Tokoh Pemuda Minta Gubernur Papua Barat Lockdown
Pewarta: Redaksi
| 1053 Dibaca
EDISI TERBIT: 27 Maret 2020
Thomas Ch Syufi , tokoh pemuda Papua Barat dalam salah satu kesempatan di Manokwari (Foto:Istimewa)

Manokwari,Mencermati penyebaran pandemi virus Corona ( Covid-19 ) hampir 190 negara dari lima benua sudah terdampak penyebaran virus ganas ini telah menewaskan banyak umat manusia, yakni jumlah korban di Wuhan sekitar 4.000 orang, Italia sekitar 5.000 orang, Spanyol sekitar 4.000 orang, Inggris sekitar 200 orang, dan Indonesia dan Papua. Hal itu dikatakan Thomas Ch Syufi Tokoh pemuda Papua Barat kepada papualives.com (27/03/2020) dari manokwari sore tadi.

” Data- data ini menujukkan kematian banyak terjadi di negara maju dan paling moderen, baik di Asia, Eropa, dan Amerika. Apabila terjadi di Papua sangat berbahaya. Masih serba kekurangan. Tenaga dokter, fasilitas yang sangat terbatas sehingga Lockdown menjadi jalan paling mujarab dan solusi pamungkas untuk pembatasan penyebaran Covid-19 di Papua Barat.”ungkapnya.

Lanjutnya, Ia meminta Gubernur Papua Barat segera lambil langkah kongkrit dan berani untuk Lockdown wilayah Papua Barat.

” Isolasikan provinsi yang berada di Semenajung Kepala Burung Papua ini untuk 14 hari ke depan. Gubernur Papua Barat harus tiru  sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah buat Rapat Forkopimda dan putuskan untuk Lockdown.”pintanya.

Syufi , yang juga menjabat Wakil Ketua DPD KNPI Papua Barat bidang Hukum dan HAM menilai langkah Lockdowan bisa meminimalisir penyebaran virus Corona. Diakuinya bukan soal kepetingan politik atau ekonomi, tapi ini soal keselamatan semua rakyat. Alasan ekonomi tidak menjadi basis kebenaran gubernur untuk menolak Lockdown.

” Harus ada pertimbangan kemanusiaan hal utama bagi Gubèrnur Papua Barat dari pada kepentingan ekonomi dan politik. Gubernur dipilih oleh rakyat, maka punya legitimasi yang kuat. Gubernur berada di pundak kedaulatan rakyat dan nurani kemanusiaan.”jelasnya ketika menyikapi persoalan saat ini.

Syufi menambahkan, Bila tidak ada langkah Lockdown,ada kekhawatiran Papua Barat akan mengalami lonjakkan penyebaran virus Corona yang luar biasa dan melahirkan kematian yang mengenaskan.

“Jadi, gubernur segera bergegas untuk mengambil kebijakan Lockdown. Narasi dan retorika tak subtantif dan bermutu soal menjaga kemapanan ekonomi segera dikubur, dan reorentasi baru, selematakan masyarakat Papua Barat dengan jalan lockdown.”tambahnya.

Selain itu, Selaku Tokoh Pemuda berharap kepada Gubernur agar jangan takut kepada siapapun, termasuk Mendagri dan Presiden.

” Karena yang berdaulat adalah rakyat yang kini kemanusiaan dan kehidupannya terancam oleh penyebaran virus corona.”harapnya.

Berikan Komentar Anda
Share Button