Tekad Paslon YUDA, Jaga Keberagaman & Wujudkan Kesejahteraan

Paslon YUDA didampingi tim sukses ketika jumpa pers bersama awak media berlangsung di Sekretariat Pemenangan YUDA di Girimulyo Nabire (Foto: Media Center YUDA)

NABIRE – Sebanyak tujuh Partai Politik diantaranya  Partai PKB , Garuda  , PKS , Perindo , PSI , PAN dan Berkarya mendukung Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SIT dan H. Muhammad Darwis disingkat (YUDA) bertekad tetap menjaga Nabire ada dalam suasana aman , nyaman dan damai serta wujudkan masyarakat hidup sejahtera.

” Suasana aman , nyaman dan damai tetap di pertahankan. Karena kita tidak bisa menyangkal bahwa sepuluh tahun ini tidak ada konflik tidak ada masalah antar suku dan agama didalam keberagaman di Nabire.” kata Mote selaku Calon Bupati Nabire, Kamis (19/11/2020) siang ketika jumpa pers di Sekretariat Pemenangan YUDA di Girimulyo ketika usai mengikuti debat kandidat di Aula RRI.

Lanjutnya, Pihaknya tetap menjaga dan mempertahankan suasana aman dan nyaman di kota Nabire. Menurutnya hidup dalam keberagaman berbagai suku , agama dan bahasa sehingga kita saling mendukung dan mempertahankan keberagaman. Dalam rangka memberdayakan semua kelompok masyarakat  seperti yang juga di sampaikan dalam debat kandidat bahwa menangani masyarakat di Nabire itu tidak bisa dengan satu arah, tetapi dengan berbagai macam aktifitas.

” Karena ada masyarakat pesisir , masyarakat gunung , daerah trans , daerah pertanian , kemudian ada anak – anak sekolah , kelompok pengusaha , pengrajin , peternak dan lain-lain.  Ini semua bagian yang harus diberdayakan , harus diangkat , harus ditingkatkan yang tujuannya bagaimana masyarakat bisa hidup sejahtera , mandiri dan bisa hidup berdaya saing.” kata Mote sebelumnya menjabat Kadis DP3A Nabire.

Ditempat sama, Calon Wakil Bupati H. Muhammad Darwis menambahkan, tahapan demi tahapan telah dilalui dengan baik , walaupun rintangan tetap dihadapi dengan tegar. Darwis juga menuturkan  Paslon YUDA tidak berjalan sendiri tetapi berasal dari masyarakat kemudian diusung oleh masyarakat yang menguatkan YUDA mengikuti tahapan-tahapan pilkada ini.

” Seperti yang kami sampaikan bahwa fokus kedepan dan bagaimana Tuhan kehendaki, kami sudah memiliki program-program yang semuanya kembali kepada pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Menjadikan masyarakat itu bukan objek pembangunan tetapi menjadi subjek pembangunan.” tutur Darwis.*

Berikan Komentar Anda
Share Button