Scroll to Top
Selamat Hari Masyarakat Adat Se-Dunia
Posted by Redaksi on 9th Agustus 2018
| 217 views
Maximus Sedik (Doc Pribadi)

Oleh, Maximus Sedik

Manusia dibentuk karena ada budaya yang mengikat pada diri setiap suku bangsa yang ada di planet ini. Seluruh dunia mempunyai suatu jati diri yang berada pada dirinya sehingga mereka dikenal sebagai kelompok yang memiliki suatu kebiasan hidup yang unik. Kebiasan hidup ini berfungsi untuk membentuk kepribadian mereka berdasarkan apa yang diterapkan di tengah kehidupannya. Kebiasan ini juga membangun landasan karakter, moralitas, dan pengetahuan yang baik terhadap diri mereka maupun kehidupan sesamanya.

Tetapi kebiasaan Yang menjadi kehidupan awal kelompok masyarakat di setiap suku bangasa di dunia semakin terkikis habis bahkan punah karena akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan mempengaruhi pola pikir kelompok masyarakat dan terjadinya kepunahan budaya dan manusianya. Setiap penerus kebiasaan memiliki cara pandang yang sangat sempit sehingga tidak meneruskan kebiasaan yang hidup dan ada sebelum dunia modern ada dan membangun ungkapan yang sangat mengancam bahkan menghilangkan budaya itu sendiri.
Misalnya, para generasi sering menggap bahwa sekelompok yang meneruskan suatu kebiasan adalah mereka yang masih dalam zaman sebelum kehidupan atau tidak tahu perkembangan. Atau yang sering diucapkan adalah masih kuno karena mempertahankan kebiasaan seperti ini secara langsung memberikan jalan kepunahan bagi sekelompok masyarakat yang memiliki kebiasaan hidup.
Hari ini, hari masyarakat adat sedunia yang yang penuh dengan kebahagian di setiap sudut dunia ini. Karena masyarakat merayakan dengan senang sesuai dengan apa yang berada di tengah mereka ( budaya atau adat mereka). Masyarakat dunia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang perjuangkan budaya mereka sehingga diakui dunia Internasional. Pada 9 Agustus diperingati sebagai Hari masyarakat Adat Sedunia. Hari ini, kali pertama ditetapkan Majelis Umum pada Desember 1994. Pada Tahun 2007, Majelis mengadopsi Hak-hak masyarakat Adat. Dan masyarakat adat memiliki prinsip hidup yang untuk mengakui hak mereka untuk menentukan hak hidup mereka dan hak mengejar pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Maupun mengemabangkan manifetasi masa lalu, sekarang, dan masa depan budayanya mereka dalam berbagai bentuk.

Peringatan hari masyarakat adat sedunia, bukan sekedar hari peringkat sesuai dengan hari yang ditentukan. Tetapi bagaimana mengingatkan kita sebagai pewaris adat untuk mampu mempertahakan dan mengemabangkan adat yang diakui dunia sehingga bukan sekedar namanya tetapi adat itu nampak dan ada. Sebagai generasi penerusnya kita harus memiliki dan mempertahankan adat kita dan mengembangkannya untuk kebutuhan masa depan bagsa kita. Peringatan ini, komunitas masyarakat adat sedunia menegaskan bagaimana suatu upaya yang baik untuk kehidupan adat mereka atau mereka menjadikan adat sebagai memberdayakan suara mereka yang tidak didengar oleh penguasa. Dan peran penting media untuk memajukan adatnya.
Masyarakat adat menegaskan bagaimana alat-alat media yang digunakan kuat gunanya untuk membawa seluruh pelanggaran yang terjadi hak asasi manusia yang terjadi menjadi perhatian internasional dan menjadi suatu solidaritas globa. Bagaimana memerangi abad yang penuh dengan diskriminasi, ketidakadilan dan melakukan suatu advokasi sumber daya serta hak-hak untuk melestarikan budaya, bahasa, dan tradisi spiritualitas.
Di indonesia, di berbagai daerah juga memperingati hari, terlebih di Negara ini banyak konflik yang begitu meningkat terutama masyarakat adat. Yang masih hangat sampai saat ini adalah konflik lahan (agraria). Akibat dari ini karena masyarakat adat semakin terpinggirkan dan bahkan masyarakat adat mengalami diskriminasi yang berkepanjangan di atas tanahnya sendiri karena ulah pemodal.

Para investor datang dengan kekuatan modal, kekuatan keamanan, dan kekuatan hukum yang di desain dengan baik untuk mengobrak abrik hutan di seluruh Nusantara. Seperti kita menyaksikan yang terjadi di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan berbagai daerah lain. Pemerintah menggunakan kekuatan Negara untuk merampok seluruh isi hasil bumi yang ada dengan suatu alasan yang meyakinkan masyarakat bahwa hadirnya kesejahteraan, Keadilan, dan kemakmuran dengan cara ini. Setiap konflik masyarakat adat terutama hak- hak adat yang menyangkut tanah tidak ada ruang baik bagi masyarakat adat. Karena di setiap daerah sudah di kotak-kotak oleh Negara untuk kepentingan perusahan, sangat terlihat di tengah masyarakat adalah terutama pembangunan, perkebunan, dan hak pengusaha hutan.
Kita lihat bahwa kehadiran perusahan dengan cara tidak bersahabat dengan masyarakat adat karena pengusaha sudah membeli produk hukum yang dikeluarkan dari para penguasa. Dengan tindakkan ini masyarakat adat ketika mempertahankan Hak-haknya di hadapan dengan penangkapan, diskriminasi, dan terjadinya korban atau nyawa yang terancam. Untuk memperjuangkan ini kita membangun suatu kekuatan yang kuat dibangun atas kebersamaan dan solidaritas yang baik sehingga perjuangan kita bisa tercapai. Semua ini, berjalan apabila adanya hubungan yang baik antara seluruh lembaga yang ada dan adanya suatu keseriusan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. Mari kita mempertahankan adat kita dan mengembangkan sebagai bagian dari kehidupan kita dan jangan membangun budaya berpikir yang sempit terhadap suatu adat atau budaya yang ada. Sebagai generasi Papua kita harus membangun daya berpikir yang baik untuk melihat seluruh persoalan terutama persoalan adat yang berhubungan dengan hak-hak tanah masyarakat adat. Masyarakat adat kita sudah diakui di dunia tetapi di daerah belum diakui sehingga terlihat banyak masyarakat papua yang mati dibunuh hanya karena mereka memperjuangkan hak adat mereka atas tanahnya. Masyarakat adat sudah mati karena perjuangan atas Hak-haknya, apakah intelektual, akademisi, eksekutif, legislatif, aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan lembaga-lembaga lain ikut bersama dengan apa terjadi di masyarakat. Atau masih ada suara-suara yang dengan lantang untuk menyuarakan ini dengan cara dan tindakannya sehingga masyarakat adat tetap ada dan Hak-hak mereka dihormati.
Pesan saya sebagai generasi muda Papua di hari yang penuh dengan air mata dan suka cita untuk menyambutnya sebagai hari penuh dengan keistimewaan. Karena dunia mengakui hari ini, untuk melihat apa yang dimiliki komunitas masyarakat di setiap lorong-lorong kehidupan. Mari kita pertahankan adat kita dan perjuangkan hak-hak dasar kita. Wakil rakyat harus berdiri sebagai wakil yang mewakili rakyat bukan menindas rakyat atau mengunakan rakyat sebagai kesempatan peribadi dan merebut kekuasaan untuk menindas rakyat sendiri. Gunakan kekuasaan itu untuk menyuarakan kepentingan rakyat kecil dan suarakan seluruh kepentingan rakyat terutama hak masyarakat

“Papua adalah tanah adat bukan tanah penguasa. Selamat Hari Adat Sedunia”


Penulis adalah mahaiswa Tambrauw kuliah di Yogyakarta.

Berikan Komentar Anda