Balik Atas
Tidak Bayar SPP, Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura Mengadakan Rapat Terbuka
 
Pewarta: Michael Edowai Edisi 14/05/2019
| 924 Views
Foto bersama sejumlah Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura yang tergabung dalam BEM dan MPM ketika usai rapat terbuka (Foto:Mikael/PapuaLives)

Jayapura, Sejumlah Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura melaksanakan rapat terbuka guna membahas pentingnya pendidikan Dimassa depan, rapat terbuka berlangsung di Aula Kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura pada Selasa (14/05/2019) yang dimulai pukul 09:00 Wit sampai selesai.

Dengan berlangsung rapat terbuka yang dipimpin oleh Gerardus Kosama Selaku Kordinator Aksi Dan Akvokasi, sebagai agenda dalam rapat tersebut membahas Toleransi Mahasiswa Di Kampus STIKOM.

Aturan yang sudah terterabkan  di kampus Stikom yaitu bagi mahasiswa yang tidak dapat membayar uang SPP tidak dapat di ijinkan masuk ruangan saat ujian akan tetapi, dalam rapat tersebut BEM, MPM Dan juga seluruh Mahasiswa Stikom berkomitmen untuk semua semua mahasiswa wajib itu ujian mulai dari tahun ini. T

” Tolerasi yang harus diberikan oleh pihak Akademik kepada Mahasiswa adalah pada tanggal 20 mei Mendatang seluruh Mahasiswa wajib ikut ikutkan ujian akhir tanpa melihat dari latar belakangnya, yakni sudah lunas uang SPP atau Belum Lunas.kampus Stikom Muhammadiyah terdiri dari 95% mahasiswa orang asli papua Namun 5 % yang orang Non papua, namun Kebanyakan mahasiswa yang belum lunas uang SPPnya hingga kini oleh karena itu Pihak kampus harus memnerikan tolerasi kedapa mahasiswa untuk ikut ujian akhir tanpa terkecuali” Dikatakan Gerardus Kosamah selaku Bidan Aksi dan Advokasi kepada media papualives.com.

Aturannya terterap di kampus stikom, mahasiswa yang belum lunas uang Sppnya tidak di perbolehkan untuk mengikit ujiannya akan tetapi mulai tahun pihak kampus harus toleran kepada mahasiswa diwajibkan untuk ikut ujian akhir semester.

Lanjut Kosamah, jika pada tanggal 20 Mei dari pihak kampus tidak ada respon atau kita berikan toleransi maka kami mahasiswa stikom berkomitmen kasih kesempatan 1,2 bulan kepada mahasiswa/i yang belum untuk mereka cari uang atau ujiannya ditiadakan namun kami minta nilai A untuk semua Mahasiswa/i stikom tanpa terkecuali.Dikampus stikom 95% Mahasiswa/i orang asli papua maka kebanyakkan yang masih belum melunasi uang semesternya, namun kampus stikom ada di tanah Papua maka pihak akademik harus mengerti latar belakang dari pada orang asli papua.” Ujarnya

Sementara itu Gerson Lagowan Senior STIKOM Muhammadiyah Jayapura mengatakan selama ini banyak mahasiswa yang jadi korban dalam hal uang semestewr meningkat pertahun dan juga pasilitas sangat berkurang namun kebanyak Dosen yang belum aktif untuk perkuliahan oleh karena itu pihak kampus harus menyediakan pasilitas dan juga dosen dosen yang benar mau bekerja sebagi seorang dosen dikatan oleh Gerson Lagowan selaku senior.

Lanjutnya, di kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura terdiri dari tiga konsentrasi yakni Broadcasting,Jurnali­stik dan Public Relation.

” namun dalam ketiga konsentrasi sangat terbatas dengan Fasilitasnya, dengan besar harapan Pihak Akademik Harus menyediakan fasilitas Radio,Kamera,Kompute­r, dan lain, karena setelah kami selesai dari kampus ini kami juga bisa terjung sebagai preseter Tv dan Radio,Melamar Di Media sebagai wartawan,jadi dokumenter, pengacara dan lain-lain” harapnya.

Berikan Komentar Anda