Solidaritas Mahasiswa Mee-Pago : Tolak Otsus jilid II, minta referendum
Pewarta: Michael Edowai
| 855 Dibaca
EDISI TERBIT: 21 Juli 2020
Solidaritas Mahasiswa Mee-Pago se-Jayapura ketika melakukan aksi di depan Lapangan Zakeus Padan Bulan Jayapura – Papua,Pada hari Selasa (21/07/2020) pagi tadi (Foto:Michael/PapuaLives)

JAYAPURA – Solidaritas Mahasiswa Mee-Pago se-Jayapura menggelar aksi menolak Otonomi Khusus  (Otsus) yang diberikan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2001 lalu, hingga akan berakhir pada tahun 2021 nanti. Menolak karena dengan hadirnya Otsus masyarakat Papua menjadi korban. Oleh karena itu, Mahasiswa asal Mee-Pago minta Refrendum. Aksi ini dirangkai dengan Delaklarasi tolak Otsus jilid II, berlangsung di Lapangan Zakeus Padang Bulan, Jayapura, Hari Selasa, ( 21/07/2020) yang dimulai pagi hingga siang tadi.

“jika Otsus berakhir di tanah Papua berarti, berakhir pula masa kontrakan pemerintah pusat sudah habis. Oleh sebab itu, kami asal wilayah adat Mee-Pago minta refrendum. Sejak lahir Otsus pada tahun 2001 hingga kini, Otsus gagal, karena masih banyak pelanggaran HAM berat yang terjadi, sepertinya Abepura berdarah pada tahun 2006, hingga kini masih terjadi pertumpahan darah diatas bumi cendrawasih, baru dua hari yang lalu, tewas dua warga sipil di kabupaten Nduga. Oleh karena itu kami mahasiswa tak mau lagi lanjutkan Otsus jilid II.”ungkap koordinator lapangan, Gerson Pigai, kepada wartawan papualives.com, (21/07/2020) disela-sela  aksi itu.

Pantauan media dilokasi aksi tersebut, dihadiri pula sejumlah ketua-ketua Forum Mahasiswa dari wilayah adat Mee-Pago yakni Forum Paniai, Forum Deiyai, Forum Dogiyai, Forum Nabire, Forum Intan Jaya,Forum  FK-PMLHK dan  Forum RPM-Simapitowa yang mana juga meminta  segera lakukan referendum secara demokrasi, sesuai mekanisme yang berlaku, di dalam Negara ini.

Kesempatan itu, Yance Pakage Mewakili Ketua Forum Mahasiswa turut meminta agar penyelesaian masalah Papua harus pihak ketiga, yang datang meyelesaikan masalah Papua. Kata dia, tak boleh ada aktor-aktor yang  mempolitisi untuk kepentingan, kami mahasiswa ingatkan agar tak ada intervensi oleh Gubernur , DPR dan MRP dalam penyelesaian masalah Papua

“Mahasiswa dan Masyarakat Papua minta referendum, bukan lanjutkan Otsus jilid II. Menurut Ketua DPR Papua Bapak, Jhon Banua Undang-Undang Otsus masih belum selesai yang sekarang selesainya, adanya dana Otsusnya namun Undang-Undangnya, berlaku hingga pada tahun 2025, akan tetapi kami mahasiswa tetap akan menolak Otsus pada tahun 2021 mendatang. Kami berharap sudah tak ada dana Otsus yang di terima oleh rakyat Papua akan tetapi refrendum yang kami nantikan.” pintanya sambil mengikuti aksi itu.

Ditempat yang sama, Yulianus Takimai Mewakili Mahasiswa mengaskan Mahasiswa dan Rakyat Papua meminta referendum bukan Otsus jilid II. Mewakili Mahasiswa juga mengingatkan agar, tak ada intervensi dari pihak manapun.

“Dalam penyelesaian masalah Papua dengan tidak lanjutkan Otsus jilid II, Pemrov kembali baca dari isi Undang-Undang tahun 2001 Pasal yang ke-77 dan patuhlah.”tegasnya.*

Berikan Komentar Anda
Share Button