Balik Atas
SKPD, Distrik, Dan Kampung Harus Sinergi Dalam Program Kerja
 
Pewarta: Redaksi Edisi 26/02/2015
| 1094 Views
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si 
sedang berbincang dengan sejumlah kepala SKPD
 usai pertemuan       Foto: yan
 Sentani,17/02/2015,PAPUALIVES.COM–  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Distrik dan Pemerintah Kampung harus bersinergi dalam melaksanakan program kerja, SKPD tidak dibenarkan mengurus SKPD sendiri, tetapi harus bertanggungjawab terlibat mengurs dan memperhatikan kampung.
 Demikian dikatakan Bupati Jayapura, Matius Awoitau, SE, M.Si di kantornya usai memimpin rapat evaluasi rutin bersama Pimpinan SKPD dilingkup Pemkab Jayapura, kemarin.
Dikatakan Bupati, integrasi program di semua lini perlu dilakukan, baik SKPD, Distrik dan Kampung agar tidak terjadi tumpang tindih program serta penggunaan dana yang disiapkan dapat di gunakan secara maksimal, terutama kepada pelayanan kesehatan ibu dan anak.
 Sebab Kabupaten Jayapura yang telah canangkan kabupaten layak anak ini benar – benar menjadi kabupaten layak anak yang di mulai dari kampung serta pelayanan lainnya semua pelayanan ini kalau di laksanakan dengan baik dan terintegrasi tentunya akan benar – benar bermanfaat bagi masyarakat
Ditambahkannya, pada tahun 2016 dana sebesar 1,4 milyar rupiah  akan di turunkan ke setiap kampung di wilayah Kabupaten Jayapura, dari peruntukannya sudah dihitung sesuai letak dan kondisi daerah masing-masing, termasuk luas wilayah, tingkat kemiskinan dan penyesuaian kondisi lokal, sementara untuk tahun ini dana yang diturunkan masih berkisar 300 – 350 juta untuk tiap kampung.
Sementara itu Kepala Bdan Pemeberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten JAyapura, Dra. Maria Banno menuturkan ada 33 persyaratan yang harus dipenuhi untuk di menjadi Kabupaten atau Kota – Kota dan Kampung yang layak bagi anak – anak.
 Sebut saja syarat kabupaten layak anak seperti, adanya pusat bermain bagi anak, ruang terbuka hijau yang bisa di manfaatkan oleh keluarga di dalam kota, fasilitas pendukung lainnya adalah taman bermain bagi anak – anak yang masih di bangku TK, atau Paud, termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan yang siap setiap saat baik di kampung maupun di kota.
 “Hal – hal seperti ini memang belum ada di Kota kita, anak – anak masih sering bermain bola di pinggir jalan raya, masih cari tempat – tempat bermain sampai ke pusat – pusat perbelanjaan, inikan hal yang perlu di benahi kedepannya sehingga memang benar – benar sebagian 33 syarat tersebut di penuhi maka kita sudah mulai menuju kesana, yang disebut Kabupaten layak anak,” jelas Banno 
Yan Piet F. Tungkoye
Berikan Komentar Anda
Link Banner