BALIK ATAS
SAKO Sang Raja Damai Maybrat
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 24th November 2016
| 1021 DIBACA

Benediktus Bame (Foto  :Ist)
Benediktus Bame (Foto :Ist)

“ Kisah Figur Pejuang Keadilan Sejati”

Oleh:Benediktus Bame

Kilas balik perjalan sebuah ketokohan yang begitu berjuang demi kebenaran dan keadilan sejati. Namun seorang tokoh memiliki idealisme keadilan, kebenaran dan berpihak kepada kaum tertindas memang tidak mulus dari berbagai cobaan yang membelengunya.

Sosok pemimpin santo dan sultan jadi kisah tersembunyi juru damai perang salib di abat ke 12 SM. Dimana seorang santo yang bernama Fransiskus dari Assisi berjuang dengan mati-matian untuk bertemu dengan seorang sulan untuk memperjuangkan kebebasan bagi kaum yang tertindas serta keadilan mulai dari Germani hingga menyebrangi menuju Italia.

Hal tersebut yang dilakukan seorang Santo Fransiskus karena ia tidak mau melihat rakyatnya menderita, tentu Fransiskus memulai membangun sebuah visi untuk menolong kaum tertindas. Kerap berkali Fransiskus ikut terlibat dalam perang yang sangat berkesan pada zaman akhir musim gugur 1202. Fransiskus duduk bersama prajurit mengambil posisi setengah mil dari pasukan Perugia yang sebelumnya berkumpul di seberang sungai tiber dekat Ponte San Giovanni. Sejarah singkat mengenai seorang santo dan sultan dimana seorang Santo Fransiskus dari Assisi menunjukan pribadi yang ingin merakyat di tengah-tegah peradapan kaum tertindas, miskin dan minoritas sekalipun hujan, Guntur, badai yang datang silih berganti santo tetap berteguh untuk berjuang dengan visi demi menemukan seorang sultan untuk memperjuangkan ketidakadilan yang kerap terjadi dibelahan dunia.

Oleh karena itu, hal yang sama dilakukan oleh Paus Fransiskus pemimpin tertinggi Umat Katolik sebagaimana perjalanannya di beberapa negara untuk membicarakan kaum yang sedang tertindas. Sang Paus memang benar-benar berpihak kepada kaum lemah, membangun keadilan, perasudaran dengan cinta kasih antara sesama Manusia.

Sosok Sagrim-Kocu dari Teropong Maybrat Papua Barat  menyimak rentetan peristiwa figur yang sosok berpihak kepada kaum tertindas, kaum marginal, kaum miskin yang tertindas oleh sistem kapitalis Birokrasi berkedok diskrimintas sesama Manusia sebagai ciptaan Tuhan. Kedok birokrasi Maybrat terlihat secara jelas melalui kebijakan Birokrasi “Ala Murafer” sangat tidak berpihak kepada rakyat kecil. Kita Semua sepakat dan menghormati Hukum sebagai Panglima tertinggi. Ironisnya kebebasan yang menjadi catatan dalam tusukan tinta emas perasaan sejuta Manusia Maybrat.

Sosok yang menjadi pujaan masyarakat Maybrat adalah Drs. Bernad Sagrim, MM., mantan Carakteker dan Bupati Maybrat memang harus diakui sosok yang melawan kebijakan negara yang tidak berpihak kepada rakyat kecil akhirnya negara mengunakan berbagai siasat untuk menjebloskan beliau kedalam jeruji besi dengan dalil Korupsi. Beliau sosok yang cerdas, ramah, professional dan berintelektual tinggi yang tak dimiliki siapapun sebagai pemberian Tuhan yang tak ada taranya.

Sosok Bernad Sagrim disapa BS itu, memiliki kemampun Maneger yang mantap dan memiliki hati yang tulus untuk membangun Maybrat kedepan. Intelektualnya yang kini Berpasangan dengan Drs. Paskalis Kocu,M.Si akan maju dalam percaturan Politik Maybrat 2017 mendatang.
Figur yang religius, tulus dan baik hati ditengah peradaban masyarakat kabupaten Maybrat itu. Beliau memiliki jiwa itu, beliau mengandeng Paskalis Kocu adalah Tokoh cendiawan katolik yang disegani umat katolik dibelahan Kabupaten Maybrat.

Beliau berani memekarkan kampung dan distrik terbanyak di Papua Barat, beliau memberikan Honor bagi pengurus Gereja, Pendata, Pastor, Imam Masjid, Tokoh Adat, Agama, Masyarakat, Pemerintah, Pemuda dan Perempuan.
Sebenarnya Bangsa Indonesia sudah berjuang mencucurkan Anggaran yang bersumber dari APBN, APBD,DAU, DAK, Dana Otsus Papua, DBH dan Dana Desa yang cukup besar yang dikelola Pemerintahan Kabupaten Maybrat namun arah pembagunan tidak jelas secara merata di Maybrat.

Oleh karen itu, tidak lama lagi masyarakat maybrat akan menjemput pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pemiluka) serentak 2017 yang tak lama lagi, akan digelar. Sementara Nama yang tersanter dalam Politik Maybrat adalah Drs. Bernad Sagrim, MM., berpasangan dengan Drs. Paskalis Kocu, M.Si., biasa disingkat Pasangan “SAKO”. Pasangan kedua adalah Karel Murafer, SH.MA., berpasangan dengan Yance Way, SE.MM., selanjutnya pasangan “KARYA” sedangkan pasangan yang lain belum muncul di Permukaan.

Duel SAKO-KARYA sebagai ajang pertarungan yang tak seketat pemilihan Pemilukada Maybrat 2011 silam. Pasalnya, Lawan SAKO dimata politik Maybrat ibrat seorang Murid lawan gurunya, Calon Bupati Maybrat dengan slogan Karya itu, adalah Wakilnya Bupati Maybrat yang sebelumnya Bupati Pemenangnya adalah Bernad Sagrim bukan Karel Murafer. Tentu Jalan Menuju Kursi Emas Nomor Satu Maybrat tahun 2017 mendatang itu sudah bisa ditebak siapa pemenangnya.

Treack record Bernad Sagrim adalah Calon Bupati Sorong Selatan, Carakteker Bupati Maybrat, Pemenang Pilkada Maybrat 2011 silam. Sebagaimana Drs Bernad Sagrim, MM-Karel Murafer, SH., mengalahkan tohoh sentral Maybrat lainya seperti Drs. Agustinus Saa, M.Si.,-Andarias Asmuruf, S.Sos.,M.Si., Ir. Michael Kambuaya–Yoseph Bles, SH., dan Drs.Albert Nakoh,M.Si-Drs Jakobus Sedik,M.Si.
Figur kedua menjadi pujaan rakyat Maybra, Justita Omnibus Populi “keadilan bagi semua rakyat” sebagai garda terdepan dalam pergulatan politik Maybrat nantinya. perjuangan itu bukan hanya sekedar memperjuangkan tetapi benar-benar diperhitungkan dari sisi kualitas dan kemantapan intelektual Pejabat dan memimpin Maybrat dengan hati nurani.

Bagi Saya perjalan Drs.Benarnad Sagrim, MM – Drs. Pasklis Kocu,M.Si menjadikan taruhan pilkada serentah 2017, tentu kedua politisi kawakan ini masih dibutuhkan sejuta masyarakat Maybrat dan meraka semakin mantap serta pantas memimpin Maybrat Lima tahun mendatang.
Salam Revolusi, saudara dan saudari Maybrat dimanapun berada mari kita memiliki kacamata hati dalam memilih Calon Bupati 2017 mendatang yang tepat untuk membagun Maybrat kedepan yang lebih baik. Kita semua berharap jangan ada permainan politik Gelap yang menghancurkan pilihan rakyat pada Pemilukada Serentak 2017. Akhir kata, BERNAPAS sosok yang harus dikagumi disepanjang masa, “VoxPopuliVoxDei”.

Penulis Adalah Presidium Pendidikan dan Kaderisasi. PMKRI Cabang Jayapura, St Efrempriode 2014-2016

 

Berikan Komentar Anda