Rombongan MRP Bersama Masyarakat Meepago Telah Bertolak Dari Pelabuhan Jayapura Menuju Nabire

JAYAPURA – Kurang lebih 733 masyarakat asal wilayah Meepago dan rombongan MRP telah bertolak menggunakan kapal Ferry berjenis Sabuk Nusantara 81 pada Kamis 20/08/2020 pukul 18:00 Wit.
Masyarakat asal ini juga telah menunggu kepastian kerangkatan sejak 18 Agustus 2020, Kurang lebih dua hari malam masyarakat meepago bertambahan dan bermalam di pelabuhan Jayapura demi menunggu kepastian kebarangkatannya. Rencana kapal Sabuk Nusantara 81 ini akan di berangkatkan namun terlambat mengeluarkan surat ijin masuk Nabire oleh para Bupati assosiasi meepago oleh karena itu masyarakat meepago bertahan di pelabuhan Jayapura kurang lebih dua hari dua malam. Namun atas desakan Pihak MRP kepada para Bupati assosiasi meepago guna mengeluarkan surat ijin masuk Nabire, Akhirnya bersama para Bupati assosiasi mengeluarkan surat ijin melalui dinas perhubungan Nabire. Surat ijin masuk dengan nomor 552 / 141 / DINHUB ini yang telah di tanda tangani oleh kepala dinas perhubungan Nabire Alfius Douw S.Sos.

Anggota MRP yang mengantar dan mendampingi masyarakat meepago Edison Tanati Ketua Pansus Afirmasi yang juga utusan dari wilayah saireri, Ciska Abugau Utusan Meepago, Fransiskus Tekege, Meepago Petronella Bunapa Meepago, Natalia Kalo untusan dari Animha, Sara Ita Wakla utusan lapago.
Sementara itu Edison Tanati selaku Ketua Afirmasi mengatakan bahwa, Kami Majelis Rakyat Papua (MRP) sejak melanda Covid 19 di Papua kami telah membentuk tim kerja guna memulangkan masyarakat dari lima wilayah adat yang telah terdampak Covid 19 yang terlockdown di Kota Jayapura l, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Sarmi namun hari kami MRP antar masyarakat dari meepago dan kamuli juga telah memulangkan masyarakat dari Animha, Saireri dan yang Papua Barat.”katanya”.

Lanjut Tanati, sayangnya para Bupati assosiasi meepago lambat untuk mengeluarkan surat ijin masuk kemudian bagimana dengan para CPNS yang baru saja dari dari Kabupaten di Antaranya Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Karena keberangkatan ini kami utamakan para Masyarakat yang terlockdown kurang lebih 6 bulan dan bagi para peserta lulus CPNS formasi 2018.

Ciska Abugau mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa atas keputusan yang di ambil para Bupati assosiasi meepago. Pemerintah Provinsi Papua menuju New Nomal namun Parah bupati asosiasi meepago masih tutup pelabuhan kapal laut. Namum pertanyaannya?. Bagaimana dengan generasi muda kita yang ingin melanjutkan pendidikan di luar wilayah Meepago. Awal para Bupati assosiasi meepago tidak la yg i memberikan surat ijin masuk. Namun kita sebagai pemimpin yang berasal dari rakyat perlu untuk menghargai masyarakat karena mereka adalah aset negara. “Ujarnya”.

Berikan Komentar Anda
Share Button