Balik Atas
Stop Pindah Agama!
 
Pewarta: Redaksi Edisi 04/01/2015
| 917 Views

 

Ilustrasi Gereja Katolik Foto :IST

Selamat pagi sahabat-sahabat se-iman,semoga berkat dan rahmat Tuhan selalu menyertai kita amin.Fx. Bagyo yang Budiman,ada beberapa saudara seiman yang akhirnya pindah ke agama lain ,adalah suatu keprihatinan kita semua juga sebagai sebuah renungan dan refleksi bagi semua pihak yaitu para clerus, anggota dewan paroki ,tokoh-tokoh dan kita-kita yang mengambil bagian dalam menggereja. Kami adalah para Paulus di tengah tengah ibukota dan kota satelit,menjumpai keluh kesah orangtua juga anak-anak Sekolah diluar sekolah Katolik.Clerus,lebih fokus pada sekolah Katolik, padahal murid katolik disekolah katolik minoritas.murid-murid diluar sekolah Katolik cukup banyak tidak menjadi bagian pelayanan iman .tidak menjadi bagian dari suport terhadap masa depan mereka,pada hal gereja tahu mengapa mereka sekolah bukan sekolah. Katolik,peran yayasan ayo sekolah tidak jelas untuk anak-anak ini.perhatian terhadap guru-guru yang berkarya diluar sekolah Katolik cuma lift service saja.Bagaimana tidak terjadi erosi iman? Saya sangat tidak sependapat dengan pendapat dan sikap sejumlah orang mementingkan kwalitas dari pada kwantitas umat.Bagaimana kwalitas,yang ada tidak terbina ,tidak mendapatkan pencerahan. Karya Roh Kudus terjadi karena peran aktif dari kita bukan pasif.Jangan bermimpi karya Roh Kudus seperti jaman para nabi dan para rasul dalam gereja purba. Kehadiran RohKudus digerakan oleh seberapa besar peran dan pengaruh kita.Tentang kwalitas Katolik kita tanpa perdulikan kwantitas seberapa besarnya sih pengaruhnya? Seberapa besarnya militansinya? Lihat sekarang PMKRI berantakan ,Pemuda Katolik,WKRI,cuma jago kandang.  Karena tak militansi.sejak romo Back wafat tak ada yang mau. Melanjutkan, sorry di kita banyak kepentingan dan berusaha mempengaruhi hirarchi dan yang berhasil selalu mendominasihi.Kami para paulus mengharapkan 2015 tahun refleksi dan koreksi kita bersama untuk perbaiki diri. Dan bersama-sama menata masa depan gereja yang lebih baik.pro eclesia et patria! Shallom.

Oleh :  Drs. Sergius Kelang

Berikan Komentar Anda