Balik Atas
Tantangan Masyarakat Internasional Dalam Era Globalisasi
 
Pewarta: Redaksi Edisi 31/10/2014
| 2358 Views
    

ilustrasi globalisasi     Foto :  ist

Dalam tradisi masyarakat internasional selalu mengarah pada  pendekatan historis dan institusional terhadap politik dunia yang mengfokuskan pada manusia dan nilai nilai politiknya.Inti dari  pendekatan ini merupakan  studi tentang pemikiran dan ideologi yang membentuk politik dunia.Asumsi dasarnya adalah sebagai berikut:

  1. Pernyataan bahwa hubungan internasional adalah cabang dari hubungan manusia yang pada intinya merupakan nilai nilai dasar seperti kemerdekaan,keamanan,ketertiban dan keadilan 
  2. Pendekatan yang berfokus pada manusia:penstudi HI diminta mengintepretasikan pemikiran pemikiaran dan aksi aksi dari masyarakat yang timbul dalam hubungan internasional 
  3. Penerimaan premis anarki internasional.Tetapi penstudi masyarakat internasional berpendapat bahwa politik dunia adalah masyarakat anarkis dengan aturan,norma dan intitusi tertentu yang digunakan warga negara dalam menjalankan kebijakan luar negeri .
         Hedley Bull (1969:20) menyatakan bahwa pendekatan masyarakat internasional “tradisional”ini sebagai pendekatan masyarakat  yang berasal dari “Filsafat,sejarah dan hukum”dan disiarkan khususnya oleh ketergantungan secara nyata pada pelaksanaan keputusan”.Penstudi masyarakat internasional langsung berada dipihak kaum tradisionalis dalam perdebatan tersebut.Mereka melihat teori HI bukan sebagai ilmu yang bebas nilai dimana model dan hipotesis diterapkan dan di uji.Mereka menolak metodologi “positivis”ilmu sosial.Secara teoritisi masyarakat internasional memandangan hubungan internasional sebagai suatu cabang khusus dari hubungan  manusia yang terjadi dalam masa bersejarah dan melibatkan aturan aturan,norma norma dan nilai nilai.HI adalah studi tentang dunia manusia yang bersejarah secara tradisionalisme dan behavioralisme .
        Pendekatan klasik tradisional meliiputi fokus pada manusia,interpretif,normatif,sejarah nyata.Pendekatan behavioralis yaitu:fokus pada struktur,eksplanatori,positif,analitis abstrak.tradisi masyarakat internasional merupakan salah satu pendekatan klasik HI.Tetapi pendekatan ini berupaya menghindari pilihan sulit antara :
  1. Egoisme dan konflik negara dan 
  2. Keinginan baik manusia dan kerjasama
       yang dimunculkan oleh perdebatan antara realisme dan liberalisme.di satu sisi masyarakat internasional menolak pandangan pesismis kaum realis klasik yang luar biasa tentang negara sebagai organisasi politik yang berdiri sendiri dan bangga pada diri sendiriyang berhubungan dan berhadapan saatu sama lain hanya atas dasar instrumental dan kepentingan diri yang sempit :Hubungan internasional dianggap sebagai “sistem”negara yang cenderung pada perselisihan,konflik dan cepat atau lambat perang yang berulang.
        Pendekatan dasar masyarakat internasional itu melaui tiga tahap yaitu Metodologi,konsep dasar,nilai dasar.Metodologi merupakan paham kemanusiaan (humanisme) interpretasi,sejarah,yurisprudensi,filosofis.konsep dasar meliputi hubungan manusia negara masyarakat anarkis sistem negara masyarakat negara.Nilai dasar mengarah pada ketertiban keadilan,kedaulatan negara hak azasi manusia.Ada kecenderungan bagi teoritisi masyarakat internasional untuk mendengarkan lebih seksama pada suara moderat rasionalisme grotian.
        Ada Tiga tradisi HI wight yaitu:(Realisme,rasionalisme,revolusionisme).Relisme menekankan pada anarki,politik kekuasaan ,konflik dan peperangan ,pesimisme.Rasionalisme menayatakan ,masyarakat ,perubahan evolusioner,koeksistensi damai,harapan tanpa ilusi.Revolusionisme menjelaskan ,kemanusian,perubahan revolusionisme,anti negara,utopianisme.Keterkaitan dengan tiga tradisi diatas sebagai berikut:
Rasionalisme→Revolusionismelunak→revolusionismekeras→realisme ekstrim→realisme→realisme moderat.
        Dalam abad ke-22 tingkat keadilan terakhir menjadi lebih mengemuka,tetapi mereka tidak mmenyusul tingkat anatara negara yang meruapakan isu isu keadilan dalam politik dunia masih dibicarakan  yaitu:ketertiban  dan keadilan.ketertiban mambicarakan mengenai ketertiban dalam kehidupan sosial,ketertiban internasional,ketertiban dunia.Keadilan berpacu pada keadilan manusia,keadilan antar negara,keadilan dunia.Pertimbangan normatif ini merupakan ciri dari masyarakat negara pluralis yang berdasarkan hukum internasional,yaitu rasionalisme.Tiga dimensi tanggung jawab:
   1.bertanggung jawab kepada siapa?                              2.bertanggung jawab untuk apa?
      Nasional →Warga negara kami                                      →Keamanan nasional
      Internasional→Negara negara lain                                 →Perdamaian internasional
      Humaniter→Manusia dimanapun                                   →Hak asasi manusia
 Tiga kritik tradisional terhadap masyarakat internasional
  1. Realisme mengkritik terhadap bukti norma yang lemah, kepentingan mendominasi. 
  2. Liberalisme mengabaikan masyarakat domestik,mengabaikan demokrasi,mengabaikan kemajuaan. 
  3. Ekonomi politik internasionl (EPI) mengabaikan ekonomi,mengabaikan dunia ketiga.
       Teoritis masyarakat internasional,dengan mencoba memahami dan mengapresiasi pilihan pilihan sulit yang dihadapi negarawan ,ini sebenaranya sudah berakhir dengan tiga kritik solidaritas terhadap masyarakat internasional sebagai berikut:
  1. Masyarakat transnasional yaitu:negara dan non negara,aktivitas aktivitas internasional,masyarakat sipil internasional,ko-eksistensi publik privat 
  2. Masyarakat global yaitu:anti statis,hubungan global kompleks,masyarakat dunia,tanggung jawab global 
  3. Ketidakadilan global yaitu:anti statis,jaringan perlindungan global,kesalahan kesalahan manusia,ketidak adilan dunia.
Kesimpulan
  • Pendekatan masyarakat internasional merupakan jalan tengah dalam studi HI klasik:pendekatan masyarakat internasional  menciptakan tempat di antara relisme dan liberalisme klasik dan membangun tempat tersebut ke dalam pendekatan HI yang berbeda dan terpisah .Pendekatan masyarakat internasional menganggap hubungan internasional sebagai “masyarakat”negara dimana aktor utamnnya adalah negarawan yang spesialisasinya dalam bidang ketatanegaraan.
  • Sistem negara dibentuk ketika dua atau lebih negara memiliki hubungan yang memadai diantara mereka untuk membuat perilaku masing masing sebagai elemen yang dibutuhkan dalam perhitungan yang lain.Masyarakat negara hidup ketika sekelompok negara membentuk masyarakat dalam hal bahwa mereka memandang dirinya diikat oleh seperangkat aturan bersama dalam hubungan satu sama lain.
  • HI adalah dialog tanpa akhir antara realisme,rasionalisme,dan revolusionisme.Realisme menekankan anarki dan politik  kekuasaan.Rasionalisme menekankan masyarakat dan hukum iinternasional.Revolusionisme menekankan kemanusiaan ,hak azasi manusia,dan keadilan manusia.
  • Inti masyarakat internasional adalah peningkatan dan pemeliharaan ketertiban internasional tanggung jawab mempertahankan ketertiban diantara negara negara menjadi milik negara negara berkekuatan besar.
  • Masyarakat internasional juga mencakup perhatiaan tentang keadilanTetapi isu isu keadilan distributif semakin penting dalam agenda internasional.
  • Negarawan menghadapi dilema yang sulit yang disebabkan oleh perbedaan jenis tanggung jawab yang harus mereka pertimbangkan.Ada tiga dimensi tanggung jawab yang berbeda:nasional,internasional,dan kemanusiaan.
             

Oleh : Musa Pekei 


Penulis adalah Mahasiswa Papua kuliah di Universitas Muhamadiyah Malang , Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Berikan Komentar Anda