BALIK ATAS
Selamatkan Papua Dari MIRAS (Minuman Keras)
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 9th November 2014
| 1321 DIBACA
Ilustrasi botol miras (Foto:Istimewa)
Oleh : Roberth Yewen

Peredaran minuman keras (miras) di berbagai wilayah tanah air sangat cepat, apalagi daerah-daerah yang wilayahnya ada pebuhan. Tentu ini mempermudah masuknya miras di daerah tersebut.
Di Papua sendiri miras menjalar dengan cepat, sebab hampir di setiap daerah yang ada di Papua sudah mempunyai pelabuhan sebagai sarana, sehingga mempermudah akses kapal laut masuk ke Papua. Daerah-daerah yang biasanya menjadi langanan kapal laut adalah, Sorong, Manokwari, Nabire, Serui, Biak, Wondama, Fak-fak, Kaimana, Timika, dan Jayapura.

Hal ini mempermudah kapal laut untuk masuk-keluar membawa Miras masuk di tanah Papua. Oleh karena itu, jika hal ini dibiarkan tanpa ada penanganan yang baik dan serius dari pihak-pihak terkait, maka kedepan akan semakin sulit untuk menekan atau mengurangi peredaran Miras di Tanah Papua.

Miras Mengrorong Orang Papua
Hampir setiap saat kita menemukan ada orang yang mabuk, dan orang tersebut adalah “orang Papua”. Hal ini menandakan bahwa, Miras secara tidak langsung sudah menjadi bagian dalam “mengrorong” kehidupan setiap orang Papua. Bahkan di Surat Kabar, baik electronik dan cetak selalu  diberitakan ada orang Papua yang meninggal diakibatkan oleh Miras, ada juga kerusuhan dalam keluarga, yang dikarena oleh  Miras dan lain-lainnya.
Bukan saja itu, Miras juga menjadi pemicu konflik antar individu (conflicts between individuals), konflik di dalam keluarga (conflict in the family), bahkan konflik sesama kelompok (conflict among groups),  yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Disisi lain Miras menjadi penyebab tidak harmonisnya rumah tangga (no harmony in the household), dan bahkan, menyebabkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (domestic violence).
Jika hal ini dibiarkan, maka tidak dipungkiri bahwa, Miras menjadi salah satu hal yang sekarang mengrorong kehidupan dan masa depan orang Papua. Oleh karena itu, jika tidak secepatnya mengambil langkah-langkah pencegahan dari setiap elemen masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan, Miras akan terus mengrorong kehidupan orang Papua di negerinya sendiri.
Pencegahan Miras Di Tanah Papua Tanggung Jawab Bersama
Miras telah merajalela di setiap daerah yang ada di Tanah Papua, mulai dari Sorong sampai Merauke. Artinya bahwa untuk mengentikannya adalah sesuatu yang sudah terlambat. Yang harus dilakukan adalah bagaimana memberikan penyadaran kepada setiap masyarakat di Tanah Papua bahwa, Miras adalah sesuatu yang akan merusak masa depan Tanah ini.
Oleh karenanya itu, membutuhkan kerja sama dari semua pihak dan elemen, baik Pemerintah, LSM, dan masyarakat secara umum bahwa, dalam rangka memberikan penyadaran kepada setiap masyarakat di Tanah Papua soal Miras adalah bukan tanggung jawab sebagian elemen saja, tetapi adalah bagian dari tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara bersama-sama pula.
Jika dilihat bahwa, hampir sebagian besar para pengkonsumsi Miras di Tanah Papua  adalah “generasi muda” atau agen masa depan yang ada di di bumi cenderawasih, sehingga jika sampai hal ini terus dibiarkan, maka hemat saya Papua kedepan akan menjadi “surga para Miras” (paradise of the beverage alcohol).
 Oleh karena itu, dalam menangani dan mencegahnya butuh kerja sama darri setiap lapisan masyarakat dalam memberikan sosialisasi secara terus-menerus kepada setiap generasi muda, dan siapa saja akan bahaya Miras dalam kehidupan manusia, khususnya masyarakat yang ada di Tanah Papua.
Pencegahan Miras Mulai Dari Diri Sendiri dan Keluarga
Untuk mengatasi dan mengurangi angka pengonsumsi Miras di Tanah Papua, maka perlu adanya kesadaran dari setiap Masyarakat Papua untuk memulai melakukan sosialisasi secara terus menerus (continuous socialization), dan hal ini dilakukan harus mulai dari kesadaran setiap individu akan bahayanya Miras dalam kehidupan Manusia.
Selain itu jika kesadaran setiap individu sudah mulai terbentuk, maka dilakukan sosialisasi (socialization)  dan penyadaran (awareness)  pada tiap-tiap keluarga akan bahaya Miras dalam keluarga. Jika hal ini dilakukan secara baik, maka tidak menutup kemungkinan bahwa, Miras yang menjadi “minuman sehari-hari” bagi setiap masyarakat yang ada di Tanah Papua akan semakin hari semakin berkurang.
Jika Miras berhasil di tekan mulai dari diri sendiri, dan keluarga secara bertahap dan terus menerus, maka hemat saya, Papua kedepan akan diselamatkan dari “Budaya Miras” yang sampai saat ini belum juga diatasi. Tapi jika sebaliknya,  Miras dianggap biasa-biasa saja oleh setiap individu , dan seluruh komponen, baik Pemerintah, LSM, dan masyarakat secara umum yang ada di Papua, maka sampai kapanpun Miras tidak akan bisa diatasi di Tanah Papua.

Penulis Adalah Aktivis PMKRI Santo Efrem Jayapura, Sekaligus Kini Sebagai Ketua Umum Catolic Student Center (CSC)
Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM