Balik Atas
Sekretaris Dinkes Timika, Menutup Dengan Resmi Pelatihan Penyuluhan Sebaya (PPS)
 
Pewarta: Redaksi Edisi 06/07/2016
| 916 Views
steven betaubun
Foto Bersama Usai Pelatihan PPS (Foto:Steven)

Mimika, Kegiatan Pelatihan Penyuluh Sebaya (PPS) tingkat SLTP dan SMA/SMK yang dilaksanakan pada Aula MPCC jalan. C. Heatubun, akhirnya resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (02/07) Pelatihan tersebut melibatkan remaja SLTP dan SMA/SMK sekabupaten Mimika yakni untuk SLTP sebanyak 30 sekolah dan SMA/SMK juga sebanyak 30 sekolah dari sekolah-sekolah tersebut bisa mewakilkan tiga sampai lima orang baik tingkat SLPT maupun SMA/SMK.

Kegiatan PPS ini merupakan salah satu program tahunan YAPEDA, PILA dan juga didukung oleh Publick Health Malaria Control. Pelatihan ini dibagi dalam dua kategori yakni untuk SLTP dilaksanakan selama seminggu yaitu tanggal 20 sampai 25 Juni 2016 dan SMA/SMK mulai 27 Juni sampai 2 Juli 2016. Hadir dalam acara penutupan kegiatan PPS, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mewakili Pemerintah Daerah, Publick Health Malaria Control, Beny, mewakili PT Freeport, peserta, Jurnalis Warga dan Panitia.

Sebelum penutupan dilakukan diskusi atau tanya jawab antara peserta pelatihan dengan Sekretaris Dinas Kesehatan dan juga Malaria control. Peserta lebih banyak bertanya seputaran pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika serta pelayanan pihak penyedia layanan kesehatan kepada peserta BPJS dan non BPJS. Setelah diskusi selasai kegiatan pelatihan ini ditutup secara resmi oleh sekretaris Dinas Kesehatan Reynold Ubra.

Menurut tanggapan sekretaris Dinas Kesehatan kegiatan ini sangat baik dan bagimana upaya pemerintah bersama kelompok-kelompok masyarakat ikut terlibat untuk membantu pembinaan generasi muda dan Yapeda sangat eksis hampir setiap tahun ini menjadi agenda tahunan, sumberdaya di Mimika ini sangat banyak termasuk generasi muda ini imbuhnya, lanjutnya lagi memang ada kekurangan karena titik-titik tertentu terutama wilayah pinggiran dan pedalaman, ada dinas terkait yakni Dinas Kesehatan dan KPA tahun ini akan melakukan penyuluhan kewilayah pinggiran sampai kekampung-kampung, puskesmas juga menyelangaran program kesehatan karena hal ini sangat baik dan harus berkelanjutan katanya. Target pelatihan ini adalah ada tenaga penyuluh sebaya yang terlatih, agar dari para peserta pelatihan ini bisa menjadi sumber informasi bagi teman sebaya baik dilingkungan rumah, sekolah dimana dia berada dan juga bagi orang tua harapannya.

Beny, dari Malaria Control menanggapi Yapeda adalah satu-satunya kelompok swadaya masyarakat di Kabupaten Mimika yang melakukan pelatihan penyuluh sebaya sejak berdirinya 13 tahun lalu tetap konsisten melakukan kegiatan ini dan tidak pernah putus, menurutnya ini merupakan suatu hal yang luar biasa dan patut didukun oleh semua pihak termasuk didalamnya adalah pihak-pihak swasta baik PT Freeport maupun pihak swasta yang lain dan juga pasti ini harus didukung oleh Pemerintah Daerah.

Tambahnya Community Health Development juga telah bersama-sama dengan Yapeda selama 13 tahun dan telah berkerja sama sehingga apa yang menjadi kekurangan dari Yapeda tetap dilengkapi dan saling mendukung, sehingga dalam kegiatan sering dilakukan bersama PILA. Tugas yang dilakukan oleh PPS adalah menampilkan perilaku-perilaku positif, karena ketika memiliki prilaku positif akan mencerminkan suatu edukasi yang dilihat oleh temannya, contohnya sebagai anak PILA dia harus tidak merokok dan sebagainya hal ini akan ditanggapi oleh temannya bahwa dia bisa memberi contoh yang baik, mendorong teman-teman kelompok sebaya mereka agar bebas narkoba dan free sex, serta mendorong masyarakat sekitar agar segera berobat jika terjadi gejala-gejala kesehatan secara umum, karena selama seminggu mereka dilatih untuk hal-hal tersebut selain HIV/AIDS harapnya.

Tri Amurwa Ningtyas sebagai panitia mengatakan Yapeda sabagai penyelenggara bisa mendapatkan peserta karena mengirimkan surat kesekolah-sekolah setelah ujian kenaikan kelas bahwa akan dilakukan PPS, dan sangat diharapkan agar kegiatan ini tetap dilaksanakan karena merupakan salah satu kegiatan rutin Yapeda setiap tahun, juga diharapan agar remaja dapat memperoleh infomasi yang terpercaya, walaupun sekarang bisa memperoleh infomasi diinternet dengan mudah namun tidak menjamin informasi tersebut sangat dipercaya apalagi disampaikan oleh orang yang tidak dikenal namum dalam kegiatan ini para peserta bisa mendengar secara langsung dari narasumber yang menyampaikan materi. Peserta bisa menyampaikan informasi untuk keluarga, teman sebaya serta orang-orang dekat mereka harapnya.

Menurut Nadya Deswitha Maharani, peserta tingkat SLTP mangatakan Bisa mendapatkan ilmu tentang HIV/AIDS serta cara-cara penularan, bahaya HIV/AIDS, cara berorganisasi yang baik, teman-teman baru dan bisa bertemu dengan orang-orang penting diluar semuanya didapat pada PILA.

Harapannya kegiatan ini tetap dilaksanakan dan agar banyak sekolah yang ikut berpartisipasi karena ini sangat penting dalam kehidupan kita kedepan agar membuat generasi penerus bangsa lebih baik lagi dan penderita HIV menurun.

Menurut Yustinus Douw, salah seorang peserta pelatihan dari SMA/SMK menuturkan yang ia dapatkan selama pelatihan ini adalah materi yang baru, bisa mengetahui tentang pencegahan HIV maupun cara masuknya HIV, harus menjauhi narkoba dan HIV agar tetap sehat imbuhnya. Yang dia harapkan agar para peserta pelatihan ini dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada orang yang tidak mengetahui.
Steven Betaubun

Berikan Komentar Anda
Link Banner