Balik Atas
Pulau Mettu Debi Adalah ‘Surga Kecil Yang Jatuh ke Bumi’
 
Pewarta: Redaksi Edisi 11/03/2015
| 1848 Views
tarian penjemputan   Foto: bintangpapua
Jayapura,10/03/2015,PAPUALIVES.COM- Kemarin, (Selasa, 10/3)
merupakan momentum bersejarah bagi Kota Port Numbay. Pasalnya, pada 7
Maret 1910 tahun silam, Injil pertama kali masuk ke Tanah Tabi melalui
Pulau Mettu Debi, yang kala itu dibawa oleh para penginjil dari Jerman
bernama, Pdt. FDS. Van Hasel dan diterima oleh Ondoafi Besar
Tobati-Enggros, Laurenz Mano, yang adalah teteh dari Walikota Jayapura,
Dr. Drs. Benhur Tomy Mano, MM.

Peringatan hari bersejarah tersebut
diperingati dalam bentuk ibadah syukur di Pulau Mettu Debi,
Enggros-Tobati, yang dihadiri oleh umat Tuhan di Kota Jayapura, Keerom
dan Sentani. Turut dihadiri oleh Sekda Provinsi Papua, T.E. Herry
Dosinaen.

Walikota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomy Mano, MM.,
mengatakan, patut disyukuri kepada Tuhan, karena Tuhan menghadirkan
Teluk Youtefa dan Pulau Mettu Debi sebagai surga kecil yang jatuh ke
bumi. Dan menjadi tempat yang sangat bersejarah dalam misi Injil di Kota
Jayapura. Dari Pulau Mettu Debi inilah, awal mula perkembangan Injil di
Tanah Tabi.

“Perayaan 105 tahun Injil di Tanah Tabi, patut kita
syukuri dan dihayati oleh anak-anak negeri Tabi atas sebuah kasih Allah
yang besar, bagi sejarah hidup tanah dan manusia Tabi. Kita harus
syukuri atas semua yang kita peroleh atas kebesaran dan kemuliaan
Allah,” ungkapnya dalam sambutannya pada Ibadah Syukur Pekabaran Injil
ke-105 Tahun di Pulau Mettu Debi, Enggros-Tobati, Selasa, (10/3). 

Baginya, arah dan kebijakan politik negara ini dapat berubah,
tapi iman dan kepercayaan kepada Tuhan Allah didalam Yesus Kristus,
tidak akan pernah berubah untuk selama-lamanya. Dan sampai hari ini,
Tuhan terus berkarya di Tanah Tabi untuk menawarkan karya keselamatan
kepada umat manusia.

Melalui Injil, telah menghasilkan banyak
anak-anak Tabi didalam karyanya, baik di Tanah Tabi maupun diseluruh
Tanah Papua diberbagai bidang kehidupan. Itu semua, sebagai bukti campur
tangan kasih karunia Allah. Oleh sebab itu sudah sepantasnya mensyukuri
itu dengan hidup dan bekerja/berkarya dengan sebaik-baiknya dan
sejujur-jujurnya disemua bidang kehidupan, serta takut akan Tuhan.
Karena hanya kemurahan Tuhan, kita boleh hidup dan bekerja.
“Kita
bersyukur itu berarti bukti kita mengagumkan kebesaran kasih Tuhan,
bersyukur berarti menandakan kita hidup bergantung sepenuhnya kepada
Tuhan, karena kita sebagai manusia tidak berdaya,” pungkasnya.

Injil Merupakan Suatu Kebangkitan
Sementara
itu Sekda Provinsi Papuya, T.E. Herry Dosianen, mengatakan, peringatan
Injil masuk di Tanah Tabi, merupakan suatu kekuatan kebangkitan, yang
tentunya berkaitan dengan visi misi Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP,
MH., dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., yaitu Papua
Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.


 “Hari ini Tanah Tabi mengucap syukur
kepada Tuhan, karena 105 tahun yang lalu, membuka lembaran sejarah
baru, karena dengan Injil kegelapan menjadi terang,” ungkapnya dalam
sambutannya Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., pada Ibadah Syukur
Hari Pekabaran Injil masuk di Pula Mettu Debi, Selasa, (10/3).

Untuk
itu, kita yang masih hidup ini, harus bersyukur dan terus meneruskan
perjuangan para leluhur kita terhadap tujuan dan makna pekabaran Injil
tersebut.
Kemudian, kita harus hidup dalam suatu kesatuan dan
persatuan, didalam kesatuan pelayanan. Dan kita yakin, suatu saat, apa
yang dijanjikan Tuhan diatas tanah terjanji pasti terwujud.
Lanjutnya,
pelayanan terhadap rakyat, menjadi tugas dan tanggungjawab kita semua.
Untuk itu, dirinya atas nama Gubernur Lukas Enembe, S.IP, MH., mengajak
semua warga Port Numbay untuk mendukung penuh kebijakan pembangunan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, agar kebijakan pembangunan yang
dihasilkan menjadi cahaya yang gemilang bagi Tanah Papua umumnya, dan
Tanah Tabi khususnya.

Ditegaskannya, atas nama Gubernur Lukas Enembe,
Sekda Herry Dosianen juga meminta kepada Walikota Jayapura, Bupati
Keerom, Bupati Jayapura, Bupati Sarmi, dan Bupati Mamberamo Raya, untuk
mengemas satu peraturan daerah mengenai setiap tanggal 10 Maret pada
setiap tahun berjalan adalah hari libur bagi Tanah Tabi. Karena itu
sebuah kekhususan bagi Tanah Tabi. Dan disini, Gubernur Lukas Enembe
sudah bersurat kepada Pemerintah Pusat agar tidak melakukan kunjungan
secara resmi ke Tanah Papua pada Hari Minggu. “Inilah suatu kekhususan
bagi kita di atas Tanah Papua ini, karena kekuatan kita yang luar biasa
adalah Injil. Pada kesempatan ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP,
MH., dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., mengucapkan
selamat HUT Kota Jayapura dan Selamat Hari Pekabaran Injil di Tanah
Tabi. Mari kita bersatu dan bersaksi bagi Tuhan,” pungkasnya
BINPAP/PAPUALIVES
Berikan Komentar Anda