Satu demi satu pemain Persipura hengkang,Why ?

Jayapura,Satu demi satu pemain harapan tim berjuluk Mutiara Hitam mulai angkat kaki dari klub kebanggaan orang Papua. Why ? Osvaldo Hay, wakil kapten Persipura Nelson Alom dan si mungil dari Yahukimo Ferinando Pahabol harus pergi?

Meski dibantah Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano (BTM), namun akhirnya suara kepindahan itu keluar melalui isntalgram pribadi milik Nelson Alom yang dikutip Suara Papua.com

Gelanggang bertahan elegant jebolan PON 2012, Nelson Alom akhirnya memutuskan pergi mengikuti jejak Osvaldo Haay dan Feri Pahabol. Ketiganya telah bertekad menginggalkan klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut untuk mencari suasana baru di negeri orang. Bahkan, Osvaldo Haay sudah menyatakan diri meninggalkan Persipura dan bergabung dengan salah satu klub asal Jawa Timur begitu pula Yohanes Pahabol.

Alom mengakui dirinya tak akan bertahan bersama Persipura yang musim ini finis di peringkat enam klasemen akhir Liga 1. Melalui akun Instagram miliknya, Alom mengunggah foto beserta caption yang membeberkan kalau dirinya pamit dari Persipura dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih.

Ketika dikonfirmasi mengenai kebenaran tak memperkuat Persipura lagi, Alom pun tak menampik kabar tersebut. Bahkan pemain 27 tahun itu secara terang-terangan menjelaskan ingin mencari tantangan baru.

“Iya benar. Saya sudah putuskan untuk tidak di Persipura lagi,” kata Alom seperti dicuplik dari laman Suara Papua.com
Hal senada juga dikatakan Osvaldo Hay yang sedang berlibur di Yogyakarta mengakui ingin mencari suasana baru di luar Papua. Dia menyatakan mencoba keluar dari zona nyaman di Bumi Papua dan mencari klub lain di Jawa Timur.

Jika seandainya semua pemain hengkang, apalagi ketiga pemain ini merupakan pilar utama, Nelson Alom selalu memakain ban kapten kalai Ian Kabes dan Boaz tak bermain. Pemain no 12 ini digadang-gadang kapten Persipura musim berikutnya. Begitupula striker dan wing bek lincah Osvaldo Hay dan striker mungil Ferinando Pahabol.

Sepak bola adalah permainan bergengsi dan pemain sudah memilih olahraga ini sebagai profesinya, meski kebanyakan mantan pemain Persipura setelah gantung sepati so pasti jadi PNS di Pemkot Jayapura. Misalnya Ian Kabes, Ricardo Salampessy dan Boaz meski masih bermain sudah sandang status PNS. Bahkan senior mereka yang lebih dulu gantung sepatu Eduard Ivakdalam, Ortizan Solossa sekarang sudah kembali bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Harapan Persipura U19

Mungkin dengan sponsor minim, pilihan akhirnya jatuh kepada Boaz Isir dan kawan-kawan yang baru saja menjuarai Ligua ! usia 19 tahun. Pelatih PPLP Papua dan mantan pelatih sepak bola PS Mimika Gustaf Puy mengatakan jangankan Tod Rivaldo Fere dan Boaz Isir yang pantas masuk tim senior Persipura. “Saya menilai 13 pemain yang ikut bersama Persipura U19 pantas perkuat skuad senior Mutiara Hitam musim depan,”katanya.

Meskipun peluang tetap terbuka, persaingan di Ligue 1 memang berbeda dengan ISL sebab semua tim bersaingan untuk meraih scudetto. Bahkan Persipura yang tadinya berpeluang justru terpental ke posisi ke enam Ligue 1 Indonesia. Sebuah prestasi yang berbeda saat ISL di mana selalu raih juara dan runner up.

Faktor sponsor atau suasana tim sudah berubah, yang jelas para pemain yang hengkang mengaku mencari suasana baru di klub luar Papua. Mau bilang apa kalau sepak bola banyak memberikan keuntungan dan kalau memang ada tawaran tinggi mengapa harus ditolak. Sebab sepak bola hanya sementara raih kesempatan semasih ada.(*)

goalpapua/red

Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.