BALIK ATAS
Sebelum dilantik,digelar doa rekonsiliasi, perdamaian dan pemulihan di Paniai
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 23rd November 2018
| 583 DIBACA
Para misionaris ketika melakukan doa bersama seluruh masyarakat yang hadir dalam doa rekonsiliasi, perdamaian dan pemulihan negeri Paniai di lapangan Karel Gobay Enarotali (Foto:Wagadei/PapuaLives)

Paniai,”Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu di Bumi (Tanah Paniai) Seperti di Surga” – Injil Matius 6:10. Kutipan Alkitab ini sangat berguna bagi Bupati Paniai Terpilih, Meki Nawipa dan Wakil Bupati (Wabup) Oktopianus Gobai, sebab sebelum mereka berdua dilantik secara resmi oleh Gubenur Papua, Lukas Enembe, pihaknya telah menggelar doa rekonsiliasi, perdamaian dan pemulihan negeri Paniai di lapangan Karel Gobay Enarotali, Kamis, (22/11/2018).

Dalam acara yang dihadiri puluhan ribu masyarakat Kabupaten Paniai entah Mee, Moni, wolani dan Auye ini, Bupati Meki Nawipa menghadirkan para missionaris Sending (CAMA) agar mereka memberkati juga pemerintah yang akan dipimpin Nawipa dan Gobai selama lima tahun ke depan. Sebab, orang Paniai menjadi ‘pintar’ lantaran kehadiran mereka selama 70-an tahun silam.

Pendeta John Reginald Raszmann dalam kothbahnya mengajak agar orang Mee, Moni, Wolani dan Auye agar kembali bersatu padu memajukan negeri Paniai sebab kehadiran dirinya pada tahun 1950-an hanya satu visi, yakni menyebarkan Firman Tuhan agar orang Paniai lebih dekat dengan Tuhan.

“Saya terharu, orang-orang dulu saya ketemu kini ketemu lagi di Enarotali. Saya pernah pikir, saya tidak akan balik lagi tapi pak Meki Nawipa undang saya dan kembali kita jumpa pula. Kalian sekarng sudah maju. Saya harap kita semua harus dekatkan diri dengan Tuhan,” ujar Pdt. John Reginald Raszmann.

Pendeta Raszmann yang pernah ditelanjangi oleh warga Agadide tahun 1960-an ini mengatakan, setiap manusia jangan karena berbuat salah menjauhi dari hadapan Tuhan. “Itu tidak boleh. Kita harus menempatkan diri dekat dengan Tuhan,” imbuhnya.

“Marilah kita berdamai dengan sama manusia ciptaan Tuhan, karena kita diciptakan sesuai gambarnya. Kita juga harus berdamai dengan alam Paniai dan semua isinya seperti tumbuh-tumbuhan, dengan keluarga juga kita berdamai dan diri kita sendiri. Itu supaya pelayanan pemenerintahan lima tahun ke depan berjalan aman. Doa kami menyertai kalian selalu,” tuturnya.

Basuh Kaki, Tanda Perdamaian

Sebagai bukti perdamaian antara para missionaris tersebut dan masyarakat Paniai, Bupati Paniai Meki Nawipa dan sejumlah tokoh perwakilan dari agama Katolik, agama Protestan diantaranya Kingmi dan GKII serta tokoh perempuan membasuh kakinya para missionaris tersebut.

“Kami mau membasuh kaki ini sebagai bukti perdamaian antara kita. Karena dulu orang tua kami pernah pukul, bunuh, kasih telanjang dan beragai kekerasan fisik lainnya. Oleh karena itu, hari inilah kita saling mengampuni,” beber Meki Nawipa.

Ia mengatakan, orang Paniai telah sukses atas kehadiran dan karya para missionaris sending dan Katolik, sehingga bisa menjadi dokter, pendeta, pastor, pilot, pejabat struktural di birokrasi, pejabat swasta dan menjadi bupati.

“Inilah kami, kami sudah jadi manusia. Ini semua berkat Tuhan atas kehadiran kalian, terima kasih banyak,” katanya dijemput tepukan tangan yang meriah.

wagadei.com

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM