Balik Atas
Tak Puas Hasil Pleno KPU Nabire, Rumah Caleg Partai Garuda dan Ketua RT 19 Karang Dilempari batu
 
Pewarta: Redaksi Edisi 17/08/2019
| 575 Views
Kondisi pagar milik ketua RT 19 Karang Tumaritis dan kaca rumah milik Amandus Pigai Caleg Partai Garuda  (Foto:Frans/PapuaLives)

Nabire,Merasa tak puas dengan hasil pleno penetapan caleg DPRD kabupaten Nabire periode 2019-2023, rumah Caleg terpilih Amandus Pigai dari Partai Garuda dengan rumah ketua RT 19 Karang tumaritis menjadi sasaran dilempari batu di ketahui merupakan aksi caleg gagal atas nama Beatriks Pekei beserta suaminya.Kejadian tersebut menurut korban terjadi jam 11 tadi malam,dengan aksi mengancam,tuduhan dan melakukan anarkis,hal ini  dilakukan karena tak puas dengan hasil pleno KPU dan Keputusan MK.

Terkait hal itu, Xaverius Pigai Ketua RT 18 Kelurahan Karang Tumaritis ketika dimintai keterangan mengatakan ketetapan sudah selesai.Kenapa merusak pagar dan rumah dengan melempar batu di rumahnya Amandus Pigai Caleg dari Partai Garuda.Padahal proses tahapan-tahapan pileg telah selesai dan sudah sah.

“Pada waktu lalu juga merusak rumah kami,kami biarkan tetapi sekarang Pileg sudah selesai sudah sah, mengapa masih serang rumah kami. Ini terjadi sekitar jam 11 tadi malam”kata Xaverius (16/08/2019) ketika ditemui media papualives.com di rumahnya.

Hal yang sama juga dialami,Viktor Badi Selaku Ketua RT 19 Kelurahan Karang Tumaritis mengatakan bahwa saya memang ketua TPS sudah katakan bahwa 318 DPT tetapi kartu undangan yang dikeluarkan KPU itu hanya 201 saja.

“Anak saya Denis Badi ketua PPD saya tanya anak saya mengatakan bahwa ia PPD hanya wasit saja yang menghitung suara dan atur-atur suara itu Bawaslu dan KPU.”Jelas Badi kepada media ini.

Lebih lanjut Badi menjelaskan,Pihak yang kurang puas dari Ibu Beatrik Pekei itu mengatakan Denis Badi telah berikan suara kepada Amandus.Hal itu keliru sebab pileg tahun ini dikembalikan ke partai, semua keputusan ada di partai.

“Jam 09 malam tadi ribut,mereka datang hancurkan pintu pertama,jendela rusak total sampai hari ini belum ganti,yang itu kerusakan saya sudah sampaikan ke Polisi.”jelasnya kepada media ini.

Menurut informasi yang dihimpun media ini bahwa ,Pihak korban telah melaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Nabire untuk menangani kasus ini,rencanya akan dibicarakan antara kedua belah pihak pada hari senin besok.

Berikan Komentar Anda