BALIK ATAS
Puisi-Puisi Mia Yumbun
Diterbitkan Oleh: Redaktur Date 6th Juli 2018
| 77 Dibaca
Mia Yumbun (Foto: Doc Pribadi)

 

1, Cintaku untuk Engkau

Jantungku tak mampu berdetak

Jika kau tidak disisiku

Aku hanya ingin bersamamu

Dalam setiap langkahku

 

Malam semakin larut

Dan aku tak dapat menipisnya

Bayanganmu semakin

Membuatku tak sadar

Hingga aku terbenam dalam

Sepinya malam

 

Hari demi hari datang dan berlalu

Detik demi detik datang menghampiriku

Menawarkan cerita indah tentangmu

Dalam suasana yang tak dapat dikendalikan

 

Gejolak dalam hati yang semakin kuat

Membuatku tak mampu menahannya

Dan saat itulah aku tahu

Bahwa aku mencintai dirimu

Kasih.

Kaya, Mia Yumbun

 

2. Ayah-ku Bukan Musuh-mu

Ayah engkau bagaikan musuh

Ketika dipandang semua orang

Setiap langkahmu diawasi

Setiap deritamu diejek

 

Jalan hidupmu penuh derita

Engkau bagaikan kain tak bermakna

Yang ditinggalkan tanpa dilihat

Disela kebisingan dunia ini

 

Ayah mengapa semua ini terjadi pada dirimu

Engkau bukan seorang

Penghianta atau penjahat

Namun mengapa mereka

Berbuat demikian kepadamu

Engkau melodi dalam kesunyian namun

Mereka tak menyadarinya

 

Ayah katakanlah kepadaku

Agar aku membantumu

Melintasi derita yang tak kunjung henti

Sambil senyum bersama menuju hari esok.

Karya, Mia Yumbun

 

3. Ibu Engkaulah Mentariku

Ketika hari mulai pagi

Suara jangkrik mulai terdengar

Ibu tersenyum bahagia

Berharap hari ini adalah, hari yang cerah

 

Mentari pagi yang terpancar

Menambah harapan Ibu yang kuat

Untuk memulai hari baru yang indah

Ibu melangkah menyusurui alam yang tertidur lelah

 

Dan Pada saat itu pula, mulai terdengar

Bunyi yang taka sing

Bunyi togok sagu melambung tinggi di uadara

Bagaikan suara burung raja wali

Di lembaran dusun sagu, yang tertatah rapi

 

Bunyi ramas sagu mulai terdenagar

Bagaikan rintik air hujan

Memecahkan kesunyian

Di lembah perbatasan

 

Karya. Mia Yumbun

 

4.  Ibu Engkaulah Mentariku

Wahai ibu-Ku engkau bagaikan mentari

Terbit pada pagi hari di ufuk langit yang cerah

Menyinari seluruh jiwa-Ku

Dengan sinar-Mu yang indah

Dan sejuta kasih kepada-Ku

 

Ibu engkaulah mentari-Ku, dalam lembah kensunyian

Engkau memberi harapan yang indah

Agar langkah-Ku tetap teguh

Ibu engkau mentari-Ku

Engkaulah tujuan hidup-Ku,

Engkaulah harapan-Ku

Dalam dunia yang fanah.

 

Engkau tak pernah mengeluh

Walau hidupmu tak seindah sinar-Mu

Engkau selalu tersenyum memberi kasih sayang-Mu

Kepada-Ku

 

Ibu ketika mentari pagi mulai tanpak

Ibu nyanyinkan syairan elegi menyambut sianar pagi;

Berharap hari ini adalah hari yang cerah

Ibu melangkah di setiap sudut rumah

Menyiapkan diri menuju tempat untuk mencari nafkah

 

Ketika tiba saatnya terdenagar

Bunyi yang taka asing lagi

Bunyi togok sagu bersahau-sahut

Di lembah kesunyian

Terima kasih ibu-Ku engkaulah harapan hidup-Ku.

Karya, Mia Yumbun

Berikan Komentar Anda