Scroll to Top
Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Gelar Diskusi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan
Posted by Redaksi on 5th Desember 2018
| 86 views
Suasana Konfrensi Pers 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan , pada Selasa,(4/12/2018) di gedung negara, Dok V Jayapura Utara (Foto:Christian/PapuaLives)

Jayapura, Peringati 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, tim penggerak PKK Provinsi Papua bersama USAID gelar diskusi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam segala bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut berlangsung di gedung negara, Dok V Jayapura Utara, pada Selasa,(4/12/2018).

“Melalui surver yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2018 di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Jayawijaya, Jayapura, Manokwari, Jayapura dan Sorong memyebutkan bahwa 3 dari 5 perempuan pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasa seksual dan 1 dari 3 perempuan juga pernah mengalami kekersana emosional dan 3 dari 4 perempuan mengalami tekanan atau perilaku yang dikendalikan oleh laki-laki sehingga diskusi ini bertujuan untuk percarian solusi agar kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa mengatasi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Yulce Wenda kepada wartawan di Jayapura, Selasa, (4/12/2018).

Menurut dia, laporan tersebut menyebutkan pula bahwa sebanyak 13 persen perempuan melaporkan pernah dipaksa berhubungan seks sejak usia 15 oleh orang selain pasangan mereka.

“Dampak kekerasan pada kesehatan perempuan, dimana 7 dari 10 perempuan yang mengalami cidera akibat kekerasan tidak menerima perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Selama ini 69 persen perempuan yang pernah mendapat kekerasan oleh pasangan intim dilaporkan memiliki gangguan emosional dan perilaku,”dia menjelaskan.

Studi secara global yang dilakukan oleh WHO tahun 2013 menyebutkan bahwa diwilaya endemic HIV, resiko penularan mengalami peningkatan 1.52 kali dikelompok perempuan disebabkan oleh kekerasan berbasis gender.

Dalam rangka memperingati 16 hari anti kemerasan terhadap perempuan, tim penggerak PKK Provinsi Papua bersama mintra NGO atau LSM dengan dukungan USAID gelar diskusi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga berbasis gender di Indonesia Timur.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua untuk menyupayakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak,”harapnya.

Christian Degei

Berikan Komentar Anda