BALIK ATAS
Mince Wally Dukun Beranak Tanpa Bayar , Tetap Bantu Persalinan Ibu
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 9th Juli 2014
| 2113 DIBACA
Di Pinggiran Danau Sentani tepatnya di Kampung Kwadeware Distrik Waibu (Foto:Istimewa)

Oleh : Innes Marwery

Sentani, Mince Wally Seorang Ibu paru baya berumur 89 tahun di percaya oleh semua masyarakat di Kampung Kwadeware Distrik Waibu Kabupaten Jayapura,selama bertahun tahun hingga memasuki masa masa tuanya saat ini ia masih bersedia membantu perempuan yang ingin bersalin di kampung. Jasanya sangat di butuhkan,Ibu Mince merasa mendapat panggilan dalam tugas ini. Pengetahuan tentang fisiologis dan patologis dalam kehamilan serta nifas sangat terbatas,kesadarannya untuk membantu dan menolong para perempuan sangat besar jika terjadi komplikasi ia mengambil tindakan ke Rumah Sakit. Bertahun tahun ia menjadi dukun beranak sampai saat ini,pendengarannya sudah berkurang, tetapi kepekaannya pada seruan seorang perempuan dalam kesakitannya sangat tajam, Seiring berlalunya waktu,ada pengganti dukun dukun beranak yang dilatih tetapi sampai kapanpun dukun dukun baru tidak seperti Mince Wally, nyatanya semalam tepatnya malam (Kamis 3/7 2014)seorang perempuan bernama Jenet yang hendak melahirkan di rumah, keluarganya minta dukun Mince,bukan dukun dukun terlatih,sebab selama pertolongannya tidak ada kasus,kecacatan bayi, atau kematian ibu.

Cara cara yang digunakan oleh para dukun bayi tak berbeda dengan seorang bidan,Mince selaku dukun beranak melakukan pamemeriksaan kehamilan melaui indra raba (Palpasi). Biasanya perempuan yang mengandung sejak mengidam sampai melahirkan selalu berkonsultasi dengan dukun itu,bedah antara dukun dan bidan, kalau bidan perempuan yang mengandunglah yang datangketempat praktek bidan untuk berkonsultasi. Sedangkan dukun ia sendiri yang berkeliling dari pintu ke pintu memeriksakan ibu-ibu yang hamil. Dukun menjaga jika ada gangguan baik fisik maupun non fisik terhadap ibu dan janin. Agar janin lahir normal,dukun biasa melakukan perubahan posisi janin dalam kandungan dengan cara pemutaran perut. Sejak usia kehamilan 4 bulan setiap dua minggu sekali dukun Mince melakukan pemeriksaan kehamilan.

Aturan pemeriksaan pada ibu hamil adalah setiap pagi tepat pukul 6:00 pagi ia sudah berada di pintu rumah si ibu, hal serupa yang selalu dilakukan selama ini pada ibu-ibu hamil di kampungnya. Dalam tugasnyasebagai dukun beranak,tidak perna ia meminta imbalan alias gratis, dukun Mince menjalankan tugasnya dengan ikhlas. Penyebab masyarakat lebih memilih dukun dibanding bidan,karena beberapa faktor antara lain,kemiskinan ekonomi masyarakat tergolong rendah membuat perempuan melahirkan di rumah atas jasa dukun. Pada kenyataannya perempuan lebih memilih berdasarkan mutu layanan tersebut dan mengharapkan bayinya dapat di tolong oleh pihak puskesmas atau rumah sakit,sementara laki-laki menentukan pilihan mereka berdasarkan besar kecilnya biaya sejau di jangkau oleh kemampuan keluarga, masyarakat meilih peran dukun beranak di banding medis. Mince memiliki kamampuan melihat kesehatan ibu dalam proses persalinan jika ada tanda tanda yang menunjukan persalinan seorang ibu bermasalah,ia bertindak dengan bijaksana untuk mengantar ibu dan janin ke rumah sakit,hal serupa jika terjadi pada malam hari Ibu Mince mendatangi rumah warga yang memiliki jasa transportasi laut seperti jonson, hati siapa yang tidak tergugah jika melihat ibu tua paru baya dengan niat yang mulia mendatangi rumah, pada saat semua orang terlelap dalam pembaringan mereka tetapi masih ada sosok yang tangguh,sekalipun kulitnya kering,dan keriput tetapi memiliki niat yang mulia berjiwa besar menolong dua nyawa. Cuaca yang buruk, gelapnya malam angin malam berhembus,mengena di kulitnya, sedikitpun tidak perna ia mengeluh imbalan dari sang ibu yang tengah dirundung sakit melahirkan,harapan dari wanita tua ini adalah secepatnya sang bayi dapat di lahirkan kedalam dunia dan bertemu dengan keluarga besarnya,serta rasa sakit yang mengikat tubuh wanita itu dapat terlepas.

Pilihan masyarakat berdasarkan besar kecilnya biaya sejau dijangkau oleh masyarakat walaupun biaya merupakan alasan yang menentukan pilihan masyarakat miskin,ada sejumlah biaya pelayanan yang di berikan oleh bidan di desa untuk membantu persalinan lebih besar dari pada penghasilan rumah tangga miskin dalam satu bulan.Selain itu biaya tersebut harus dibayar tunai. Sebaliknya, dukun kampung tidak perna meminta imbalan. masyarakat miskin lebih memilih melahirkan di rumah selain gratis,dukun kampung yangdatang menghampiri rumah ibu hamil. Kelebihan yang dimiliki oleh Ibu Mince sebagai dukun beranak yang berjasa di kampung adalah ia selalu di perlukan 24 jam sedangkan wanita seusianya tidak perna di perlukan dan nama mereka tidak di sebut sebut,tetapi nama wanita tua ini sangat harum disebut sebut dari generasi ke generasi hingga saat ini.

Masih langkahnya tenaga bidan di kampung kampung di Kabupaten Jayapura peran dukun beranak sangat eksis dan dominan.Kepercayaan yang telah tertanam dalam hidup masyarakat tidak dapat dapat di berikan pada bidan bidan terlatih sekalipun,perbedaan yang terlihat adalah para bidan desa usianya rata rata diatas 25 tahun,ketakutan menghantui para wanita yang tengah mengandung – kalau kalau terjadi sesuatu dengan kandungan atau jambang bayi saya ah lebih baik dukun beranak yang sudah mahir dan berpengalaman, dari pada bidan terlatih, karena bidang desa kurang proaktif. Calon bidan desa usiannya terlalu muda, kebanyakan belum menikah,program satu tahun tidak cukup untuk menangani persalinan,selain itu saat ini banyak bidan desa merangkap menjadi mahasiswi perguruan tinggi pada sore harinya di tempat lain.Otomatis mereka tidak siap menolong persalinan pada malam hari,pendidikan di kota memberikan dampak bahwa bidan desa lebih menyenangi kehidpan di kota daripada di tempat terpencil atau di perkampungan.

Penolakan yang sering dilakukan oleh masyarakat pada bidan desah karena bidan desa belum bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat sering menutup diri dan tidak berbaur khususnya dengan bayi dan ibu hamil yang ada di kampung itu. Terkait keahlian dukun beranak di kampung kampung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie pada hari Rabu 2 juli 2014 pukul 12:00 wit di ruang kerjanya menuturkan,peran aktif dari dukun beranak sangat membantu para bidan desa sebab yang mengetahui situasi dan kondisi di tempat adalah para dukun beranak bukan bidan desa untuk itu pihaknya akan terus berusaha memberikan pelatihan pelatihan pada dukun beranak.

Agar mereka membantu menjadi perpanjangan tangan dari rumah sakit atau puskesmas puskesmas yang ada di daerah ini .Sebab delapan puluh persen persalinan dimasyarakat masih di tolong oleh tenaga non kesehatan, seperti dukun beranak., Masyarakat masih mempercayakan pertolongan persalinan oleh dukun,karena pertolongan persalinan dukun dianggap murah dan dukun tetap memberikan pendampingan pada ibu setelah melahirkan,seperti merawat dan memandikan bayi. Tenaga yang sejak dahulu kala sampai sekarang memegang peranan penting dalam pelayanan kebidanan ialah dukun beranak, dukun bersalin,dukung peraji. Dalam lingkungkungan masyarakat dukun beranak merupakan tenaga terpercaya dalam soal terkait dengan reproduksi wanita. Dukun beranak biasanya wanita berumur kurang lebih 40 tahunke atas .

Dukun beranak yang selalu siap memberikan bantuan tanpa pamri membantu persalinan para ibu-ibu bagaikan malaikat penolong, jasa jasa mereka akan terus dikenang dari generasi ke generasi, tanpa bantuan mereka masyarakat mengeluh dan kesulitan. kehadiran mereka di tengah tengah masyarakat adalah anugrah patut di syukuri.

Penulis Adalah Jurnalis Warga Kabupaten Jayapura

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM