Rektor USWIM Nabire Resmi Menutup KKN Angkatan XXX
Pewarta: Eman You
| 366 Dibaca
EDISI TERBIT: 12 Mei 2020
Drs, Petrus.I. Suripaty,M.Si. Rektor USWIM ketika menutup dengan resmi KKN angkatan XXX fakultas Fisip , Uswim Nabire (Foto:Eman/PapuaLives)

NABIRE- Sebanyak 53 Mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XXX, pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sadya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, yang seharusnya berakhir pertengahan Maret 2020 tersebut terpaksa tertunda hingga pertengahan bulan Mei 2020. Sehingga tepat, Senin (11/5/2020) bertempat di halaman kampus USWIM,resmi ditutup oleh Rektor USWIM Nabire Drs, Petrus.I. Suripaty,M.Si.

Dalam sambutan, Rektor Uswim Nabire mengumumkan semua peserta dinyatakan lulus. Dirinya menghibau untuk pengambilan sertifikat KKN langsung berhubungan dengan pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Ketika wartawan menghubungi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Dr. Chistin. M. Lewerissa,S.Sos,S.Pd, M.Si mengatakan, sejak bulan Februari 2020 lalu mahasiswa melaksanakan kiprahnya di kampung Uswim dan harus berakhir pada pertengahan maret 2020, namun harus tertunda karena corona hingga pertengah bulan Mei ini.

“Iya, anak langka tersebut adalah upayah pencegahan terhadap mahasiswa yang mengkuti KKN di kampus USWIM sehingga kami hentikan saat itu,”tutur Dr.Chiristin.

Dikatakan Dr. Chiristin, pademi corona belum diketehui sampai kapan berakhir . Supaya tidak menghambat study mahasiswa sehingga dirinya mendesak Rektor untuk tetap melaksanakan penutupan KKN.

Karena menurut, Dr.Chisitin, sertifikat KKN merupakan salah satu syarat administrasi yang harus di penuhi oleh setiap mahasiswa Tugas Akhir.

“Harus selesai KKN dulu barulah mahasiwa tersebut mengikuti seminar proposal atau rancangan penelitian, ujian skripsi dan wisuda. Itulah Protap untuk mahasiswa Tugas Akhir yang selama ini kita lakukan di USWIM, bulan Maret hingga Desember merupakan range waktu bagi mahasiswa tersebut,” ungkap Dr.Chiristin.

Dikatakan Dr. Chistin, disayangkan kalau pihak kampus tidak bergerak kemungkinan mahasiwa tersebut akan tunda lagi tahun lulusnya, padahal diantara mereka sudah bisa wisuda bulan desember tahun 2020 mendatang.

Karena itu, kata Dr. Chiristin, dalam kondisi terbatas berpedoman kepada edaran Pemerintah dan edaran Rektor, pihak kampus telah berkomitmen untuk tetap bergerak melakukan pelayanan on-line dan offline terbatas.

“Inilah stretegi yang diambil biar lambat tapi sukses dan selamat dalam rencana yang telah ditetapkan, ,”ungkapnya mengakhiri. (*)

Berikan Komentar Anda
Share Button