Tak Bayar Kontrakan , Mahasiswa Deiyai kota study Makassar diusir dari Kontrakan
Pewarta: Michael Edowai
| 688 Dibaca
EDISI TERBIT: 8 Maret 2020
Ratusan Mahasiswa Deiyai Kota Study Makassar Diusir Dari Kontrakan, Penyebabnya karena tak membayar kontraakan (Foto:Michael/PapuaLives)

Jayapura– Tidak Bayar uang kontrakan mahasiswa/i Deiyai Kota Study Makassar di usir dari pemilik kontrakan hai ini terjadi karena hanya karena tidak membayar uang kontrakan selama tiga bulan sejak Januari hingga Maret. Pihak pemilik kontrakan datang  menagih uang pada  minggu  (07/03/2020)  Namun belum juga dibayar sehingga mahasiswa ini di usir pemilik kontrakan siang tadi sekitar pukul 12:00 Waktu setempat.

Petrus Badi selaku badan pengurus IPMADEI kota studi Makassar mengatakan kami dikeluarkan oleh pihak Kontrakan   hanya karena tiga bulan belum bayar sejak bulan Januari hingga Maret.

“Beberapa bulan yang lalu, pemerintah kabupaten Deiyai sempat mereka kasih kepada pihak kontrakan sepuluh juta jadikan sebagai uang modal naman empat puluh juta nanti dari belakang perjanjian antara Pemda Deiyai dan Pihak Kontrakan mengusir kamu dari kontrarakan hanya karena tidak tepati janji dari Pemda terhadap pihak kata pemerintah kepda pemilik kontrakan pada watu oleh karena itu pemilik Kontrakan.”jelas Badii kepada media papualives.com (03/03/2020) siang tadi.

Lanjutnya, Ia minta pemerintah Deiyai harus bangun asrama permanen agar tidak terulang lagi hal hal seperti ini lagi.

“Kami rasa salah satunya yang mewujudkan VISI & MISI kabupaten Deiyai adalah kami mahasiswa/i yang  sedang menempuh pendidikan tinggi di kota Study Makassar maka Pemerintah daerah Kabupaten Deiyai prihatinan melihat dan menangani beban mahasiswa salah satu adalah bangun asrama permanen di kota study Makassar.”jelas Badi.

Selain itu,Samsul Adii Ketua Demisioner IPMADEI  mengatakan Driinya sangat kecewa ketiga teman-teman keluar angkat tas mereka seakan pergi keorang tuanya.

” Pemerintah pernah berjanji dengan pihak kontrarkan dengan kami mahasiswa tetapi sangat tidak tepati sesuai perjanjikan kami, ” uangkapnya dengan kesalnya.

Ia berharap  Pemerintah kabupaten Deiyai secepatnya untuk mengakomodasikan untuk satu kontrakan dengan secepat mungkin.

” Dalam hal ini Bupati harus membangun asrama permanen di kota study Makassar.”harapnya.

Berikan Komentar Anda
Share Button