Balik Atas
Suku Mairasi dan Makna Nama Pemberian Tim Jelajah Ekspedisi NKRI
 
Pewarta: Redaksi Edisi 21/03/2016
| 2082 Views

Tim Ekspedisi NKRI bersama Suku Mairasi

Kaimana,22/03/2016,PAPUALIVES.COM – SUKU MAIRASI adalah salah satu suku yang berada ditengah tengah lebatnya hutan pegunungan emansiri untuk mencapai lokasi Suku Mairasi ini, Tim Jelajah Ekspedisi NKRI 2016 Subkorwil 8 Kaimana yang dikomandani oleh Dantim Jelajah Letda Inf Hendra Adhi Wijayanto  beranggota sembilan personel harus menempuh waktu selama tiga hari dari desa Lobo dengan berjalan kaki. Untuk menuju desa Lobo dari Kota kaimana bisa ditempuh menggunakan kapal perintis selama empat jam .

Dengan dikawal oleh keindahan pemandangan alam hutan pegunungan emansiri dengan ketinggian 1346 meter dari permukaan air.Selama tiga hari  tim jelajah Subkorwil- 8 Kaimana berjalan menelusuri jalan setapak terjal berkelok kelok, menyisiri tebing dan menembus menaiki sepuluh   punggung pegununganLetih, haus dan lelah terobati ketika hembusan angin dari sela-sela pepohonan yang langsung menerpa sanubari para tim penjelajah.

Suku Mairasi dihuni oleh puluhan kepala keluarga, penduduk suku ini tersebar dibeberapa kampung kecil yaitu Kampung Barari, Morano, Maimai, Lobo dan Sisir kesemua kampung yang dilewati Tim Jelajah Subkorwil 8 Kaimana dibawah wilayah Distrik Kaimana Kab. Kaimana.

Upacara adat membasuh tangan kepada setiap pendatang
Upacara adat membasuh tangan kepada setiap pendatang

Kediaman rumah suku mairasi berbentuk rumah kayu panggung. Makanan pokok masyarakat Suku Mairasi keseharian berupa sagu, ubi jalar, pisang dan ketela pohong. Bahan makanan pokok tersebut didapatkan dari ladangnya sendiri.

Masyarakat Suku Mairasi pada awalnya takut dengan kedatangan Tim Jelajah , tetapi setelah dijelaskan maksud kedatangan Tim Jelajah Ekspedisi NKRI Subkorwil 8 Kaimana akhirnya masyarakat Suku Mairasi menerima secara terbuka.Menurut warga setempat kampung ini pada tahun 1962 pernah dipakai sebagai areal penerjunan ketika perebutan Irian Barat.

Sambutan adatpun digelar, Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil 8 Kaimana diterima secara adat dengan membasuh tangan dari air dalam bambu yang dituangkan oleh para wanita Suku Mairasi. Menurut kepercayaan warga setempat makna membasuh dengan air karena air merupakan sumber kehidupan.

Kepercayaan sekaligus penghormatan Suku Mairasi kepada Tim Ekspedisi NKRI juga terlihat ketika Dantim Jelajah Letda Inf Hendra Adhi Wijayanto diminta  untuk memberi nama calon bayi yang lahir.

Kepala Suku kampung Werinau Nataniel memberikan kehormatan langsung kepada Dantim jelajah untuk memberi nama seorang bayi yang lahir bertepatan dengan Tim jelajah tiba di suku tersebut.

jamuan makan suku mairasi dengan Tim Ekspedisi NKRI
jamuan makan suku mairasi dengan Tim Ekspedisi NKRI

“ Jangi yom jaanou nakutonkei ( saya minta memberi nama adek/ si bayi),” pinta Kepala Suku Mairasi.

Anak kebanggan dari pasangan suami istri yang berasal dari Marga AI dan Asafa ini terlahir ke muka bumi pada 18 Maret 2016 pukul 05.00 Wita. Tim jelajahpun dengan sigap  membantu persalinan wanita Suku Mairasi ini.

 

Oleh Dantim jelajah yang berasal dari satuan Kopassus tersebut, bayi merah itu diberi nama  Army Navy Satria Ai artinya Army  Navi karena tim jelajah terdiri TNI AD dan AL ,Satria artinya TNI adalah ksatria pembela bangsa dan negara ,Ai karena orang tua bayi tersebut berasal dari Suku AI.

Kepala Suku Mairasi berharap nama yang diberikan oleh Tim Ekspedisi nantinya akan dapat menjadikan anak pasangan Suku Mairasi ini sebagai ksatria yang dapat melindungi seluruh masyarakat Suku Mairasi.Rasa bahagiapun terpancar dari kedua orangtua bayi AI, karena mereka merasa tersanjung dan terhormati atas pemberian nama kepada buah hatinya.

” Ari amori,” ( terima kasih) ucap orangtua Army Navy Satria Ai kepada tim ekspedisi NKRI

Masyarakat Suku Mairasipun menggelar pen

jamuan menyambut lahirnya bayi AI sekaligus ucapan terimakasih mereka kepada Tim Ekspedisi NKRI yang telah menolong dan juga memberi nama kepada bayi AI.

 

Sampailah waktunya Tim Ekspedisi NKRI untuk kembali ke misi penjelajahan ekspedisi selanjutnya, dengan penuh sukacita, tim ekspedisi NKRI dilepas dengan upacara adat yaitu membasuh tangan yang dituangkan dari air dalam bambu.Tim Jelajah Ekspedisi NKRI Koridor Papua 2016 Barat kembali ke Poskotis Kaimana ,Minggu ( 20/3/2016) .

Mayor Inf Achmad Munir

Ketua Tim Media Ekspedisi NKRI 2016

 

Berikan Komentar Anda
Link Banner