BALIK ATAS
Proyek Tangguh Train 3 Diputuskan Tepat Waktu Karena Tak Diganggu
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 2nd Juli 2016
| 655 DIBACA
Menteri ESDM, Sudirman Said, (Foto:Detik.com)
Menteri ESDM, Sudirman Said, (Foto:Detik.com)

Jakarta –Proyek LNG Tangguh Train 3 bisa mulai dilaksanakan, setelah diserahkannya empat dokumen persetujuan dari SKK Migas kepada BP Berau, selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) alias Operator Train 3 Tangguh.

Menteri ESDM, Sudirman Said, mengatakan proyek ini bisa dilaksanakan tepat waktu karena tidak adanya gangguan.

“Proyek Tangguh ini tepat waktu karena dikelola secara transparan dan profesional. Sehingga terhindar dari gangguan,” kata Sudirman, usai penyerahan dokumen proyek Tangguh Train 3, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Sudirman menjelaskan, gangguan yang biasa dihadapi pada setiap proyek strategis migas adalah, diurus oleh orang yang tidak kompeten, ada campur tangan dari mereka yang tidak memiliki otorias, lalu ada politisasi, dan kemudian adanya vested interest.

“Proyek ini bisa selesai berkat kerja sama semua pihak. Dan ini menjadi bukti bahwa sebuah program bisa cepat diputuskan selama tidak diganggu. Bersih dari kepentingan orang-orang yang tidak berkepentingan. Dan semua dilakukan murni dengan hitungan komersial dan semua dihitung dengan aspek bisnis bukan karena kepentingan,” papar Sudirman.

“Antara Pemerintah Pusat dan Daerah saling menghormati dan tidak menyimpan kepentingan, maka proyek strategis akan cepat bisa diputuskan seperti Tangguh ini,” ungkap Sudirman.

Memang tercatat, ada beberapa proyek yang sempat tertunda dan tidak jelas nasibnya, seperti proyek LNG Masela, yang tidak jelas karena perdebatan apakah akan dibangun di tengah laut atau di darat.

Kemudian juga soal investasi tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia di Papua. Proyek ini menunggu kejelasan soal jaminan perpanjangan kontrak Freeport. Perusahaan ini tidak mau menggelontorkan dana investasi besar, bila perpanjangan kontrak belum dipastikan.

Proyek Kilang LNG Tangguh Train-3 dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor mitra utama SKK Migas yang memegang saham mayoritas, yakni 37,16%. Terdapat enam kontraktor mitra Tangguh lainnya yang digandeng BP, yakni: MI Berau BV (16,30%), CNOOC Muturi Ltd (13,90%), Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd (12,23%), KG Berau/KG Wiriagar (10,00%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc (7,35%), dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd (3,06%).

Kilang LNG Tangguh Train 3 ini besar artinya bagi Program 35.000 MW. Sebesar 75% dari produksi tahunan LNG dijual ke PT PLN (Persero). Itu setara dengan 3.000 MW listrik bagi Indonesia.

Detik.com/admin

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM