Umat Katolik di Nabire Ibadah Paskah di Rumah dengan mengikuti siaran RRI
Pewarta: Redaksi
| 305 Dibaca
EDISI TERBIT: 12 April 2020
Pastor Yohanes Agus Setiyono,SJ Pastor Paroki KSK Nabire didampingi Prater Benny Magay ketika memimpin misa malam paskah secara terbatas di Aula RRI Nabire (Foto:Frans/PapuaLives)

Nabire, Ibadah dan perayaan malam Paskah di Kabupaten Nabire tahun ini harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Kebijakan pemerintah dan atas kesepakatan FKUB Nabire terkait pandemi Covid-19 mengharuskan warga Nabire yang beragama  untuk tidak berkumpul bersama dan ibadah seperti yang biasa dilakukan.

Terkait hal itu. Umat Katolik di Nabire merayakan paskah melalui siaran radio RRI atas kerjasama paroki kristus sahabat kita (KSK) , Paroki Kritus Raja (KR) dan Paroki Nabire Barat dengan LPP RRI Nabire. Ibadah malam paskah tersebut dilaksanakan secara terbatas di Aula RRI Nabire (11/04/2020) dimulai pukul 19:00 Waktu Papua di pimpin Pastor Yohanes Agus Setiyono,SJ Pastor Paroki KSK Nabire dan didampingi Prater Benny Magay.

Sementara itu,Dalam Khotbahnya Pastor Agus yang dikutip media ini bahwa dalam kohtbahnya ia lebih menceritakan makna paskah dalam keadaan wabah virus Corona (Covid-19) menjelaskan bahwa mengapa manusia takut mati karena virus benarkan manusia tidak ada iman lagi dibumi benarkah demikian. Tuhan lebih besar dari apapun. Dan kita tidak perlu gentar seperti situasi berat sekalipun seperti sekarang ini. Namun kebesaran Tuhan itu tidak untuk menyatakan keinginan manusia semata yang rapuh dan berdosa.

” Manusia beriman tetap bisa kena virus Corona kalau Tuhan mengijinkan dan kita tidak boleh cobai Tuhan seperti ketika Yesus dicobai Iblis terutama saat ia diminta batu menjadi roti. Tuhan tidak mau , kehendak Bapa bukan kehendak Putra dan kehendak Tuhan bukan kehendak manusia dan manusia tetap hidup dalam keterbatasannya , sehingga kita selalau membutuhkan pertolangan dari Tuhan untuk megatasi masalah yang kita hadapi. Tuhan telah memberikan kita hikmat ,akal budi dan kebijaksanaan sehingga dapat mengatasi wabah virus ini bersama sama.Sekarang secara bersama sama pula kita wujudkan dalam semangat iman, saat wabah virus Corona ini terjangkit.”kata Pastor Agus dalam Khotbahnya.

Pastor Dekenat Teluk Cenderawasih ini juga mengatakan,bahwa yesus adalah Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita dari dosa, karena kelemahan kita, namun yesus yang membawa kuasa Allah dengan menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat dan membangkitkan orang mati diceritakan wafat di kayu salib, kematiannya bukan karena kelemahan Tuhan melainkan karena kelemahan dan dosa manusia, Kematiannya bukan akhir dari cerita Tuhan Yesus sebab Yesuslah kebangkitan dan kehidupan. Kutipan Yohanes 11 ayat 25 seperti dalam kutipan (Lasarus yang sudah mati dibangkitkan).” kata romo Agus dalam kotbahnya.

Selin itu, Dalam situasi krisis dan bencana ini, Tuhan juga hadir menunjukan hal hal positif yang tidak dibayangkan manusia dan banyak hal berharga yang bisa kita dapatkan.

“Sekarang malah tumbuh subur gerakan solidaritas yang dilakukan untuk menyelamatkan semua orang , Orang kemudian disadarkan juga apa artinya hidup bersih dan sehat , pembatasan gerak manusia juga membantu mengurangi jumlah polusi exploitasi terhadap alam akibat dari wabah ini menjadi gerakan efektif lembaga dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.”kutip media ini dalam khotbah paskahnya.

Terpisah, Salah seorang umat Katolik, Andreas, mengatakan ia bersama keluarganya selama minggu pekan suci mengikuti ibadah melalui RRI yang diselenggarakan gerejanya setelah dikeluarkan anjuran untuk beribadah di rumah.

“Hari minggu sebelumnya kami buat ibadah sendiri. Dan minggu pekan suci ini kami mengikuti yang ibadah melalui RRI, jadi kami juga ibadah di rumah ngikuti seperti itu” ujarnya kepada media ini.

Berikan Komentar Anda
Share Button