BALIK ATAS
Rupiah Terpuruk, Diminta Pemerintah Segera Sikapi
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 29th Agustus 2015
| 1343 DIBACA
kata Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas,  Lidya Natalia Sartono, Jakarta
Lidya Natalia Sartono (Foto:Ist)

Jakarta,29/08/2015,PAPUALIVES.COM – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus batas Rp 14 per dolarsaat ini akan berdampak buruk bagi perekonimian nasional Indonesia. Untuk mencegah terjadinya krisis yang lebihmasif, diminta pemerintah segera mengambil langkah dan kebijakan yang kongkrit demi pemulihan perekonomian bangsa.

“Ambruknya ekonomi bangsa hari ini bukan hanya isu belaka, tetapi telah dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” kata Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas, Lidya Natalia Sartono, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Menurut Lidya, beberapa bulan lalu, mereka telah menyampaikan kepada pihak kementerian keuangan, bahwa akan terjadi dampak buruk bagi perekonomian bangsa ini. “ Sebelumnya,kami(PMKRI)audience dan menyampaikan hal ini kepada pihak Kementerian Keuangan, namun belum ada tindak lanjutnya,” ujar Lidya.

Lidya menyatakan,situasi perekonomian bangsa hari ini mengalami kegoncangan yang cukup besar, karena pihak pemerintah selalu menganggap enteng– dan tidak melakukan berbagai persiapan yang matang. “Pemerintah terlalu optimis dengan kinerja dan semangat kerja mereka dan melupakan dampak buruk yang akan terjadi, seperti sekarang ini,” jelas Lidya.

Padahal, menurut dia, pihaknya telah memperkirakan, jika pemerintah lamban melakukan langkah-langkah strategis untuk mencegah terjadinya dampak buruk perekonomian bangsa, maka Indonesia akan terperosok dalam krisis besar. “ Kami (PMKRI) sudah memprediksi saat itu, rupiah akan anjlok hingga Rp 15.000,” kata Lidya.

Lidya juga mengkawatirkan, jika kondisi ini terus dibiarkan akan berdampak buruk dan merembet ke segala aspek lainnya. “Kehancuran Indonesia sudah diambang pintu, jika hal ini terus diabaikan pemerintah,” tegasnya.

Karena itu, Lidyameminta Presiden Jokowi segera mencari jalan kelur untuk pemulihan keterpurukan perekonomian bangsa saat ini.” Hati-hati Pak Presiden (Jokowi) Anda dipilih dan dijaga oleh rakyat Indonesia, jika hal mendasar rakyat RI hari ini tidak dilindungi, jangan tanyakan lagi kenapa rakyat menurunkanmu,” kata Lidya dengan nada tegas.

Pengalaman 2008, Indonesia cukup berhasil keluar dari krisis ekonomi global. Perekonomian bisa tumbuh 4,7 persen pada 2009. Berkaca dari pengalaman ini, Indonesia juga akan mampu mengatasi situasi yang sangat menantang ini.

Thomas Ch. Syufi

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM