BALIK ATAS
Warga Sipil Tertembak,Ini Tuntutan Mahasiswa Lapago DIY Yogyakarta
PEWARTA: Redaksi PAPUALIVES.COM 17th Desember 2018
| 411 DIBACA
Ketika Mahasiswa Lapagoo DYI Yogjakarta lakukan Konfrensi Pers di Asrama Kamasan Papua (Foto:Istimewa)

Yogjakarta,Dampak Kasus Penembakan penembakan para pekerja PT Istika Karya belum lama ini berakibat terjadinya operasi militer d nduga dalam hal ini mengakibatkan korban meninggal dunia yang merupakan warga sipil terkait hal itu Mahasiswa Lapagoo DYI Yogjakarta melakukan jumpa pers di Asrama Kamasan Senin (17/12/2018) siang tadi.

Dalam Konfrensi pers tersebut Mahasiswa Lapagoo DYI Yogjakarta menyampaikan beberapa hal terkait latar belakang penembakan para pekerja PT Istika Karya yang ditulis melalui rilis pers sebagai berikut;

Peristiwa penembakan 16 karyawan PT.Istika Karya pekerja jalan trans papua ruas wamena yuguru (2/12/2018) di Distrik yigi dan kabupaten Nduga Papua; Hingga hari ini belum ada hasil penyelidikan yang disampaikan oleh kapolda papua dan jajarannya kepada publik. Sementara yang terlihat dari beberapa informasi di media cetak dan elektronik maupun media online adalah kegiatan evakuasi korban serta pencarian beberapa karyawan perusahaan pembuat jalan trans papua tersebut yang diduga hilang dan atau belum ditemukan.

Bahkan terkesan justru yang terjadi di Kabupaten Nduga lebih menjurus ke operasi militer dibandingkan dengan kegiatan penegakkan hukum. Dimana jarang sekali para pelaku “penyerangan” dari Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPB) tersebut dibawa ke pengadilan untuk mempertanggung- jawabkan perbuatannya. Dalam operasi militer yang terjadi hingga saat ini di Nduga, menurut laporan langsung dari masyarakat dilapangan mengakibatkan jatuhnya, 4 korban masyarakat sipil yang meninggal dunia diantaranya, atas nama Mentus Nimiangge (25 tahun) yang terkena tembakan dibagian leher oleh TNI pada tanggal (07/12/2018). Bertempat di distrik Bulmu Yalma, kampung atau desa Kiabikma.

Status korban meninggal tersebut adalah kepala kampung yang terbunuh di kampungnya sendiri.
Sedangkan bebeberapa korban lainnya belum dapat teridentifikasi dikarenakan jaringan komunikasi yang sedang terputus. Di lain sisi dampak dari peristiwa tersebut terkesan sangat menekan Masyarakat Sipil melalui praktek-praktek interogasi yang disertai dengan tindakan-tindakan kekerasan, sehingga dalam situasi dan kondisi tertekan bahkan terancam , akhirnya masyarakat sipi di distrik Mbua, Dal, Bulmu yalma , Yigi, Nitkuri, Inikgal dan Yal mengungsi ke Hutan-hutan di beberapa distrik tersebut Kabupaten Nduga.

Lebih lanjut Mahasiswa menjabarkan beberapa Foto-Foto Masyarakat sipil  Nduga yang tertembak akibat upaya penangkapan terhadap para penyerang yang dilakukan oleh pihak militer TNI.

Keterangan Korban Warga sipil tanggal 7 Desember 2018 di Kabupaten Nduga (Foto:Istimewa/Persrilis)

Adapun Tuntutan yang diminta Berkaitan dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada masyakarat  di kabupten Nduga dan distrik terkait maka kami Mahasiswa Papua mendesak kepada :

1. TPNPB dan TNI Agar tidak menjadikan wilyah sipil sebagai area Perang dan Operasi militer.
2. Pemerintah Pusat, Propinsi, DPRP, MRP,BUPATI dan DPRD untuk segera menyikapi Korban pengungsi masyarakat sipil di Kabupaten Nduga.

Rasa trauma masyarakat dan pengungsian yang terjadi serta jatuhnya korban pada masyarakat sipil tidak bisa dibiarkan dan terus menerus terjadi diatas tanah Papua secara umum dan terlebih khusus di kabupaten Nduga. Sudah cukup! Biarkan kedamaian kembali hadir dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mencapai kembali kehidupan bermasyarakat tanpa ada trauma dan berlanjutnya peristiwa serupa maka kami menuntut :

1. Pemerintah pusat untuk menghentikan dan menarik pasukan (TNI/POLRI) yang melakukan Operasi Militer di Nduga.
2. TPNPB dan TNI harus mengedepankan Asas-Asas Hukum Humaniter.
3. Gubernur Papua,Bupati Nduga dan pihak terkait, untuk segera mengevakuasi Pengungsi.
4. Presiden Joko widodo untuk menghentikan proses pembangunan jalan trans papua selama masyarakat Nduga belum aman dan pengungsi belum di Evakuasi.
5. Negara membuka akses jurnalis Asing maupun lokal untuk meliput situsi Nduga.

Dalam rilis pers tersebut tertulis atas nama Koordinator Mahasiswa Lapagoo DYI Yogjakarta,  Alex Amazi yang dilayangkan kepada beberapa awak media online maupun cetak.

Red

Berikan Komentar Anda
PASANG IKLAN PAPUALIVES.COM