Puisi Karya Mia Yumbun : Hal II
Posted by Redaksi on 21st Juli 2018
| 117 views
Mia Yumbun (Doc Pribadi)

PUISI DESAKU

 

Desaku

Desaku engkau permadani yang indah

Sinarmu menyinari jiwaku

Mulutku tak mampu bergumam

Ketika ku lihat engkau diselibungi syair embun

Dan awan yang indah

Terhibur nyaniyian unggas yang merdu

 

Desaku engkau bagaikan perisai

Memberi harapan kepada putra-putrimu

Untuk selalu tersenyum

Menata masa depan yang cerah

 

Namun engkau selalu tak dikenal

Di sudut hutan dan pegunungan

Engkau dilupakan oleh dunia

Hingga engkau bagaikan rumah tak dihuni

 

Namun aku selalu berharap

Suatu saat, engkau bangkit dan berdiri dengan kokoh

Dengan semua mata rantai-mu yang kuat

Yang tak dapat ditanding sekalipun dunia bersatu.

Karya Maria Yumbun

 

 

PERJUANGAN PANTANG MENYERAH

Jangan pernah menyerah

Sebelum kau mencobanya

Teruslah maju pantang mudur

Tuk nggapai sejuta bintang di langit

 

Teruslah bermimpi tuk menciptakan dunia baru

Meskipun tongkatmu tak sekuat impianmu

Tetaplah berpijak pada tujuamu

Maka engkau akan menacapainya

 

Jika kau tak mampu maju selangkah

Disitulah kau akan gagal

Tuk menyusuri seluruh tata surya

Sehingga kau merasa, tak mampu bernafas

 

Berusahalah untuk menjadi yang terkuat

Agar kau tak mampu digoyahkan

Sekalipun seribu pasukan menentangmu

Kau tetap kuat bagaikan sebuat istana megah

 

Tetaplah menjadi sebuah istana megah yang kuat

Yang mampu menahan badai dan ombak

Dalam seribu tahun

Bahkan seribu abad

 

Pancarkanlah sianarmu ke seluruh penjuru dunia

Bahwa engkau adalah sebuah istana megah

Yang bertahan dalam deruhnya badai dan ombak

Maka namamu akan dikenal dunia

Meskinpun dunia tak melihatmu.

 

Karya, Maria Yumbun

 

SUARA PEREMPUAN PAPUA

Wahai perempuan papua

Janganlah engakau terbuai

Dengan berjuta janji palsu

Bangkitlah untuk menntangnya

 

Beridirilah dihadapan para penindas

Untuk membela negrimu

Jangan pernah engkau takut

Demi melindungi tanah adatmu

 

Pusakamu habis dikeruk orang

Mengapa engkau tak menyadarinya ?

Mengapa engkau membisu tanpa bersuara ?

Untuk menantang semua hal yang tak pernah benar

 

Engkau perempuan papua

Engkau dilahirkan Ibu diatas tanahmu sendiri

Engkau dibesarkan Ibu di Negrimu

Dengan tujuan untuk engkau mampuh, menjaga Negrimu

 

Engkau cendrawasihku yang indaha

Namaun mengapa engkau merusaknya ?

Mengapa engkau dibodohi oleh berbagai kepalsuan ?

Engkau perempuan papua yang cerdik dan cerdas

 

Namun mengapa engkau mudah dibodohi ?

Perempuan papua bukalah sayapmu yang indah

Untuk bangkit dari surga kecilmu

Yang sedang diperbincangkan Dunia

 

Bagaimana engkau mampu mengatasinya

Sedangkan engkau sendiri mudah dibodohi

Apa yang bisa engkau lakukan

Ketika surga kecilmu diambil orang

Perempuan papua berdirilah didepan

Sebagai ratu pemilik surge kecil

Jangan takut, jangan gentar,dan jangan mundur selangkahpun

Siapakah yang akan membelanya

 

Perempuan papua engkau adalah Cendrawasih

Engkau adalah emas, berlian, dan tembaga

Tetapi mengapa engku tak menjaganya ?

Tampilah sebagai sang ratu, penentang kepalsuan

Tunjukanlah kemampuanmu bahwa engkau mampuh

Melindungi surge kecilmu

Jadilah perempuan papua yang hebat

Yang tidak mudah dibodohi

Sekalipun ditanding Dunia.

 

Karya Maria Yumbun

Penyair adalah mahasiswa asal Keerom, kuliah di Yogyakarta.

 

 

 

Berikan Komentar Anda
TENTANG KAMI REDAKSI IKLAN SITE MAP PRIVACY POLICY