Balik Atas
Warga Panik Adanya Isu Stunami di Kota Nabire “Ternyata Hoax”
 
Pewarta: Redaksi Edisi 11/11/2018
| 483 Views
Suasana malam pada hari Jumat (09/11/2018) ketika warga panik mengunakan kendaraan di kota nabire (Foto:Dree/PapuaLives)

Nabire,Warga yang berada di Kabupaten Nabire terutama di wilayah kota Nabire dikagetkan dengan Informasi tidak benar atau Hoax tentang akan terjadinya Tsunami pada hari jumat (09/11/2018) Pada tengah malam.

Menangapi adanya isu itu masyarakat nabire berbonong -bondong melarikan diri ke daratan tinggi yang juga sebagian warga  berbondong bondong menuju kawasan pesisir untuk melihat secara langsung fenomena air surut tersebut.

Salah satu warga masyarakat Yan Pigome yang turut ikut melarikan diri mengatakan bahwa dirinya memperoleh informasi yang beredar di kalangan masyarakat nabire yang belum mengetahui kebenaran informasi stunami tersebut yang mana beredar bahwa akan terjadi pada jam 2 dini hari sehingga dirinya membawa semua keluarganya untuk mengamankan dirinya dan keluarga” ungkap Yan

Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Kabupaten Nabire Nataniel Simon Rumy saat di konfirmasi wartawan, mengatakan informasi hoax akan terjadinya tsunami dipercaya warga nabire, menurut terjadinya air surut di laut bisa karena beberapa hal, salah satunya karena gaya tarik (gravitasi) bulan atau matahari. posisi bulan dan matahari terhadap bumi dapat menyebabkan terjadinya pasang/surut air laut. hal itulah yang terjadi di perairan nabire pada jumat tengah malam (09/11/2018) hingga sabtu dini hari (10/112018).

Saat melakukan pemantauan di kantor geofisika jalan matoa kalibobo serta di pantai nabire. dan puncak terjadinya air surut sekitar pukul 01.00 wit dengan jarak terjauh surut sepanjang 1.96 meter. setelah itu air laut kembali mengalami pasang.simon kembali menegaskan bahwa informasi tsunami yang beredar itu tidak benar.

“penyebab air surut diakibatkan gaya tarik bulan atau matahari.sebagai informasi, tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor bawah laut maupun meteor yang jatuh ke laut. namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut.sehingga jika ada kejadian seperti diatas, warga nabire tidak perlu mengkhawatirkan .apalagi informasi tersebut bersumber dari pihak-pihak yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab”katanya.

Dree

Berikan Komentar Anda