Balik Atas
Wartawan Posisi Sentral Memberikan Informasi Kepada Publik
 
Pewarta: Redaksi Edisi 08/06/2018
| 251 Views
Pers (Foto:IST/PapuaLives)

Jayapura , Salah seorang relawan “LUKMEN”, berinisial DW mengatakan wartawan memiliki posisi yang sentralistis (tengah-red) dalam memberikan informasi kepada publik selama pesta demokrasi tengah berlangsung.

“Posisi wartawan memilki sentralistis (tidak memihak kepada siapa-siapa) dalam bemberikan informasi yang objektif kepada masyarakat. Karena Sementara ini kan tengah berlangsung pesta demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu, setiap wartawan entah itu dari media online, cetak maupun eletronik dapat diminta untuk harus memberikan informasi yang objektif dan kritis terhadap publik selama kampanye pula dalam proses pemilihan kepala daerah kelak,”katanya kepada wartawan papualives.com (07/06/2018) kemarin dari Jayapura.

Menurutnya, proses Pemilihan Umum Kepala Daerah yang sedang berlangsung ini para wartawan yang sifatnya pro dan kontra terhadap setiap pasangan kepala daerah dan juga ada wartawan bayaran yang lantaran berupaya mengacaukan kondisi dan situasi tengah masyarakat sehingga dapat diperhatikan dan menjalankan tugasnya harus berdasarkan UU Pokok Pers serta pasal-pasalnya.

“Dibalik kepentingan pelbagai tindakan bisa dilakukan dengan cara mengacaukan pasangan lain sehingga para wartawan harus sentralis dalam menjalankan tugasnya dalam pemberian informasi kepada publik. Pro dan kontra bisa terjadi tetapi bersifat building dalam mengelola informasi yang dapat disajikan via media tersebut agar publik manpu memahami secara objektif serta dengan logika,”jelasnya.

Dirinya mengharapkan, sesama media dalam menjalankan tugas peliputannya harus melakukan kolaborasi karena lantaran ada banyak media abal-aba,l jenis blogger yang sering di atas namakan sebagai wartawan dari media online, cetak maupun eletronik sehingga sering mengacaukan sebab itu perlu melakukan pengawasan dalam peliputan secara profesional.

“Iya, bukan hanya dalam peliputan saja tetapi dalam proses perwawancaraan juga karena dengan adanya wartawan bodrex dengan informasi yang tidak jelas, diskriminasi serta konflik horizontal maupun vertikal selalu terjadi dan Papua telah menjadi pusat konflik dalam setiap pesta demokrasi terus berlangsung sehingga diharapkan profesionalisme harus diwujutkan dalam tugasnya sebagai seorang jurnalis/wartawan yang baik,”tuturnya.

Christian Degei

Berikan Komentar Anda
Link Banner