Warga GKII Bongkar Gedung Gereja KINGMI di Mapia

Picture1
Saat Ibu – ibu membongkar Gereja KINGMI di Mapia

Dogiyai,16/02/2016,PAPUALIVES.COM – Gereja Kemah Injil ( KINGMI ) Pos PI Mapia Klasis Kamuu Koordinator Dogiyai ,dibongkar oleh oknum Warga Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Mapia , Jumat ( 12/02)kemarin.

Aksi pembongkaran Gereja dan fasilitas lainya ini,lantaran Warga GKII tidak menerima atas kehadiran Gereja KINGMI diwalayah Mapia.

Kepada Papualives.com,Senin (15;/02/16 ) di Moanemani , Ketua Badan Pengurus Pos PI Mapia Pdt.Obeth Magai menjelaskan pihaknya sangat kecewa dengan adanya pembakaran Gedung Gereja ,merobek Gambar Yesus dan fasilitas lainnya. Sebenarnya masalah bangun Gedung Gereja di Wilayah Mapia,pihaknya bersama Warga GKII sudah pernah berangkat ke GKII Pusat Jakarta pada tanggal 23 Juni 2015 untuk menelusuri status Hukum bagi pendirian Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua.

“ Disana kami diterima oleh Drs. Arie Monning, MM Bendahara GKII mewakili Pengurus GKII Pusat,penjelasan beliau kami merasa sudah cukup jelas . Beliau berbagi nasehat secara rohani mapun penjelasan tentang pendirian Gereja KINGMI di tanah Papua “ Tutur Magai.

Lebih Lanjut Obeth menjelaskan,setelah menelusuri status Hukum bagi pendirian Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua,sudah jelas dengan status hukumnya.

Bahkan dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 “Negara menjamin kemerdekaan tiap – taip penduduk untuk memeluk agamanya masing – masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan keperayaannya itu.
“ UU Otsus Papua Nomor 21 Tahun 2001 Pasal 54 ayat a, c dan d : (ayat a) : “menjamin kebebasan, membina kerukunan, dan melindungi semua umat beragama untuk nemjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya”, (ayat c) : “mengakui otonomi lembaga keagamaan”, (ayat d) “memberikan dukungan kepada setiap lembaga keagamaan secara professional berdasarkan jumlah umat dan tidak bersifat mengikat” Jelas Obeth

Namun demikian ,kata Obeth ,kelihatannya tak menerima kehadiran Gereja KINGMI disana maka mereka masih melakukan berbagai aksi – aksi untuk menghalanginya. Seperti aksi pembongkaran Gereja hari Jumat (12/02) kemarin .
“ sebenarnya tidak boleh bongkar gereja ,karena ini rumah Tuhan. Bukan mereka membakar gereja namun juga menginjak –injak dan merobek gambar – gambar Yesus yang telah ditempelkan di Gereja “ ungkap dengan nada kecewa.

Menurut Obeth,aksi pembongkaran Gedung gereja serta pengrobekan Gambar Tuhan Yesus tersebut dilakukan oleh sejumlah Ibu – Ibu Perkawan Daerah Mapia atas perintah Ketua Wilayah III GKII Papua Pdt. Yehuda Bunai, MA dan Osei Mote, S.IP ,Mahasiswa STT Yusuf Nabire dan selaku Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Dogiyai.
“Aksi yang dilakukan oleh warga gereja GKII daerah Mapia kali ini sangat memalukan bagi gereja – gereja Tuhan di tanah Papua dan dunia karena yang pertama Aksi pembongkaran gedung gereja dan menginjak – injak gambar Yesus serta merobeknya, berarti itu tindakan yang sangat memalukan dan melawan terhadap doktrin Gereja Kemah Injil (Injil Empat Berganda) “jelas Magai .

Yang kedua menurut Magai, Aksi pengrobekan gambar Yesus ini adalah tindakan yang benar – benar pelecehan iman Kristiani di muka bumi ini. “Aksi pemngrobekan gambar Yesus ini menandakan bahwa tindakan gereja GKII daerah Mapia ini telah mendahului tindakan anti Kris yang akan datang. “sebut Obet yang ketiga.

Kata Magai ,yang keempat adalah Gereja yang telah dibongkar warga GKII daerah Mapia adalah rumah Tuhan, dimana di dalam rumah Tuhan itu hati Allah, mata Allah, pikiran Allah hadir, 2 Tawarik 7 : 15 – 16.

Agus Tebai

Berikan Komentar Anda

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.