BALIK ATAS
Warga Resah Tidak Ada Penerbangan Helikopter Kewilayah Pesisir Kali Degeuwo
Diterbitkan Oleh: Redaksi Date 28th April 2018
| 659 DIBACA
Para pengusaha tambang, pekerja tambang sampai pekerja billiar dan karoke menggunakan helikopter sebagai alat transportasi menuju wilayah tambang di sekitar Sungai Degeuwo. (Foto: LSM SUAMEMO)

Paniai,Ribuan Warga resah dengan tidak adanya penerbangan helikopter yang biasanya melayani pendistribusian Sembako kewilayah pesisir kali Degeuwo Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai. Kamis, (26/4/2018).

Setelah sepekan tidak ada penerbangan helikopter rute Nabire ke wilayah pesisir kali Degeuwo, warga merasa resah dan gelisah di sebabkan takut kehabisan bahan makanan dan lain-lain. Warga berharap agar pemerintah setempat bisa mengambil langkah guna untuk kepentingan ribuan rakyat yang berdomisili di sepanjang kali Degeuwo.

Warga yang berada Wilayah pesisir kali Degeuwo hanya bergantung pada pendistribusian sembako serta bahan bakar minyak (BBM) melalui udara, yaitu melalui jasa penerbangan Helikopter, sebab wilayah tersebut tidak memiliki akses jalan darat seperti di wilayah lain. Misalkan bila berjalan kaki menelusuri hutan ke kota Nabire di capai dengan berjalan kaki selama 12 hari bayangkan?.

Inilah tingkat kesulitan yang di alami warga setempat, bila tidak ada penerbangan helikopter sangatlah membuat warga resah. Apalagi bila ada warga yang sakit, sedangkan tenaga medis hanya mengharapkan seorang Petugas Kesehatan dari anggota TNI yang bertugas di wilayah tersebut.

Wilayah yang di kenal dengan mahalnya harga barang ini, dengan beras 25 kg Rp 1.500.000, ayam daging Rp 120.000 per ekor, ikan Rp 150.000 per kg, bahan bakar minyak (BBM) Rp 70.000 per liter, semen Rp 2.500.000 per sak.

Dikatakan seorang warga yang namanya enggan di sebutkan, bahwa ” Disini sudah mahal harga barangnya, susah juga ditemui barangnya karena sudah satu minggu helikopternya tidak terbang kewilayah ini. Mana yang katanya pemerataan ekonomi,” tuturnya

Menanggapi hal ini, Kepala Suku Umum Merius Murib mengatakan, dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah agar meninjau serta mengambil langkah untuk memenuhi kesejahteraan warga yang ada di wilayah ini. “Satu minggu helikopter tidak terbang. Beras dan bahan bakar sudah habis, bagimana masyarakat bisa hidup dengan baik disini, maka itu, saya berharap pemerintah menyiapkan armada khusus untuk melayani penerbangan di wilayah ini, bila hanya berharap dari helikopter pengusaha sering tersendat,” paparnya.

Masih lanjut Merius Murib, disini banyak ibu hamil, orang sakit, dan kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah. “Sampai saat ini dari pihak pemerintah Distrik saja tidak pernah meninjau wilayah ini, maka itu kami seluruh masyarakat yang ada berharap perhatian serius dari Pemerintah. Warga di sini bisa sejahtera bila di perhatikan oleh pemerintah bukan hanya di perhatikan oleh pengusaha,” tegasnya.

Dree

Berikan Komentar Anda
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |