BALIK ATAS
TENTANG KAMI |REDAKSI | DISCAIMER| SITEMAP| PRIVACY| IKLAN | KODE ETIK| PENGADUAN |
Westernisasi Mengancam Generasi Papua
Diterbitkan Oleh: Redaktur Date 6th Juli 2018
| 197 DIBACA
Maximus Sedik (Doc Pribadi)

Oleh: Maximus Sedik

Yogyakarta, Pemahaman atas pengertian westernisasi mencakup banyak yang dikembangkan di dunia barat (Eropa). Yang mencakupi teknologi, filsafat, maupun nilai-nilai kehidupan lainnya. Dunia barat ini sudah berkembang sejak  dari zaman romawi kuno dan diikutsertakan dengan perkembangan jalur perdangan maupun peneyebaran agama-agama besar. Seperti kita kenal bahawa sebagian besar perkembagan di mulai dari dunia barat atau Eropa. Singkat perjelasan awal dari bagaimana perkembangan yang bisa mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat dunia.

Kehidupan manusia di muka bumi ini, mengalami perubahan yang sangat cepat. Awal dari perkembangan melalui berbagai penemuan-penemuan maupun peradaban lainnya. Dari semua yang dipaparkan di atas membuat masyarakat dunia begitu cepat untuk mengejar persaingan itu. Mengapa weternisasi mengancam generasi Papua ?, dalam kondisi kehidupan masyarakat Papua adalah masyarakat yang memiliki bebagai kebisaan hidupa. Kebiasan ini, ada sejak sang pencipta menciptakan manusi di muka bumi. Sebagai anak papua mengkaui bahwa melalui perkembangan  dunia barat yang berkembang sehingga masyarakat papua tersentuh dengan kehidupan baru. Dari  sorong sampai samarai, seluruh masyarakat Papua Melanesia bisa mengadopsi berbagai pengatahuan baru. Maupun beberapa peradaban modern lain seperti budaya, agama, pendidikan maupun hal-hal positif lainnya.

Awalnya dunia lain yang disebut atau dijelaskan melalui berbagai literratur sejarah, memandang pulau papua denagan berbagai sebutan sesuai dengan siapakah yang awal tibanya. Terutama para pencarai rempah-renpah maupun para ekspedisi lainnya. Masyarakat papua berad pada rumpun ras yaitu Melanesia, ras ini mencakup seluruh wilayah pasifik. Kehidupan masyarkat dengan dunia modern awalnya melalui para penginjil maupun para misionaris yang melakukan misisnya ke pulau yang paling timur di planet ini. Misinya lebih pada penyebaran agama, dan bagaimana mencipatkan manusia Papua yang berkualitas.

Dengan ini, banyak para pendeta maupun pastor yang bertugas di seluruh wilayah Papua, terutama yang berkebangsaan Jerman dan Belanda. Dalam misi ini, orang Papua tidak mengenal adanya pemahaman penjajah mengapa, karena dengan adanya para pembawa kabar gembira ini, manusia Papua bisa mendapatkan pelayanan denagn baik. Pelayanan apa ? tidak saya sebutkan karena itulah kita sekarang ada sebagai manusia Papua yang bisa bersaing. Ini sesingkat ulasan dari pengertian westernisasi.

Tetapi melalui perkembangan ini, kita juga jangan lupa ada yang mengalami kepunahan bahkan terancam habis denagn waktunya. Mengapa, banyak kebisaan yang ada di tenngah ratusan suku dan bahasa mengalami penuruanan terutama yang berhubungan denagan mite-mite maupun alam empiris dan non empiris. Dalam filosofis hidup orang Papua secara umum,orang Papua memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap dunia yang berhubungan dengan hukum alam.

Berbagai perkembagan secepat kilat di tanah Papua, memberikan siklus kehidupan yang sangat terancam. Karena  seluruh pola hidup orang Papua teruatama para generasi muda yang yang sebagai punggung kebudayaann atau generasi perubahan. Dengan zaman yang berada konsep persainagan kehidupan terutama kehidupan ekonomi sosial dan politik. Dunia modern  berkemabag di seluruh pelosok kehidupan orang Papua, yang menjadi perhatian saya, tulisan di atas damapk yang mengancam atau merugiakan masyarakat Papua. Lebih pada dunia tren-teren yang terserapa ditenagah kehidupan masyarakat Papua, dari apa yang menjadi eksitensi diri masyarkat Papua sendiri. Dalam antropologi budaya disebut bahwa manusia Papua atau masyarakat Papua adalah masyarakat berbudaya.

Banyak hal yang sudah mengcam kehidupan orang papua teruatama kehidupan pada budayanya. Tetapi yang menjadi analisis saya itu lebih pada tern-tern yang baru kita lihat denagar, baca, nonton, bahakan menulis berupa kritiakn maupun saran lebih pada hal itu. Yang berhubungan dengan ini,banyak mahasiswa papua yang sadar terhadapa yang tejadi kita sering tukar pikiran dan pendapat untuk menanggapinya. Yang sedang terjadi saat ini, budaya yang dilihat dan ditonton oleh kaum hawa yang tertaik karena sesuia irama musiaknya maupun gerak tubuhnya.

Hal ini, juga berakibat pada yang bertumbuh belum beranjak pada masanya, bahakan di praktiakn di tempat-temapat umu maupun acara kebudayaan lain. Papua menyampin berbagai tarian khas daerah yang amat sangat unik untuk dikembangkan sebagai sebuah pertunjukan di ajang-ajang yang bersiafat daerah, nasional mupun internasional. Di setiap suku-suku yang ada di pulau papua memiliki kebisaan-kebiasan yang tidak berada di belahan dunia manapun. Papua dilihat dari hal-hal inilah di katakana papua itu unik dan indah.

Bagaimana denagn kondisi yang berhubungandengan perkembagan era global, apakah kita sebagai pewaris mampukah kita mempertahakan. Teruatama yang berhungan dengan tari-tarian yang ada sejak moyang kita dicipatkan di bumi papua. saya tidak menjastis orang bahawa yang mengikuti perekembngan terutama perkemabagan dunai hiburan dia meninggalakan kebudayaannya. Tetapi dari penagamatan saya, kita di papua masih dalam mimpi yang indah sehingga perkembagan cepat melampaui kita. Generasi papua belum siapa untuk menantang persainagan secara baik, terutama di era sekarang ini. Perkemabangan menuntut setiap insan untuk berpikir secara global, kritis, dan mampu menyerapanya. Perkembangan tidak menuntut orang untuk meninggalakan kebiasan-kebiasaanya dan mengikutinya. Tetapi perkemabagan merangsang orang untuk berpikir secara baik.

Kondisi kehidupan masyarkat Papua terutama para genersia muda dan secara khusus kaum hawa yang cepat mentrasnfer budaya luar. Akibat dari ini karena perkemabangan teknologi yang melampaui daya berpikir kaum hawa. Lebih parah lagi berkemabang pada yang  usia dini. Bagaiamna dengan budya patola, apakah budaya ini mengancam moralitas generasi papua terutama para perempuann muda Papua, dan bagaimana dampak yang terjadi ketika budaya patola ini berkemabag di tenagah-tenagah kehidupan generasi papua. Sangat miris dan sudah terlanjur dengan gaya ini ! sekarang orang papua semakin teranacam dan mengalami degradasi nilai-nilai hidup kepapuan yang sesungguhnya atau kesukuannya. Nilai-nilai hidup yang sudah ada sejak manusia papua diciptakan diatasnya nilai-nilai hidup ini menjadi pedoman dasar leluhur. Tetapi sekarang di amabang kehancuran dan mengakibtkan kepunahakan budaya sebagai jati diri bangsa Papua. Hal ini, bukan saja terjadi pada nilai melaikan dari tindakan atau prilaku orang papua di masa kini tidak bisa lagi dibatasi. Banyak anak-anak muda di masa kini cepat terpengaruh dan bahkan mengikutinya tren budaya modern yang masuk.

Misalnya giatnya anak-anak muda pada pesta miras, narkotiak, ganj, bahakn yang terlihat adalah aksi goyang pantat bola atau yang disingakat dengan goyang patola. Menyoroti ini, goyang patola kini menjadi tren yang mendominan yang berkembang di kalangan anak-anak kecil maupun yang dewasa. Yang pastinya di dalam sumsum-sum otak mereka harus diinstal denagn apa yang hidup dan berekembang di tenagah kehidupan masyaraka Papua seperti, bahasa daerah, tarian-tarian daerah dan seni-seni budaya lain yang dimiliki setiap suku-suku di Papua. Kini hal ini marak karena diajakan ke goyang patola, sangat menonjol sekali karena gerekan dan goyangan itu dsebarluaskan ke  media sosial yang dimikinya. Ketika semuanya berkembang akan menimbulkan berbagai khusus yang terjadi di genersi emas anak Papua, karena dikaji denagn baik denagan apa yang terjadi pasti menimbulkan hal negativ lainnya. Seperti seksisme, penyakit baru, dan moralitas anak papua menjadi buah bibir seluruh kalangan masyarakat luas.

Anak muda generasi sekarang seharunya menjadi garda terdepan dalam mengakal berbagai arus globalasasi yang mencederai budaya dan adat istiadat. Anak muda jangan cepat terpengaruh dan jangan dipandang bahawa andalah yang sebagai pemerkosa budaya aslimu. Perkembagan zaman boleh berlanjut seiiring berkembangnya budaya-budayanya yang berada pada zamannya tetapi kebiasan hidup merupakan dasar berpijak dari budaya itu sendiri tidak boleh dilupakan. Karena budaya itu merupakan eksitensi dari sebuah bangsa yang ada dan dijalankan turu-temerun. Bagaimana mengatasi budaya patola, saya mengajak seluruh para pendidik, terutama orang tua sebagai peletak dasar dari seorang anak, dan peran lembaga-lembaga formal lainnya. Dengan ini, untuk menjaga dan melestariakn budaya-budya yang menajdi ciri khas kita. Dan bangkitkan seniman-seniaman lokal Papua sehingga mengemabangkan dan menhidupakan kembali semua yang ada. Dan para seniman juga lembih berpikir kritis terhadap bagaiman pengemabangan dan kecintaan terhadap nilai-nilai lokal. Denagn demikian peningkatna moral generasipun berkembang dengan baik.

Mari kita berpikir secara kritis berdasarkan apa yang terjadi dan kita semau harus sadar bahwa kita berada pada pintu terakhir ‘’kepunahan’’. Baik punah secara buadaya tidak lama kemudia manusiapun ikut punah juga maka ras asli dan budaya asli menajdi lembaran tua seluruh dunai.

Tulisan saya di atas memang tidak mempunyai referensi yang kuat untuk memperkuat judul, karena saya mengetahui bahwa belum adanya suatu riset yang khusu tentanga budaya luar yang ,masuk ke pulau Papua dan mempenagaruhi kehidupan masyarkat Papua. Baik dari segi agama maupun aspek kehidupan lainnya. Ketika yang membaca opni saya ini, merasa belum puas atau tidak sesuai dengan keadaan yang terjadi, bisa menulis dan mengkaji lebih mendalam. Mari bersama menulis tentang Papua, sesuai denagn apa yang kita pikirkan.

Penulis adalah mahasiswa papua kuliah di Yogyakarta)*.

Berikan Komentar Anda