Balik Atas
Terseret Banjir,Bocah 5 Tahun Hilang
 
Pewarta: Redaksi Edisi 23/07/2015
| 1625 Views
Ilustrasi Banjir   Foto: Ist
Ilustrasi Banjir                          Foto: Ist

Sorong,23/07/2015,PAPUALIVES.COM – Duka mendalam dirasakan pasangan Jun dan Dewi, suami istri ini kehila­ngan anaknya, Dimas (5) yang terseret banjir saat hujan deras mengguyur Kota Sorong, Rabu (23/7) pukul 14.30 WIT. Korban hanyut terbawa arus air di drainase dari depan Gedung Sirambe dan hingga semalam belum ditemukan. Sedangkan kakak korban, Dani A Setiawan (9) selamat, setelah ditolong warga yang melihatnya meronta-ronta ditengah arus air.Tim SAR dan warga serta aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut masih melakukan pencarian korban.

Dani tak dapat menahan tangis ketika warga mulai memadati lokasi untuk membantu mencari adiknya yang hilang. Ia menangis tersedu-sedu sambil terus memanggil adiknya yang hilang terseret derasnya arus air di drainase besar yang mengarah ke jembatan Km 8, komplkes Kokoda dan mengarah ke laut. “Dimas….Dimas…,”panggilnya sambil menangis.

Kepada Radar Sorong, siswa kelas 3 SD Inpres 50 ini menceritakan kronologis hilangnya sang adik saat bermain hujan bersama. Saat itu, kata Dani, ia dan Dimas bermain hujan di tengah jalan, karena banjir yang meluap hingga di badan jalan. “Kita ada mau lihat orang ambil kayu, pas begini adik dia terpeleset, baru saya mau tolong tapi sudah tidak bisa,”katanya.

Ia sempat berusaha mengejar adiknya yang terbawa arus air, namun justru ia ikut terseret banjir di drainase besar. Ia pun berusaha berteriak meminta tolong sambil meronta-ronta dan mengangkat tangannya. Namun, di sekitar lokasi tak ada warga yang melihat kejadian tersebut. Setelah terseret banjir kurang lebih 50 meter, tepat dibawah jembatan ia tersangkut di pipa. Beruntung, seorang warga, Lodik yang sedang berjalan kaki di tepi drainase melihat tangannya yang terangkat ke atas. Lodik dan Danu, tukang ojek di dekat jembatan pun menolongnya.

Menurut Danu, setelah ia melihat tangan korban melambai meminta tolong, ia dan Lodik lalu saling bergandengan tangan untuk menarik korban. Ia mengaku takut terjun ke drainase karena saat itu arus air cukup kencang. “Jadi saya di belakang, saya pegang tanganya Lodik  baru tangannya dia yang satu ambil anak itu, untungnya dia tersangkut di pipa situ, kan di bawah jembatan ada pipa itu mas, kalau tidak  ya bisa jadi dia ikut hanyut juga sama adiknya,”kata Danu.

Dikatakannya, setelah menolong Dani, anak pasangan Jun dan Dewi yang tinggal di Lorong Mesa, korban menceritakan bahwa adiknya yang masih berumur 5 tahun hanyut dan hilang. “Kemudian saya cari- cari ke dalam tapi sudah tidak ketemu,”imbuhnya.

Awalnya, lanjut Danu, korban mengatakan hendak mengambil bola yang hanyut di air, namun saat hendak mengambil kak adiknya terpeleset dan akhirnya terjerumus dan terserset banjir. Dikatakannya, keduanya bermain hujan di jalan yang digenangani air depan Gedung Sirambe beramai- ramai. Karena teman-temannya sudah pulang, tinggallah mereka berdua. “Malah kalau biasanya itu anak-anak mandi-mandi, lompat-lompat dari jembatan ke air, kita sudah sering larang tapi ya begitu sudah tidak mau dengar,”lanjutnya.

Mengetahui adanya anak hanyut terseret banjir, tukang ojek yang sedang duduk di pangkalan lalu memanggil orangtuanya yang saat itu sedang berada di dalam rumah. Keduanya kaget bukan kepa­lang, panic dan langsung mendatangi lokasi. Setibanya di lokasi, pasangan suami istri hanya mendapati Dani, anak kedua mereka yang sedang menangis. Dewi tak dapat membendung kesedihannya, ia pun terduduk dan menangis sejadi-jadinya. Tetangga dan warga yang berusaha menenangkannya tak mampu menghentikan tangis wanita tersebut. Sementara Jun, bapak korban terlihat ikut menyelam mencari anaknya yang hilang.

Selang satu jam kemudian, tim SAR tiba dilokasi dan langsung melakukan pencarian dengan menyelami drainase selebar 3 meter tersebut. Namun, upaya yang dilakukan dari titik korban terjerumus hingga di ujung kali Km 8, belum membuahkan hasil.  Air yang mengalir dari drainase Km 8, mengalir ke kali Km 8 dan berakhir di laut. Pencarian korban dihentikan pukul 18.30 WIT tanpa hasil dan akan kembali dilanjutkan pagi ini.

reg/RadarSorong/Admin

Berikan Komentar Anda