Balik Atas
Satu Warga Tewas, Pleno Penghitungan Suara di Intan Jaya Ditunda
 
Pewarta: Redaksi Edisi 25/02/2017
| 884 Views
Kericuhan saat rapat Pleno KPU Intan Jaya (Foto:detikcom)

Jayapura – Penghitungan suara Pilkada Intan Jaya, Papua, akhirnya ditunda setelah terjadi kericuhan antar massa pendukung pasangan calon saat rapat pleno KPU setempat. Akibat kericuhan yang terjadi kemarin itu seorang warga meninggal dunia.
“Penundaan Rapat pleno perhitungan suara Pilkada itu dilakukan mengingat situasi keamanan yang tidak kondusif,” ujar Kapolda Papua Irjan Pol Paulus Waterpauw saat konferensi pers di Aula Cenderawasih Mapolda Papua, Kota, Jumat (24/2/2017).

Waterpauw mengatakan, penyebab situasi keamanan di Intan Jaya memanas karena massa dari para kandidat saling serang yang dipicu ketidakpuasan atas kinerja KPUD setempat.

“Kamis (23/2) kemarin sempat terjadi ketegangan antara simpatisan sejumlah kandidat di kantor KPUD Intan Jaya namun bisa diatasi. Namun tadi pagi terjadi lagi aksi saling serang antar massa menyebabkan satu warga meninggal,” katanya.

Dijelaskan, dalam aksi bentrok antara warga itu satu korban jiwa dan beberapa korban luka-luka. Selain itu, satu unit rumah milik warga terbakar dan tiga unit rumah lainnya mengalami kerusakan parah akibat bentrokan tersebut.

Pihak kepolisian sudah mengidentifikasi salah satu pelaku yang diduga melakukan provokasi terhadap massa untuk menyerang Kantor KPUD pada Jumat pagi tadi. “Dalam aksi serang ini diprovokasi oleh satu orang berinisial MT. Ia yang diduga menyuruh massa untuk melakukan penyerangan kantor KPUD Intan Jaya,” tuturnya.

Saat ini, kata Waterpauw, situasi di Intan jaya mulai berangsur kondusif. Namun pihaknya akan menambah pasukan Brimob sebanyak 81 personel.

“Saat ini situasi di Sugapa, Ibukota Intan Jaya sudah mulai kondusif karena sudah ada pengarahan pasukan sekitar 400 personel gabungan. Rencanannya kami akan menambahkan pasukan dari Nabire dan Timika,” tambahnya.

 

Sumber : Detik.com

Berikan Komentar Anda
Link Banner