Balik Atas
Selamat jalan Gaiyabi Saklil, pejuang dan pembela tanah Papua
 
Pewarta: Redaksi Edisi 12/08/2019
| 756 Views

Uskup KeuskupanTimika,John Philip Saklil Pr ia dikenal dekat dengan seluruh umat di Keuskupan bahkan ia diberi nama adat “Gaiyabi”oleh masyarakat Mee di Paniai,yang jelas namanya ini berikan dengan sangat sakral dan mempunyai nilai-nilai khusus sesuai dengan karya dan pelayanannya. Namun sayangnya rencana Allah berkata lain ia meninggal dunia.

Menurut  laporan yang dirilis antara.news.com ia sempat jatuh di depan Kantor Keuskupan Timika Kompleks Rumah Transit Bobaigo, Jalan Cenderawasih Timika sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika. Sopir pribadi uskup bersama seorang pastor langsung membawanya lari ke RSMM. Setiba di UGD RSMM Timika, tim medis rumah sakit yang terdiri atas sejumlah dokter dan perawat langsung memberikan pertolongan dengan cara memompa jantung.Namun semua upaya itu tidak berhasil. Bapak Uskup Saklil dinyatakan meninggal sekitar pukul 14.10 WIT.

Rasa duka yang mendalam bagi seluruh umat Katolik di dunia lebih khusus dikeuskupan timika dan papua ini kehilangan sosok figur uskup gereja maupun pejuang dan pembela tanah papua. Sudah banyak sekali gagasan cemerlang dan advokasi-advokasi ia lakukan demi membela umatnya dan pada umumnya masyarakat Papua berikut ini cuplikan menarik dalam rangka membela umatnya:

“Masyarakat Papua makan sagu, makan umbi-umbian, makan pisang. Kita bukan makan kelapa sawit.”

 “membuat program perlindungan dusun-dusun sagu masyarakat Suku Kamoro di pesisir supaya tidak habis dikonversikan menjadi perkebunan kelapa sawit.”

“Gereja Katolik Tolak Transmigrasi,Uskup Menilai dapat Menggusur Orang Asli Papua”

“Uskup Kecam Pemda Papua terkait Kebijakan Kelapa Sawit”

dan masih banyak lagi gebrakan-gebrakan yang telah telah dibuat untuk masyarakat papua demi kehidupan yang lebih baik.

Paus Fransiskus di roma,Italia pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Uskup Timika Mgr. John Philip Saklil pada Sabtu, 3 Agustus 2019 lalu. Ucapan duka cita itu disampaikan lewat Sekretaris Negara Vatikan Kardinal, Pietro Parolin yang dibacakan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo saat misa penghormatan dan pemberkatan jenazah di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Papua, Rabu (7/8/2019).Usai misa saat itu, jenazah Mgr. Saklil lalu dimakamkan di Kuburan Imam Projo di belakang rumah uskup Timika.

Ucapan Selamat jalan dan turut berduka cita dilayangkan diberbagai media social  dan krans bunga memadati pemakamannya, mengiringi kepergian bapak Uskup timika.

Semoga karya dan pelayanannya menjadi panutan dan contoh untuk diperjuangkan generasi berikutnya,demi menyuarakan suara kenabian di Papua.

Berikan Komentar Anda