Waka Polres Nabire Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Matoa 2019
Pewarta: Redaksi
| 143 Dibaca
EDISI TERBIT: 23 Oktober 2019

Nabire : Operasi Zebra Matoa 2019 Polres Nabire dilaksanakan Apel Gelar Pasukan bertempat di Lapangan Apel Mapolres Nabire, pukul 09.00 Wit, Rabu (23/10/19) pagi.

Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Matoa 2019 sebagai pimpinan apel Kapolres Nabire yang diwakili Waka Polres Kompol Steyven J. Manopo, SIK, Perwira Apel Kasat Lantas AKP Hendra K, SH, SIK dan Komandan Apel Ops Zebra Matoa 2019 Kanit Laka Sat Lantas Ipda Sidiq P.

Hadir dalam apel gelar pasukan Ops Zebra Matoa 2019, Kabag Ops Polres Nabire AKP Samuel D. Tatiratu, SIK, Kabag Sumda H. Nunuk Haryono, Wadanyon C Pelopor AKP Joni Samonsabra, SH, MH, Para Kasat dan Perwira TNI, serta DLLAJ Kabupaten Nabire.

Adapun peserta apel tersebut, 1 Regu Sub Den POM Kabupaten Nabire, 1 Pleton Kodim 1705/PN, 1 Pleton Den C Pelopor, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Sat Samapta Unit Dalmaa, 1 Regu Gabungan Staf Polres Nabire, 1 Pleton Gabungan Reskrim, Intel dan Narkoba dan 1 Regu DLLAJ Kabupaten Nabire.

Dalam amanat Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw yang dibacakan oleh Pimpinan Apel Waka Polres Nabire kepada peserta apel gelar pasukan Ops Zebra Matoa 2019.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan merupakan rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra Matoa Tahun 2019 yang akan digelar mulai tanggal 23 Oktober S/D 5 November 2019 di seluruh Polda selama 14 hari,” ucap Pimpinan Apel.

Gelar pasukan ini tujuannya adalah untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, yang dilibatkan dalam operasi sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Perlu diketahui bersama untuk Polda Papua dan Jajaran Data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra Tahun 2018 adalah sebanyak 19 kejadian, mengalami kenaikan sebanyak 5 kejadian atau naik 36% apabila dibandingkan dengan periode yang sebelumnya tahun 2017 sebanyak 14 kejadian,” ungkap Pimpinan Apel.

Jumlah korban meninggal dunia pada pelaksanaan Operasi Zebra Tahun 2018 adalah sebanyak 4 orang, mengalami penurunan sebanyak 4 orang atau turun 50% dibandingkan periode yang sebelumnya di Tahun 2017 sebanyak 8 orang.

Jumlah pelanggaran Lalu Lintas Operasi Zebra Tahun 2018 sebanyak 4.954, sedangkan pelanggaran Lalu Lintas Tahun 2017 sebanyak 3.266, mengalami peningkatan sebanyak 1.688 atau 52% dengan jumlah tilang sebanyak 3.274 lembar dan teguran sebanyak 1.680 lembar, sedangkan Tahun 2017 jumlah tilang sebanyak 2.128 dan teguran sebanyak 1.138, hal ini terjadi karena keaktifan petugas dalam pelaksanaan operasi masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas di jalan.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra Tahun 2019 kali ini ada beberapa prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran yaitu pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain :
1. Pengemudi menggunakan Handphone;
2. Pengemudi melawan arus;
3. Pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu;
4. Pengemudi di bawah umur;
5. Pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan Helm SNI;
6. Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan Narkoba/Mabuk; dan
7. Pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Sebelum saya mengahkiri sambutan ini, ada beberapa hal yang menjadi penekanan saya meliputi :
1. Senantiasa pada awal kegiatan di dahului dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2. Pelihara dan jaga kesehatan saudara sehingga jiwa dan raga saudara selalu dalam keadaan prima dalam setiap pelaksanaan tugas;

3. Utamakan keselamatan dalam setiap pergerakan dan kegiatan;

4. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tunjukkan bahwa saudara adalah Polantas Profesional;

5. Kepada para atasan agar melaksanakan APP, pengawasan secara berlapis dan berjenjang sehingga Operasi Kepolisian “ZEBRA-2019″ tidak dicederai oleh tindakan yang tidak terpuji;

6. Dalam hal pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan agar selalu mengutamakan senyum, sap dan salam, menjelaskan kepada pelanggar terhadap pelanggaran untuk meminimalkan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” tutup Pimpinan Apel Kompol Steyven.

Berikan Komentar Anda
Share Button