinasi dengan pihak medis untuk melakukan visum terhadap korban, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak perlindungan anak yang ada di kota nabire guna untuk pendampingan terhadap korban, karena korban di ketahui masih di bawa umur. Selain itu, Istri pelaku juga mengaduhkan di mana ia sering mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang di lakukan oleh AA pelaku,” Ucap Kapolsek.

“Lanjut kapolsek, kami telah melakukan tindakan untuk mengungkap kasus tersebut dengan mengintrogasi pelaku dan sampai saat ini sudah ada pengakuan pelaku yang mengarah kepada tindakan dugaan pemerkosaan serta pelecehan terhadap korban Bintang (nama samaran) yang di ketahui korban masi dibawah umur dan korban juga masih duduk di bangku sekolah dasar kelas enam (6) di salah satu Sekolah dasar (SD) yang ada di kota Nabire,” jelas kapolsek.

Masih lanjut Kapolsek, “Kami masih menunggu hasil visum dari pihak medis, dan jika terbukti, Pelaku akan di jerat dengan UU perlindungan anak pasal 81 ayat 1 no 17 tahun 2016 dengan Ancaman pidana paling singkat 5 tahun Penjara dan Paling lama 15 tahun Penjara dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah),” tutup Kapolsek.

Di tempat yang berbeda, orang tua serta saudara korban kebertan dengan kasus yang menimpah anaknya, Ibu kandung korban meminta agar pihak yang berwajib menghukum pelaku seberat-beratnya, mengingat perilaku pelaku di anggap seperti binatang yang tega memperkosa adik iparnya sendiri yang masih di bawa umur,” ucap ibu kandung korban dengan nada sedih.

Redaksi

Berikan Komentar Anda

Recommended For You