BALIK ATAS
Selamatkan Bangsa Indonesia Dari Perbedaan Kepentingan Politik Kekuasaan Yang Ada
PENERBIT:PPWI MEDIA Redaksi PAPUALIVES.COM 12th Oktober 2014
| 976 DIBACA
 ilustrasi selamatkan bangsa    Foto :ist
Oleh : Roberth Yewen
Pertarungan politik terus masih berlanjut hingga saat ini, dimana persaingan menduduki kursi Parlemen di negeri ini,  antara koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia hebat terus mengalami suhu politik yang sangat tinggi. Salah satunya contoh nyata adalah ketika pemilihan Ketua  dan Wakil Ketua DPRRI mengacu pada UU MD3 yang baru, yang mana mengisyaratkan pimpinan DPR di pilih secara paket tentunya menguntungkan Koalisi Merah Putih yang secara nyata memiliki kursi paling banyak di DPRRI, walaupun public semua mengetahui bahwa pemenang  pemilu Anggota DPRRI tahun ini adalah Partai PDIP, dan juga merupakan  bagian dari koalisi Indonesia Hebat.
Dalam pemilihan pimpinan DPRRI yang berjalan cukup panas dan alot, teryata berunjung pada Walk Out yang dinyatakan oleh empat fraksi pendukung koalisi Indonesia Hebat, yaitu Fraksi PDIP, Hanura, PKB, dan Nadem. Dengan Walk Outnya fraksi pendukung Jokowi-JK (Indonesia Hebat), maka secara otomatis pimpinan DPRRI dipimpin oleh Koalisi Merah Putih. Persaingan terus berlanjut dengan perebutan kursi pimpinan MPRRI, yang mana Koalisi Merah Putih telah menyiapkan empat calon yang diusung oleh empat partai pendukung Merah Putih, sedangkan Koalisi Indonesia Hebat mengusung Calon pimpinan MPR dari unsur DPD. Hal ini sah-sah saja dalam berpolitik, tetapi pertayaannya adalah apakah bisa mengakomodir kepentingan rakyat kedepan, ataukah ini hanyalah “kepentingan kekuasaan” dari kedua koalisi tersebut?

Dilihat dari Trias Politikal (ekesekutif, legislatif dan yudikatif), dimana eksekutif atau pemerintahan baru saat ini di kuasai oleh koalisi Indonesia Hebat, tetapi legislatif atau Parlemen DPRRI dikuasai oleh koalisi Merah Putih. Hal ini membuat persepsi public kian mencuat, bahwa “politik balas dendam” kini terjadi antara kualisi Merah Putih dan Kualisi Indonesia Hebat. Pertayaan yang muncul lagi dikalangan masyarakat adalah siapa diantara kedua koalisi ini yang benar-benar akan memperjuangkan kepentingan rakyat? Ataukah kedua koalisi ini bisa bergening, untuk tetap memperjuangkan kepentingan mayoritas, dibandingkan kepentingan minioritas koalisinya saja?  memang agak sulit, jika dua lembaga besar (eksekutif dan legislatif)  yang menentukan masa depan Bangsa Indonesia, dipimpin oleh dua koalisi besar yang berbeda.
Selamatkan Bangsa Indonesia Dari  Perbedaan Yang Ada
Perbedaan itu, ibarat minyak dan air yang tidak pernah menyatu, tetapi mereka bisa berdampingan. Oleh karena itu, jika lembaga eksekutif dikuasai sekarang oleh koalisi Indonesia Hebat, dan lembaga Parlemen atau legislatif dikoasai oleh koalisi Merah Putih, maka ini merupakan perbedan yang terjadi. Namun perbedaan boleh saja ada, tetapi kepentingan untuk masa depan rakyat indonesia harus menjadi salah satu tekad bersama. Sebab disisi lain perbedaan juga adalah, ibarat “dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi satu”.
Artinya bahwa, perbedaan koalisi dan mungkin saja kepentingan kekuasaan berbeda, tetapi harus selalu satu dalam membangun bangsa, Negara dan masyarakat Indonesia dengan menjunjung tinggi “kepentingan masyarkat” diatas segala-galanya. Namun jika perbedaan ini dianggap selalu oleh kedua koalisi seperti ‘minyak dan air” yang tidak pernah bersatu, maka tidak dipungkiri bahwa, keselamatan Bangsa dan rakyat Indonesia bukan akan membaik, melainkan sebaliknya akan mengalami kehancuran. Oleh karena itu, menurut saya salah satu hal yang harus dipahami oleh kedua koalisi yang saat ini menguasai dua lembaga besar di Negara ini secara berbeda, harus menjadikan perbedaan sebagai salah satu kekuatan untuk membangun bangsa dan rakyat Indonesia menuju Negara kesejahteraan (walfare state).
Selain itu, jika hal ini dilakukan juga dengan selalu mengindahkan “politik kesantunan”, maka kedepan perbedaan yang ada diantara dua koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih yang  sekarang mengiasai dan menguasai dinamika politik dalam jangka waktu  lima tahun kedepan, akan seiring-sejalan dalam satu hati dan satu keputusan, yaitu membangun Banga Indonesia sesuai dengan cita-cita luhur yang tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila.
Buanglah perbedaan-perbedaan yang menjerumus pada kepentingan politik sesaat atau kepentingan politik kelompok koalisi, demi mencapai tujuan-tujuan politik yang kedepan hanya mengutungkan salah satu dari koalisi tersebut, melainkan mengedepankan kepentingan rakyat diatas segala-galanya. Jika hal ini dilakukan secara bijaksana ditengah-tengah perbedaan koalisi dan kekuasaan yang ada, maka hemat saya, keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia akan jauh dikedepankan, daripada perbedaan tersebut.
Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Di Tengah Perbedaan Kepentingan
Apapun perbedaan yang ada saat ini, bukan menjadi kenadala dan masalah, tetapi sebaliknya perbedaan yang ada di jadikan sebagai salah satu power (kekuatan), untuk mengedepankan dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat di tengah perbedaan-perbedaan tersebut. Saya pikir, masih banyak sekali masalah bangsa Indonesia menyangkut dengan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia yang harus menjadi fokus utama, bukan sebaliknya kita menciptakan perbedaan yang ada untuk meresahkan seluruh masyarakat di negeri ini. Sebab kepercayaan rakyat yang diberikan bukan untuk saling mengklaim diri sebagai penguasai, demi memperebutkan posisi-posisi tertentu di Parlemen dan Eksekutif, tetapi sebaliknya menjaga kepercayaa rakyat sebagai anugrah terindah, untuk membangun dan memperbaiki Indonesia, terutama memprioritaskan kesejahteraan rakyat Indonesia sebagai hal yang terpenting, sekedar hanya  saling “mengigit” demi  kekuasaan di legislif atau eksekutif semata.
Sudah tidak ada waktu lagi berdebat soal perbedaan kepentingan yang ada, tetapi sebaliknya dua koalisi yang ada, seperti Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah putih saling mendukung untuk tujuan yang satu, yaitu membangun bangsa dan rakyat Indonesia. Koalisi Indonesia Hebat tetap menduduki kekuasaan di pemerintahan dan Koalisi Merah Putih tetap menjadi pimpinan di Parlemen. Yang harus dilakukan sekarang adalah saling bekerja sama, dengan cara koalisi Indonesia hebat tetap memprioritaskan program-program pro rakyat dan koalisi Merah Putih tetap selalu mengontrol dan mengawasi program-program tersebut sebagai salah satu kebijakan yang dilakukan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyakat. Jika hal ini dilakukan secara baik oleh kedua koalisi tersebut dalam perbedaan yang ada, maka kedepan pemerintahan yang baru dalam periode lima tahun kedepan akan berjalan dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.
PENULIS ADALAH AKTIVIS PMKRI SANTO EFREM JAYAPURA DAN KINI SEBAGAI KETUA UMUM CATOLIC STUDENT CENTER
Berikan Komentar Anda