Surat terbuka mengenai Pilkada 2020 di Papua

Yakobus Dumupa Bupati Kabupaten Dogiyai (Foto:Istimewa)

Oleh : Yakobus Dumupa

Tahun ini beberapa Kabupaten di Tanah Papua akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA). Sejumlah pasangan calon, baik melalui partai politik maupun peseorangan/independen, akan bertarung memperebutkan dukungan rakyat agar dapat terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati di masing-masing Kabupaten.

Berkaitan dengan hal ini, sebagai warga Papua, saya hendak menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita semua sebagai berikut:

(1) Kita semua harus mempunyai pemahaman yang sama bahwa PILKADA merupakan sarana suksesi (pergantian) pemimpin secara demokratis, dimana rakyat diberi hak untuk dicalonkan dan mencalonkan diri serta dipilih dan memilih dalam proses PILKADA. Hal semacam ini lumrah dalam negara demokrasi, seperti di Indonesia. Jadi intinya, prosesnya dilakukan secara demokratis dan rakyat mempunyai hak untuk terlibat dalam proses tersebut.

(2) Sebagai sarana suksesi pemimpin secara demokratis, maka seluruh proses pelaksanaan PILKADA wajib dilakukan secara aman dan damai atau tanpa kekerasan, baik kekerasan verbal (kata-kata) maupun fisik. Sehingga tidak dibenarkan saling menghina, memfitnah, menyebarkan berita bohong (hoax), memprovokasi, berkelahi, menyerang, dan membunuh.

(3) Setiap permasalahan yang terjadi dalam proses pelaksanaan PILKADA harus diselesaikan secara aman dan damai sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

(4) Dalam proses mencari dukungan (kampanye), setiap pasangan calon dan para pendukungnya harus mensosialisasikan visi, misi dan program pembangunan yang akan dilakukan kedepan, tanpa harus menghina, menfitnah, memprovokasi, dan menyebarkan berita bohong mengenai pasangan calon lain (tidak melakukan kampanye hitam).

(5) Apabila seluruh proses pelaksanaan PILKADA telah selesai, apapun hasil akhirnya yang didasarkan pada proses pelaksanaan yang baik dan benar, harus diterima oleh semua pihak sebagai “kemenangan bagi semua”. Sebab sesungguhnya dalam kompetisi politik yang demokratis tidak ada pihak yang kalah, sebab semua orang adalah pemenangnya.

(6) Perlu diingat bahwa “setelah PILKADA masih ada kehidupan”. Karena itu, jangan menghancurkan seluruh kehidupan hanya karena dan untuk PILKADA. Berpolitik memang penting karena “kita adalah makluk politik”, tetapi kekeluargaan dan persaudaraan jauh lebih penting. Karena itu, rawatlah dan abadikanlah kekeluargaan dan persaudaraan itu.

Demikian beberapa hal yang perlu saya sampaikan sebagai warga Papua. Semoga hal-hal ini menjadi perhatian kita semua, dengan harapan PILKADA tahun ini di Tanah Papua dapat berjalan aman, damai dan demokratis tanpa ada yang menjadi korban. TUHAN bersama kita. Terimakasih.

Penulis  adalah Bupati Kabupaten Dogiyai – Provinsi Papua

Berikan Komentar Anda
Share Button