BALIK ATAS
Tubuh Tidak Bisa Di Bohongi
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 3rd Agustus 2014
| 821 DIBACA
Foto : Kel.Pdt.Albert Monim/google+/ist
Kejadian 23:1 Sara hidup seratus dua
puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. 2 Kemudian matilah Sara di
Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang
meratapi dan menangisinya.
Kematian suatu realitas yang tidak
bisa kita hindari. Usia yang semakin bertambah maka kekuatan fisik
cenderung akan melemah. Kenyataan ini juga tidak bisa kita hindari. Kita
tidak kuasa untuk merobah realitas ini.

Saya berpikir, kalau
Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajukan satu permintaan
apa yang kita inginkan untuk diri kita? Saya menduga, secara umum kita
akan memilih untuk meminta kepada Tuhan agar kita tidak menjadi lemah
secara fisik karena usia atau kita pingin muda terus dan tidak mengalami
maut. Tapi sayangnya tidak ada demikian.
Maka tidak heran
pesan pada kita saat ini adalah bahwa siapapun kita, dimana pun kita
berada, apapun yang kita kerjakan, ingat bahwa kita tidak akan luput
dari kenyataan ini, yakni maut. Karena itu, sebelum terlambat, marilah
kita pastikan dengan tepat keberadaan kita di saat masih hidup ini. Kita
sedang menuju kemana? Kita sedang percaya di dalam Allah yang mana?
Kita sedang beriman kepada Allah di dalam Yesus Kristus ataukah tidak?

Firman Tuhan mencatat, kematian Sara menimbulkan duka yang mendalam
dalam diri Abraham. Abraham baru saja diuji imannya kepada Allah lewat
putranya Ishak (Kej. 22), kini masalah berikutnya adalah kematian Sara
(Kej. 23). Abraham belum selesai dengan satu masalah datang pula masalah
lainnya.

Firman Tuhan mencatat di ayat 2 berkata demikian:
Matilah Sara di Kiryat-Arba. Artinya bahwa penulis Kejadian mau
memberitahukan kepada kita bahwa duka Abraham yang demikian mendalam
bukan saja karena kematian istri yang dicintainya tetapi juga karena
Abraham menyakiskan/isnyaf bahwa kekuatan fisik yang menurun dan melemah
dari usia istrinya tidak bisa dihindari. Maka sebutan ‘meratapi’
menggambarkan bagaimana Abraham juga mengeskpresikan fisiknya karena
duka yang mendalam tersebut.
Bila kita ingat bahwa tempat
Kiryat-Arba (Hebron) ini bukanlah tempat yang asing bagi Abraham dan
Sara. Sebab di tempat inilah pertama kali, Abraham dibantu Sara
membangun Mezba pertama bagi Allah. Di tempat inilah pertama kali mereka
memanggil nama Allah. Di tempat inilah iman mereka ketika itu begitu
hidup. Tetapi kini kenyataannya demikian.
Dengan demikian sakit
penyakit, fisik yang menurun dan lemah serta kematian bukanlah factor
beriman atau tidak beriman kepada Allah. Dan juga bukan factor Allah
mengasihi kita atau tidak. Bukan pula factor Allah berkuasa atau tidak
berkuasa. Tetapi semua ini adalah FAKTOR TUBUH.
Kita tidak bisa
membohongi tubuh ini. Kita tidak bisa menghalangi proses penuaan tubuh
ini. Tubuh ini tidak selalu kuat atas sakit penyakit. Tubuh ini tidak
steril dari berbagai sakit penyakit. Tubuh ini punya masa waktu untuk
bertahan dan punya masanya untuk istirahat. Karena itu, tidak ada satu
pun dari kita umat manusia yang bisa menghindar dari kenyataan ini—maut,
selama kita masih disebut manusia (memiliki tubuh jasmani ini).

Ingatlah kalimat Yesus dalam Matius 10:28, Yesus berkata demikian “Dan
janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi
yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang
berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”. Di
Yohanes 11:25 Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa
percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”.

Artinya bahwa kekuatan kita sampai kapanpun bukan terletak pada tubuh
fisik kita, kekuatan kita juga bukan terletak pada materi atau benda
apapun. Tetapi kekuatan kita hanya terletak pada iman kita kepada Tuhan
Yesus Kristus. Dia-lah satu-satunya pengharapan dan kekuatan kita.
Karena itu, selama masih ada kesempatan marilah kita berdamai dengan
Allah di dalam Yesus Kristus dan terus beriman kepada-Nya

Kita tidak kuasa atas tubuh kita selain teguh beriman kepada Allah dalam Yesus Kristus
Pnt. Alfred Monim

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM